Nella in Action

Nella in Action
Perubahaan


__ADS_3

Dua tahun kemudian....



"Kak, Lala berangkat dulu, ya!" teriak Nella segera keluar menggunakan motor matic-nya. Setelah selesai kuliah, ia pun memilih untuk bekerja di salah satu perusahaan perhotelan.



Sejak setahun yang lalu, keluar dari rumah sakit. Nella tidak pernah lagi bertemu dengan Om Edy. Ia juga tidak mengerti kenapa Edy memilih untuk menghilang dari kehidupannya.



Awalnya Nella sedih, rindu, patah hati, kalau cintanya tidak terbalas oleh Om Edy. Kini usia Nella 22 tahun, hidup telah berubah.



Hanya pesan dari surat di kirim oleh tukang Pos lewat di sekitar komplek rumah. Bahwa Edy meminta maaf sebesarnya telah membohongi cintanya kepada Nella.



Nella yakin bahwa Om Edy menulis ada alasan sendiri. Ia tetap akan menunggu kehadiran cinta dari lelaki yang sudah lama di pendam sampai berbuat sikap konyol pun.



Nella tetap akan menjadi dirinya sendiri. Akan buktikan, ia bisa menjadi istri yang baik untuk masa depan suaminya.



••••



Nella sengaja beli motor matic agar cepat sampai tempat kerja. Ia memilih perusahaan perhotelan di salah satu kota ternama di jakarta. Karena Kak Alex pernah mengatakan kalau Edy mempunyai perusahaan bidang perhotelan di jakarta ini.



Jadi Nella sudah merencanakan akan bekerja di sana, lalu akan menghadirkan warna kebahagiaan di tempat itu. Banyak yang mengosipkan kalau Edy belum juga menikah.


__ADS_1


Sudah Sepuluh wanita di tolak olehnya dengan alasan tidak tertarik atau tidak cocok. Jika Nella muncul di hadapan Edy, Kira-kira bagaimana reaksinya, ya?



"Huff... akhirnya sampai juga," mengeluh Nella, di buka helm di sisir dan rapikan rambut yang sedikit berantakan itu.



"Pagi, La." sapa Indah, bagian HRD



"Pagi, juga, tumben cantik banget." balasnya dan menggoda Indah.



Indah Purnamasari, wanita yang sudah berumur tiga puluhan padahal sudah bersuami masih saja ingin mendekati Pemilik perusahaan ini, siapa lagi kalau bukan Edy Susanto Kusuma.



Nella sebenarnya tidak suka saja kalau para wanita mendekati Edy selain dirinya. Cuma Nella harus jual mahal, pura - pura tidak kenal siapa Edy itu. Biar ia tahu seberapa lelaki muka triplek itu bertahan memendam perasaan padanya.




"Ingat suami," tegur Nella melangkah masuk ke lobi menuju kantornya.



"Suami mah gampang," balasnya. Nella hanya menggeleng tingkahnya benar tidak jauh beda dengan sikap dua tahun yang lalu.



Lift terbuka, Nella dan para karyawan pun masuk ke dalam dengan nomor lantai masing-masing.



•••••

__ADS_1



Sebuah mobil Lexus LS sedan mewah terbaru warna coklat cream hitam berhenti di depan lobi, Seorang pria bertubuh tegap tinggi dengan jas hitam ekspresinya yang selalu di nanti oleh para kaum hawa tersebut



Edy Susanto Kusuma 34 tahun, tetap tampan dan berkharisma tinggi. Wajah selalu dingin dan misterius.



Saat memasuki area lobi, tatapan para mata kaum hawa ataupun  adam tidak lepas dari pandangannya. Tentu untuk para pengujung juga terpukau dengan penampilannya.



Nella tengah berada di dalam lift, tengah mengecek beberapa berkas invoice yang tidak lengkap itu. Posisi ia sekarang adalah supervisor piutang. Memang seharusnya posisi itu harus duduk di atas menghadap komputer. Tetap Nella lebih menyukai posisi menjadi administrasi.



Lift itu terbuka Nella tidak melihat jika ada seseorang juga ikut masuk ke dalam, ia hanya menghindar mempersilakan pria tinggi itu masuk.



"Nella, Ada telepon!" teriak Ridha dari Receptionist.



"Oke, sebentar!" balasnya.



Edy mendongak menatap bayangan sosok wanita rambut panjang lurus, tengah melangkah kaki menghampiri operator tersebut.



Edy hapal sekali suara itu dan juga nama yang sempat di sebutkan oleh Resepsionis tadi. Ketika Nella berputar tubuh untuk kembali ke kantor, lift yang terbuka lebar mulai tertutup.



"Ya, naik tangga darurat lagi, uh-uh!" kesal Nella.

__ADS_1


__ADS_2