
Makan bersama dengan orang tercinta, yaitu Edy Susanto Kusuma dan Nella Maulana Kurniawan. Sebentar lagi mereka menikah, moment yang di tunggu akan segera hadir. Nella kini berpernampilan kasual feminim cantik seperti cinderella.
"Ciyee... yang mau Dinner sama sayangnya nih, romantis banget." Alex menggoda Nella, malah di cubit oleh istrinya masih bisa menggombal adiknya itu.
"Iya, dong. Masa Kak Alex saja boleh berduaan dengan Kak Luna. Gantian sekarang berduaan dengan calon tersayang. Kalau bisa langsung di belah. Maksudnya belah dada, jangan pikiran negatif dulu." Seru Nella bersuara terlalu candaan.
"Belah durian juga enggak apa-apa," balas si Alex.
"Nah, itu, kak. Belah duriannya sakit enggak? kasih bocoran sedikit dong! Biar nanti pas malam pertama Lala bisa waspada." Nella bertanya
Alex dan Luna memilih menutup mulut kalau di beritahukan bisa - bisa kebocoran hubungan suami istri mereka terbongkar.
"Untuk masalah ini, bisa kamu tanyakan langsung ke calon suamimu. Karena untuk teori dan secara praktek itu berbeda, rasa sakit atau enggaknya tergantung permainan kalian lakukan." jawab Alex menjelaskan sebenarnya sudah takut melihat sisi wajah bininya ini.
"Oh... begitu ya, terus..."
Belum selesai berbincang-bincang suara klakson di depan rumah terdengar oleh Nella, Alex, Luna.
__ADS_1
"Uh... ini Om Edy enggak sabaran saja, lagi seru juga. Ya sudah, Kak Alex, nanti baru sambung lagi, Lala pergi dulu ya. Bye, bye, ganteng... tunggu tante bawa bayi imut ya!" cengiran berlalu pergi sebelum di tabok sama kakak tercintanya.
****
Perjalanana menuju restoran yang enak, romantis, dan hanya untuk milik mereka berdua tidak ada yang boleh menganggu selain nyamuk dan angin malam.
"Om, nanti setelah menikah, biasanya buka kado sama angpao, benar, enggak?" Nella lebih dulu buka suara.
"Ehmm... untuk itu nanti saja baru buka, buka plastik, kertas dan baju juga bisa. Memang kenapa?" tanya Edy fokus dengan pengemudinya
"Sebenarnya jantung Lala sedikit bermasalah deh!" liriknya
"Lihat depan, Om. Nanti cium roda tiga. Kasihan pantatnya!"
Masih bisa bercanda pula, padahal lagi serius bahas pernikahan untuk malam pertama.
"Betewe, Lala sudah enggak sabaran loh pengen punya anak lima. Om, sanggup buatin langsung lima?" di tunjukkan langsung lima jari di sampingnya
__ADS_1
"Sanggup! Asal kamu tahan sakit, dan desahannya!" Kalau soal buat anak, Edy langsung semangat. Sudah sekian kali cewek barbar ini menanyakan hal yang sama tidak pernah sedikit pembahasan yang lain
"Jangankan desahan, nanti Om keduluan lelah!" bantahnya si Nella.
Sampai di salah satu restoran ternama, tempat romantis banget. Tidak sia-sia Nella bisa Dinner bersama calon suami yang penuh pengertian kalau enggak pakai jampi-jampi pelet cinta gombalan ala barbarnya.
Ternyata hidangan makan malam telah di sediakan sebelum mereka datang ke tempat ini. Nella merasa ini sangatlah enak banget. Cuma serba manisan, bisa melar kulitnya. Hari "H" sebentar lagi.
"Om, kok semua manis-manis?" tegur si Nella, "Tapi, kamu suka manis-manis, biar makin manis," jawabnya masih bisa menggombal lagi
"Nanti bajunya enggak pakai bagaimana? tinggal beberapa hari lagi. Om, makan saja deh!" serunya mendorong arah ke tempat Edy
"Makan saja dulu. Itu enggak manis banget, kalau melar nanti aku peras biar lemaknya hilang dalam satu detik." Katanya senyum mengigit sepotong daging sapi pada mulutnya
"Memangnya susu sapi di peras!" ceplos Nella apa yang ia ucap barusan membuat Edy tidak berkutik.
"Bisa saja, biar nanti aku minum secara gratis tanpa pengawet atau gula di dalam." lanjutnya si Edy
__ADS_1
Nella yang mengunyah pancake madu seperti ada yang nyangkut di tenggorokannya. Kata-kata dari calon suaminya bikin dirinya mati kutu. Kenapa makin hari Om Edy mesum begini sih?! batinnya dalam hati.