Nella in Action

Nella in Action
Ekstra part 1.


__ADS_3

"Papa, kapan Rara punya adik? Rara kesepian nih, lihat teman-teman pada punya adik bisa diajak main. Terus Rara kok seperti anak sebatang kara?" celoteh Rara mengadu pada Edy sedang sibuk sama laptopnya.


"kayak gimana punya adik, kamu saja selalu ganggu kemesraan papa dan mama setiap bercinta di kamar," batin Edy dalam hati


"Pa! Kok diam saja sih?" Rara mengoceh lagi sambil melirik Edy tertuju pada laptop tak peduli dengan putri tunggalnya merepet.


Rara penasaran sama laptop dilihat sama Edy. Dengan tubuh kecil mendekati sehingga menghalangi pandangan Edy pada laptopnya. Sang pengganggu pun mulai beraksi, Edy mencoba mencari cela untuk laptopnya. Namun kepala Rara semakin risih pada hidungnya.


"Rara! Kamu ngapain sih?! Pekerjaan Papa gak selesai-selesai nanti?!" tegur Edy pada Rara.


Rara mendongak hampir dagu Edy berseteru dengan kepalanya. Bisa berabe kalau sampai berantem.


"Papa mau jalan-jalan ke luar negeri?" Rara bertanya


"Tidak! siapa yang mau jalan-jalan, Papa sedang cek tiket dari teman bisnis Papa," jawabnya asal menyingkirkan kepala Rara dari hadapannya.


"Masa sih, Pa? Ingat, Pa! Luar negeri lagi wabah virus corsianida!" tegur Rara memperingatkan pada Edy


Edy mengerut makin aneh sama pertanyaan dari putri tunggalnya. "Corsianida? Apa itu?" Edy bertanya.

__ADS_1


"Ah! Masa papa gak tau sih, banyak berita bertebaran gosip. Kalau papa pergi ke luar negeri sama mama. Rara tak kuasa menahan tangis bombay," jawab Rara berakting bersandar di bahu Edy.


Tak sampai itu saja, Rara mengeluarkan ingus menggunakan baju Edy. Edy memijit kepalanya, sikap putri tunggalnya tak jauh beda dengan sikap istri bar-barnya. Entah apa merasuki raganya sehingga membuat Edy menahan sabar.


"Mana mungkin Papa meninggalkan kamu seorang diri sayang," kata Edy menepuk kepala putrinya.


"Sama saja, papa! Kenapa gak libur di Indonesia kenapa harus di luar negeri? Itu tandanya papa cari seribu bayangan?!" tutur Rara mengoceh gak jelas.


"Apalagi itu seribu bayangan? Please Rara, bahasamu itu tolong jangan buat Papa gegar otak!" Edy merasa stres sama perilaku Rara.


"Apa sih, pa?! Rara berkata seperti itu karena Rara sayang sama papa dan mama?! Kalau tidak?! Boro-boro Rara kasih tau ke papa soal virus corsianida mati di sana juga gak masalah, malahan Rara bisa berhura ria dan bebas!" balasnya akhir kalimat dengan nada pelan.


****


Malam tibanya, Rara, Edy, dan Nella. Tengah menikmati makan malam bersama--keluarga kecil tentunya. Nella sedang mengambil lauk untuk suaminya - Edy. Sedangkan Rara menikmati sayur dan buah favoritnya yaitu Semangka.


"Ma, ada permintaan terakhir untuk Rara gak?" Rara bersuara di keheningan malam.


Nella mengernyit dan menatap putri tunggalnya, "Maksudnya?"

__ADS_1


"Ah, mama jangan pura-pura gak tau deh! Pasti papa sudah ceritain! Sebelum berangkat ke liburan. Ada permintaan terakhir untuk Rara gak? Soalnya Rara harus siapkan bunga tulip untuk mama dan papa setelah meninggalkan Rara seorang diri." Penuturan dari Rara bersuara.


"Hah? Maksudnya bagaimana? Permintaan apa?" Nella semakin tidak mengerti pertanyaan Rara


Edy tak menjawab memilih menikmati makanan di depan matanya. "Pa, jangan diam saja! Jangan pura-pura mudek! Nanti benar-benar mudek, mama main belakang sama Om leppy!" ancam Rara buat Edy tersedak sama baksonya.


Nella bangun dari duduk dan menepuk-nepuk pundaknya sedangkan Rara bangun dan menarik kursinya mendekati posisi Edy. Tak lama kemudian hitungan tiga detik, Rara memukul pundaknya keluar bakso setengah dalam tenggorokan.


"Ya, ampun papa! Baksonya tak bersalah kenapa begitu teganya sama dia? Apa papa kurang sama jagud-nya? Makanya papa mau ke luar negeri mencari seribu bayangan?" celoteh Rara.


****


**ini saya kasih extra part pendek untuk kalian.


maaf sebenarnya kurang kata ya kan. semoga di loloskan oleh pihak mangatoon.


Terima kasih untuk mangatoon sudah menerima cerita ini. mungkin banyak yang harus saya revisi. Dan ini hanya bonus.


di waktu hari nanti saya akan melanjutkan ceritanya. namun sekarang saya kurang sehat. jadi perlu banyak istirahat.

__ADS_1


Terima kasih juga untuk pembaca bahwa cerita ini terhibur oleh kalian semua... jangan pernah bosan dengan cerita ini ya**! :)


__ADS_2