Nella in Action

Nella in Action
Extra Part 2.


__ADS_3

Hai ... yang sudah menunggu cerita ini? Mana jari kalian? hahaha.... Maaf ya, kalau saya lama kembali update cerita lanjutan ini, hehehe.... jangan marah nanti kalian pada keriput sama jarinya pas mau komentar. hehehe...


Ya sudah, kita lanjutkan saja deh cerita ini absurd dari Rara anaknya Nella dan Edy. Saya tidak tahu apakah  part ini lucu untuk kalian atau tidak? 


*****


Nella meletakkan secangkir teh hangat untuk suaminya yang masih berlanjut sama laptopnya. Sedangkan Rara sedang bermain dengan boneka barbie di ruang tamu. Tidak akan mengganggu pekerjaan kedua orang dewasa ini, Maka dari itu, Nella pun berkesempatan untuk menanyakan beberapa hal pada suaminya itu.


"Maksud dari perkataan Rara ke kamu apa, Pa?" tanya Nella duduk disebelah suaminya.


"Perkataan yang mana?" jawab Edy tanpa kedip ada monitor laptopnya.


"Perkataan saat makan malam tadi? Permintaan terakhir dan seribu bayangan? Memang kamu mau cari seribu bayangan apa? Istri lagi?" ucap Nella, dia yang bertanya malah menjawab sendiri. Edy langsung memasangkan mata sinis pada istrinya itu.

__ADS_1


"Istri aku itu cuma satu, istri mana lagi yang aku cari. Satu saja susah diurus tambah lagi? Bisa botak rambutku, Mama!" balasnya gemas.


"Ya, mana tahu 'kan. Yang dikatakan oleh Rara benar, mencari seribu bayangan itu istri baru. Habisnya Papa juga ditanya selalu diam. Makanya aku tanya ke Papa, maksud perkataan Rara tadi itu apa?"


Edy pun menarik napasnya dalam-dalam sebelum dibuang kesembarang arah, Nella menunggu jawaban dari suaminya sambil mengunyah buah dia kupas tadi.


"Memang aku itu sudah mau mati? Permintaan terakhir apa lagi? Seribu bayangan apa lagi? Jangan terlalu bar-bar lah, cukup anakmu itu bikin isi kepala Papa pusing," tuturnya kemudian kembali dia lanjutkan kerjaan di laptop setelah disodorkan buah oleh Nella.


"Ya, aku cuma mau tahu, kamu tahu anakmu itu keturunan watak dari kamu. Seberapa bar-barnya dia itu, tetap saja dia anakmu. Anak seusia dia bisa pikir hal itu tidak bisa aku ngerti," kata Nella seolah dia tidak merasa bersalah apa yang dikatakannya itu bukankah Rara memiliki watak dan sifat itu seperti dirinya sendiri.


"Yang buat anak seperti dia siapa? Bukannya kamu?" Nella tidak mau kalah juga.


Kali ini Edy bukan pusing, tetapi sudah tidak bisa balas kata-kata seperti istrinya, usianya yang tidak seimbang dengan usia dia. "Bukannya kamu asyik  minta aku hamili kamu?" makin tidak mau menang juga.

__ADS_1


Perdebatan antara dua suami istri ini tidak akan pernah usai, seberapa pun akal ide dari Nella akan buat Edy menyerah. Kemudian Rara pun datang ikut merusuh.


"Waaahhh ... Rara juga ikut dong! Masa adu mulut nggak ajak Rara sih, nggak seru!" ucap Rara mendaratkan pantatnya di tengah duduk mereka berdua.


"Memang kamu pikir ini tempat demo?" sengit Edy


"Sambil belajar Papa, kata guru di sekolah belajar adu mulut itu bagus. Apalagi sehat biar nanti pas Papa pergi jauh, Rara bisa ber-drama dengan air mata yang lama," bijak Rara beritahukan kepada Edy.


Lama-lama Edy bukan tenang, tapi akan semakin sengsara pada dunia ibu dan anak ini."Terserah kalian, jadi kalian tidak sayang Papa lagi, berharap aku mati ya? Biar Mama dapat pengganti Papa, dan kamu bisa dapat Papa yang baik daripada Papa kamu ini?"


Nella dan Rara sambil memandang satu sama lain setelah mendengar perkataan Edy baru-baru ini. "Siapa bilang? Rara nggak bilang Papa mau mati? Rara cuma bilang kalau mau pergi jangan tinggalin Rara seorang diri, apalagi Rara kan masih sayang Papa. Papa masa mau pergi berdua mulu sama Corsianida itu, itu tandanya tikungan yang tidak SAH, PAPA!" tutur Rara semakin absurd kata-katanya.


Nella pun mewek setelah mendengar kata-kata putrinya. Edy meneguh teh itu hingga habis tidak tahu lagi untuk jawab dan jelaskan pada mereka.

__ADS_1


******


Maaf ya, tidak lucu. aneh ceritanya :)


__ADS_2