Nella in Action

Nella in Action
Keluarga Somplak


__ADS_3

Para manusia ada di rumah bertingkat dua di temani oleh kolam berenang dan halaman serta tamanan di depan teras. Indah dan benar nyaman. Masing-masing mempunyai aktivitas sendiri-sendiri. . .



Tapi kenapa ke enam manusia dewasa ini malah berkumpul di halaman duduk melingkar berpiknik di bukit kubu tinggi. Padahal di belakang rumah, ada beberapa buah-buahan masih ada sisa di kulkas, camilan, es krim tidak boleh terlewatkan karena bagian itu adalah Nella, terus ada minum penyegaran tenggorokan.



Segalanya ada, lengkap dan praktis kalau bisa pun kulkas di keluar di depan mereka berenam.



"Jadi, kapan kalian berangkat untuk honeymoon?" tanya Roy paling kepo daripada SpongeBob.



"Lusa," Di jawab oleh Edy membuka bungkusan Es krim rasa bentuk jagung.



"Berapa hari? Sebulan? Dua bulan? Dua minggu? Satu minggu?" sambung Alex mencomot keripik Lays rasa rumput laut dari tangan Luna.



"Mungkin Dua minggu, memang kenapa?" jawabnya lalu kembali bertanya pada saudara jahanam ini.



"Nggak, cuma tanya doang, boleh, kan?" kata Roy, senyum-senyum kecil kedua alisnya naik turun memberi kode kepada Alex. Tentu Alex ikut senyum juga.



"Kalau bisa pas honeymoon, oleh-olehnya spesial ya!" tambah Roy mesem - mesem sama Edy.



Edy tahu maksud dari kedua bersaudara ini. Otak lelaki memang mudah di tebak, ia sendiri juga senyum.


__ADS_1


"Beres itu, kalian tenang saja, mau lebih spesial apa? Biar aku bawakan." Tanyanya



"Pokoknya bawa pulang untuk penghuni baru," jawab Roy terkekeh.



Nella baru saja balik dari kamar kecil, soalnya itu perut tiba-tiba mulas banget, gara-gara terbanyakan makan bumbu rujak.



"Sudah lebih baik? Apa mau ke dokter saja?" tanya Edy mengkhawatirkan kondisi istri barbarnya.



"Buat apa ke dokter, sudah nggak mulas lagi, kok." jawabnya kembali bergabung bersebelahan dengan suaminya.



Nella buka cari kotak alice poliform menahan dingin, di obrak abrik lah es krim itu.




"Es krim durian, Lala, kok hilang?" jawabnya sedih.



Nella menoleh tajam arah suaminya, Edy menggeleng kepala bukan dia yang ambil. Terus ia pun melirik arah Roy, sama gelengan kepala, pindah ke Alex. Alex tengah menggigit eskrim bentuk durian terakhir kali.



"Ada apa?" tanyanya terheran-heran.


"Kak Alex!" teriak Nella


"Loh, kenapa? Kok, nangis?" Alex makin bingung sama Nella.

__ADS_1


"Om, kok durian Lala di matikan sama Kak Alex sih! Tadi terlantarkan, sekarang tega matikan! Kok gitu sih, sama Lala....!" Rengeknya buat orang yang ada di dekatnya jadi bingung sama sikapnya.



Alex kelupaan kalau durian ini favoritnya Nella. Ia salah ambil, soalnya rasa jagung sama durian tidak jauh berbeda. Jadi ia harus bagaimana coba.



"Nanti bisa di beli lagi, kok, Nel..." bujuk si Edy



"Kalau nggak, beli yang asli saja, yuk, duriannya!" berhenti tangisnya semangatnya bangkit lagi.



"Hah? Beli? maksudnya?"



"Beli buah duriannya, Om. Terus nanti kita belah sama-sama dikamar. Jangan kasih Kak Alex sama yang lainnya. Cukup kita berdua! Mau ya!" Nella menjelaskan.



Kenapa bahas durian lagi, Edy sebentar lagi gila. Benaran gila kalau begini. Dia harus cari akal yang pas mengubah strategi.



"Lain kali saja, ya! Kasihan perut kamu kalau makan terus durian, nanti telurnya enggak tahan baunya gimana?" Tanyanya



"Memang bisa bau? Ya, kalau bau... enggak jadi deh,. nanti anakku ikut bau," jawabnya sedih.



Roy, Alex, Della, pura-pura nggak  mendengar apa yang di bicarakan oleh sepasang pengantin baru ini. Makan buah lebih mantap.


__ADS_1


Untung Luna ada di atas sedang Nina Bobo putranya. Sengaja tidak bergabung agar putranya enggak ikut somplak kayak dua pengantin baru itu...



__ADS_2