Nella in Action

Nella in Action
Kemesraan ini


__ADS_3

Duduk di salah satu taman ada rumah sakit ini. Luasnya tidak seluas lapangan basket atau baseball soalnya ukurannya cuma setara halaman untuk menyiram bunga.



Karena Nella bosan di dalam kamar, jadilah ia minta Edy bawa jalan-jalan. Bedanya ada beberapa sepasang mata tengah curi perhatian kepada Edy loh. Dari para perawat, dokter, pasien sampai menjenguk sanak saudara dan keluarga pun ikut mecolek lirik.



Yang sebal adalah Nella. Dia yang sakit seharusnya perhatian itu dirinya bukan Edy. Edy sih terlalu mancung dan cakepan. Dokter wanita pun kesemsem sama dia. Rasanya Nella pengin umpetin Edy di kantongnya.



"Om, balik ke kamar, yuk! Panas nih cuacanya," ucap Nella mengipas wajahnya menggunakan tangan sendiri.



Edy merasa di sini malah adem tak ada rasa panas. "Enggak panas, kok." Lanjutnya bersuara.



"Tapi, Lala panas, panas di hati, jantung, mata, telinga, ubun kepala!"



Edy menunduk, senyum tipis panjang. Blush. Nella diam seketika, "Sekarang enggak panas lagi, kan?" Edy bertanya pada cewek barbar lagi cemburu.



Nella enggak bisa berkata-kata, soalnya kok aneh saja sama Om Edy. Kenapa pakai cium di depan umum terbuka. Malahan orang yang lewat lalu lalang sampai senyum kesemsem gitu.



"Mau, lagi?" Edy mulai ngegombal nih, buat Nella salah tingkah sendiri.


__ADS_1


"Iih... Om, sakit ya? Kok dari tadi cium Lala mulu." Di sentuh pundak kepala Edy,  normal saja tuh (menurutnya)



"Sakit itu karena kamu." Di cubit hidung gemas itu.



"Aaa... Sakit tahu!" lenguhnya.



Edy kembali mendorong kursi roda ke kamarnya. Nella mengelus - elus hidung sakit itu, tapi ia senang Om Edy bisa perhatian banget.



•••••




Mereka berdua sedang makan bersama walaupun mejanya sangat kecil, tetap saja romantis.



"Om, kurang lilinnya, nih," kata Nella bersuara.



"Untuk apa lilin, memang hari ini kamu ulang tahun?" balas Edy menuangkan sup ayam dari rumah sakit.



"Enggak, sih. Cuma makan berdua seperti ini biasanya ada lilin menemani di hari kemesraan, lagunya Iwan Fals, Kemesraan ini .... Janganlah cepat berlalu .... Kemesraan ini .... Ingin kukenang selalu. Begitu, bagaimana, bagus enggak Lala nyanyi?"

__ADS_1



Edy terpukau dengan suara merdu cewek barbar. Selain tingkahnya konyol bikin kepala pusing dia juga memiliki bakat terpendam.



"Bagus, bagus penyanyi aslinya," jawab Edy usil. Nella menggembung pipinya dan bibir ikut maju ke depan.



"Huh, pastilah yang nyanyi bagus aslinya. Kan, Lala cuma bisa reff-nya doang," katanya menyuap satu sendok ke mulutnya.



Edy buka lagu dari Iwan Fals, sambil menikmati makan siang bersama romantis di rumah sakit dengan cewek barbar. Nella senyum sendiri, bahagia itu tidak pernah hilang. Kapan lagi punya calon suami yang diam-diam punya ekspresi gengsi senyumnya.



Setelah selesai makan siang, Nella menepuk perut sendiri karena kekenyangan. Habis tak ada sisa di atas piring itu.



Luna dan Alex enggak bisa datang karena ada beberapa proyek harus di selesaikan. Maka dari itu, Edy meminta juru masak ada di rumah sakit ini buat masakan sehat untuk cewek barbar.



Tentu dong juru masaknya menerima tawaran dari Edy. Karena juru masaknya itu tergila padanya, sampai minta foto barengan. Awalnya Edy enggak mau, takut cewek barbar ini mengamuk kalau sampai ia main selingkuh - selingkuh.



"Hai, Pak Edy ganteng. Nanti malam mau di masakin apa lagi? Enak enggak masakan cinta dari saya." colek dagu Edy dari si tukang masak wanita paruh baya yang amat genit dan gendut.



Edy terpaku diam, senyum biasa saja. Soalnya si cewek barbar-nya sudah memasang mata elang siap mencakar muka tampannya itu.

__ADS_1



__ADS_2