Nella in Action

Nella in Action
Salah pahaman


__ADS_3

"Kyaaa...!"



Teriakan dari Nella bikin orang ada di luar menoleh kamar itu.



"Sakit, Om... Huhuhu..." isak tangis Nella


"Ssstt... enggak akan sakit kok!"


"Enggak sakit gimana! Jangan di tekan! Huaaa... kak Lunaa!" teriaknya histeris.



Orang lalu lalang lewat lorong koridor memasang telinga lebar-lebar. Teriakan Nella benar bikin orang penasaran ada juga kesemsem mikir hal bau aneh.



"Tahan sebentar!" tegas Edy


"Hiks... hiks... Om jahat, sakit... Aaahh...!" makin jadi jeritan Nella.



Luna dan Alex baru saja sampai mendengar suara jeritan bikin para pengujung menguping di kulit daun pintu.



"Ada apa?" tanya Luna kepada orang - orang tengah berdiri menguping.



"Biasalah, mbak. Malam pertama tertunda jadi di lakukan di sini. Iya, enggak, ibu-ibu." jawab Ibu berhijab hitam.



Luna mengernyit kening, tidak memahami maksud jawabnya. Alex lagi mengedik bahu tidak tahu.



"Aaahh... Sakit, hiks... sudah!" teriak Nella kembali terdengar.


"Sabar, sedikit lagi! Jangan terlalu banyak gerak!" balas Edy ikut bersuara.



Luna mengeratkan telinga telinga adiknya dan Edy di dalam. Alex malah senyum-senyum.

__ADS_1



"Tuh, kan. Sudahlah, mbak, jangan di ganggu." Lanjut lagi di ibu berhijab pun pergi.



Karena penasaran mungkin saja malu di dengar seluruh rumah sakit itu. Luna pun menerobos masuk saja.



"Pelan - pelan!" teriak Nella semakin jelas saja.


"Sudah pelan-pelan juga!"



"Apa yang kalian laku-kan..." Luna memelankan suaranya, yang di pikirkan oleh orang luar, salah prediksi.



Luna baru akan memarahi mereka membuat malu rumah sakit ini, ternyata Kaki Nella yang di perban tertimpa tubuh Edy waktu menyelamatkan Nella hampir jungkir balik ke belakang.



Sekarang Nella teriak histeris sakit luar biasa pada kakinya, Edy mencoba menganti perban dan mengurut perlahan, malah teriak lebay begini.




Alex sudah waswas dibelakang kalau istrinya sampai pecah kemarahan mungkin rumah sakit ini juga akan gempa dengan suara ibu hamil.



"Ini gara-gara, Om Edy, kalau enggak bilang ujung tanduk! Lala pasti sudah pulang hari ini!" Nella kembali menyalahkan Edy.



"Siapa suruh asyik minta di hamili terus, sudah tahu kaki lagi begini, masih minta aneh-aneh. Belum di apa-apain sudah takut begini! Apalagi nanti menikah," balas Edy tidak mau kalah.



"Auh ah! Jadi Om kapan nikahi Lala? Sekarang saja deh! Jangan nunggu kaki Lala sembuh!" Mulai eror lagi otak Nella.



Satu alis terangkat oleh Edy, tadi takut sekarang mau minta di percepat, manusia apa robot rusak sih? ( pikirnya)


__ADS_1


"Enggak, sampai kakimu sembuh!" bantah Edy tak menyetujuinya.



"Ihh.. Om, Iya, sekarang deh! Lala enggak gugup kok. Walau pun sakit di pertama, itu tanda cinta Lala ke Om tidak berubah!" Nella in Action.



Nella mengerjap-ngerjap mata berulang kali di minta iyakan oleh Edy. Bingung jadinya Edy sulit hindar.



"Alex, kamu temani Lala dulu, aku ingin bicara empat mata sama Edy sebentar," kata Luna memerintah.



Alex menuruti, mendorong kursi roda keluar dari kamar itu. Nella bengong sendiri, "Kak Alex mau bawa Lala kemana?" tanya Nella heran.



"Mau bawa kamu ke suatu tempat," jawab Alex



Didalam kamar hanya ada Luna dan Edy. Mungkin ini lebih serius, dari biasanya.



"Apa kamu bisa yakin akan menikahi Nella? Bagaimana dengan Jessica?" Pertanyaan pertama keluar dari mulut Luna.



"Yakin, Jessica sudah tidak ada hubungan dengan kehidupanku yang sekarang," jawab Edy tegas



"Kamu mencintai adikku? Apa kamu benar akan membahagiakan dia?"



"Tentu, aku mencintainya, pasti akan membahagiakannya juga. Kamu tenang saja, aku tidak akan mengecewakan Nella," kata Edy serius.



Nella tengah duduk di kantin menyantap eskrim di campur buah-buahan benar enak bahagia tak terhingga.



"Sepertinya enak." Nella menoleh, Edy senyum menatapnya intens

__ADS_1


__ADS_2