Nella in Action

Nella in Action
Pengujian


__ADS_3

Akhirnya sampai di salah satu tempat penjual durian, Nella sebenarnya pengin pohonnya langsung. Katanya kalau durian jatuh dari pohon itu terasa manis dan enak.



Nella maunya itu kalau durian jatuh tepat di kepala Om Edy rasanya bagaimana coba. Sakit apa bakalan amnesia? Ah, benaran Nella paling bahagia bikin Edy sengsara saja. Kemarin sudah sengsara gara teriak di jalan umum muncul wanita gila..



Tak terbayang kalau Edy benaran di bawa pulang sama wanita itu, Nella bakalan jungkir balik kura-kura.



"Bang, ini duriannya dari pohonnya?" tanya Nella sama si penjual



"Pastilah dari pohonnya, masa dari atas, ada- ada saja deh, eneng ini." jawab penjualnya membuka durian dan aromanya menggiurkan mulut.



"Memang abang lihat langsung dari pohonnya?" Bertanya lagi, semacam wawancara saja nih.



"Ya, enggak sih, neng. Kan, ambilnya sama orang ke orang lagi," jawabnya



"Sepak bola dong! Oper sana-sini, pantasan rasanya pahit, enggak ada manis-manisnya!" Cicit Nella tetap saja menikmati durian walau kritikannya bikin penjual sabar.



Apalagi Edy, mengelus dada takut penjualnya emosional sama cewek barbar kalau dapat pertanyaan begitu.



"Justru pahit itu enak, Neng. Semakin pahit semakin nikmat cita rasa di lidah, seperti pepatah mengatakan, sepahitnya kopi, hati tetap adem, walau gula masih setia menunggu," kata penjualnya.



"Betul itu, kok aku enggak kepikirannya, Wah, Abang pintar juga ngegombal. Tuh, Om, lihat Abang durian saja bisa puitis masa Om enggak bisa," pujinya si Nella lalu menegur Edy yang keasyikan menikmati durian.



"Abang durian?" ulangnya si Edy.



"Abang durian, kan, dia jualan durian. Kayak lagu ini, ekhem!"


__ADS_1


"Abang durian, mari - mari sini... Aku mau beli! Rasanya pahit atau Manis, keduanya pun boleh! Asal hati Lala, semakin manis biar diabetes!"



Nella nyanyikan lagu si tukang bakso, dijadikan lagu si tukang durian. Edy sampai bengong mendengar Nella nyanyikan lagu itu. Tetap saja ini benaran momen terlucu baginya.



Mau nikah saja tingkah laku Nella tetap itu - itu saja. Benar kata Alex, ada cewek barbar ini, kehidupan keluarga Kusuma dan Kurniawan pun berwarna indah.



Apalagi si penjualnya senyun-senyum saat mendengar nyanyian Nella, buat para pelanggan pun kesemsem sama pasangan unik ini.



"Hei, Edy!" seseorang menyapa Edy tengah duduk menikmati durian



Edy dan Nella menoleh arah suara sapaan itu. Seorang pria tinggi, tampangnya campuran blasteran, terus di samping ada seorang wanita parasnya cantik nan ayu, terus seorang adik bayi dalam gendongannya. lucunya.



"Eh, Bryan! Enggak ingat, kamu. Mau beli durian juga?" sambut Edy, dan bertanya pada Bryan.




Nella masih menyantap durian hingga berlepotan kelima jarinya, apalagi tatapan matanya masih tertuju sama adik bayi yang lucu.



"Kak, nama adiknya siapa?" tanya Nella tanpa ba-bi-bu lagi untuk perkenalannya.



"Namanya Kendrick Edzard Gunadhya," jawabnya.



"Loh, satu lagi kemana, Bryan?" tanya Edy.



Edy ingat kalau sahabatnya ini memiliki dua kembar putra dan putri. Edy salut sama Bryan menaklukan hati seorang wanita wataknya keras banget namun hatinya sangatlah lembut.



Bryan dan Helen adalah sepasang suam istri begitu kocak banget. Bryan memang lelaki tegas dan posesif. Untung saja Helen bisa mengatasi sikap posesif suaminya.

__ADS_1



"Kimberly lagi sama Omanya, nanti juga menyusul. Terus, kamu kapan nikahnya, jangan lama, ya! usiamu enggak muda dua puluhan lagi," jawab Bryan terus mengomeli Edy



"Tunggu saja undangannya dariku, deh!" kata Edy



"Benarkah? Kapan? Jangan lama loh, enggak kasihan apa calon istrimu menunggu."



"Iya, tenang deh. Orangnya juga ada di sini kok!"



"Siapa?"



"Hai, Om! Kenalin Nella, istrinya Om Edy yang paling manis, cantik dan baik hati. Dua hari lagi Lala menikah, datang ya, Om!" langsung Nella bersuara tanpa ada rasa malu dengan keberanian perkenalkan diri kepada Bryan.



"Nella? Adiknya - Luna, istrinya - Alex?" tebak Bryan soalnya ia pernah dengar kalau Luna memang mempunyai seorang adik yang sedikit aneh.



"Situ, kenal, kenapa Om Edy malah sembunyiin ke Lala. Berarti Lala sudah terkenal dong! kayak artis saja!" cecar Nella



Edy diam seribu bahasa, Bryan melirik di antara mereka berdua seling bergantian, cucok banget deh.



Menunggu pesanan durian dari Bryan itu, akhirnya mereka berpamitan  pulang. Beberapa menit kemudian, Nella memesan satu durian lagi, tapi, meminta Edy membuka belahan durian itu.



"Om, bantu bukain duriannya! Lala mau lihat seberapa kuatnya Om belah durian itu!" perintah Nella tidak ada malunya suara tidak pernah di kecilin.



"Kok, Om yang belahin? Belah dirimu saja sanggup malahan!" Edy enggak mau kalah juga.



Orang yang duduk bersebelahan bisa senyum tipis, menemukan sepasang unik ini paling lucu. Jaman sekarang mana ada lagi malu - malu kucing.

__ADS_1



__ADS_2