Nella in Action

Nella in Action
Kencan Buta


__ADS_3

Malam telah tiba, Nella sudah siap untuk kencan buta dengan Edy. Sebenarnya Edy enggan untuk mengajak cewek barbar ini ke suatu tempat. Rasanya dia belum waktu untuk lakukan hubungan serius.



Nella keluar dari kamar segera turun dari tempatnya menyusul Edy. Edy sudah menunggu di depan mobil. Dia pun mendengus panjang napas itu, apa sudah tepat ngajak cewek remaja kencan buta.



"Ayo, Om! Lala sudah siap!" terdengar suara berisik dari cewek barbar.



Ketika Edy menoleh belakang, tidak dapat di hindari pelihatannya itu. Berbeda banget apa yang dia lihat. Nella memakai gaun kembang panjang tanpa lengan berwarna cream. Benar seperti bidadari sangat cantik memukau. Edy tidak bisa lepas pandangan itu.



Masih bisa pose lagi ekspresi Nella, senyumannya memang manis. Tidak heran kalau cewek ini benar barbar banget.



"Aduh, Om. Jangan lihati Lala kayak begitu, deh. Lala tahu, cantik, sampai enggak bisa kedip. Makanya, cepat hamilin, Lala." sewotnya si Nella



Edy tersadar lalu membuka pintu untuk Nella. Dia pun masuk senyum pada Edy. Ada rasa aneh di dalam tubuhnya, sedikit gesir saja. Menghidupkan mobil, Nella masih sempatnya mendandani wajahnya menggunakan bedak tipis pada spons.



Edy lirik dari arah kaca depannya, cantik, manis, pujinya dalam hati, tersadar ada yang lihat dari tadi. Nella memamerkan gigi ratanya putih bersih itu. Salah tingkah si Edy-nya.



•••••



Perjalanan menuju hotel berbintang lima, ada rasa gusar untuk Edy. Apa dia sudah yakin akan menghamili adik istri sepupunya. Sepertinya belum siap, karena ini acara peresmian dari proyek salah satu pengusaha di Singapura.



Sampai di hotel berbintang lima, Nella dan Edy masuk jalan berdampingan. Ada rasa getaran di tubuhnya seperti kesetrum listrik. Aneh saja sih, menurut Edy.



Ketika masuk ke dalam seluruh penjuru tamu memperhatikan sosok pasangan sejoli itu terpukau akan kecantikan Nella. Apalagi Jessica berada di hotel ini ikut memperhatikan pasangan Edy sekaligus kekasih lamanya.



Edy senyum dengan yang lain, apalagi Nella penuh percaya diri senyum pada para tamu yang tidak di kenalnya itu. Terus tidak merasa malu untuk berpose ketika photograper mengambil gambar mereka berdua.



"Lihat siapa gadis itu?"

__ADS_1


"Cantik sekali, apa kekasihnya?"


"Waaah... manis dan murah senyum gadis itu."


"Mungkin keponakannya? Atau..."



Bisikan mulai terdengar di telinga Jessica, semua tamu mulai menggosip dan membicarakan Nella yang asyik menempel pada Edy.



"Kamu disini dulu, aku sebentar saja," ucap Edy melepaskan pegangan dari Nella.



Nella melirik Edy sejenak, sebenarnya dia tidak  rela berpisah terlalu ramai. Soalnya dia sendiri juga tidak suka keramaian apalagi tidak ada satu pun di kenalnya.



Edy tengah menerima telepon, mungkin dari bisnis lain. Nella pun melangkah kaki, seseorang memanggilnya.



"Hei, nona!" teriakan dari samping, buat Nella menoleh dan semua cahaya memancarkan dirinya. Sehingga spontan Nella berpose paling unik.



Di pamerkan gigi putih rapi dan senyuman lebar serta dua jari mendekati matanya. Paling narsis untuk Nella sendiri, kembali dia berjalan mencari makanan untuk isi perutnya.




Jessica menghampiri Edy yang gusar itu. Edy kelupaan kalau ponselnya sekarang Ada padanya.



"Hai, Dy. Ada apa dengan dirimu?" tanya Jessica perhatian.



"Aku sedang mencari cewek barbar itu. Menghilang kemana dia," jawab Edy sambil menjinjit keramaian pengunjung di hotel seluas ini.



"Cewek barbar?" Kerut Jessica tidak mengerti



"Maksudku, Nella. Biasanya aku menyebut dia cewek barbar," katanya menjelaskan. "Oh... aku mengira cewek barbar yang di klub itu." Paham Jessica.


__ADS_1


Sementara itu, Nella nyasar kemana sampai tidak tahu jalan keluar. Di tempat keramaian ini membuatnya sedikit takut.



"Om, Om Edy!" panggil Nella melewati para penjuru tempat keramaian.



Rasa gementar mulai menyerangnya, ingin menangis tidak mungkin. Ketakutan mulai datang. Tidak sengaja menyenggol seseorang di sana membuatnya terhuyung jatuh.



"Hei, cantik, kamu tidak apa-apa?" seseorang mencoba membantunya.



Nella mendongak ketakutan, bukan karena dia takut pada orang yang tidak sengaja tabrak. Orang itu juga bingung dengan wajah panik pada Nella.



"Hei, kamu tidak apa-apa?" Sekali lagi orang itu bertanya.



"Jangan sentuh dia." Nella hapal sekali suara ini.



Tatapan tajam dari Edy pada seorang yang mencoba menyakiti cewek barbar itu. Waktu bersama Jessica, membuat gusar di dalam tubuh Edy tidak tenang. Jessica terus berbicarakan soal hubungan tentang masa lalu kebersamaan.



•••••



Nella tertidur pulas di dalam mobil, Edy tidak berani membangunkan cewek barbar ini. Di tepikan mobil itu, sesekali dia melihat wajah Nella yang lelap.



Dia teringat dimana waktu Luna menceritakan bahwa dia memiliki seorang adik perempuan yang begitu lemah pada tubuh serta fisik mentalnya, memiliki trauma pada masa lalunya. Sejak kecelakaan menimpa dirinya orang tua mereka meninggal bukan kesalahan Nella sendiri. Nella menangis histeris banyak yang menuduh dia telah membunuh orangtuanya sendiri kecelakaan lalu lintas.



Luna tidak pernah menyalahkan siapa pun. Ketika Nella sembuh dari musibah yang terus menimpanya, sikap yang labil, bertindak sesuka hati hanya untuk kesenangan dirinya sendiri. Luna sudah bersyukur kalau adiknya baik-baik saja.



Mengingat semua cerita dari Luna membuat Edy percaya, Nella bertindak konyol hanya menyembunyikan masa kelamnya. Dia juga tidak tahu kalau cewek di depannya ini memiliki jiwa lemah.



"Maaf." Hanya itu yang bisa Edy ucapkan pada cewek barbar ini.

__ADS_1



__ADS_2