
Pagi yang cerah, telah di nanti oleh Edy. Apa yang di nanti olehnya? tentu bukan hal aneh dong.
Nella sebenarnya malas banget temani Om Edy-nya ke suatu tempat. Karena desakan dan gombalan aneh itu bikin Nella tidak bisa menolak. Mau tak mau ia pun menurutinya.
Pakaiannya tanpa lengan berwarna cream abu-abu. Rambut di ikat satu bergelombang. Kata Edy, di sana akan di kunjungi tempat terbuka. Jadi enggak perlu pakai yang sopan.
Ada pesta kecil-kecilan, entah pesta apa, yang penting Nella tidak ingin jadi pawang nyamuk.
Sampai di tempat tempatnya kosong, tidak ada satu pun berkunjung. Nella sudah yakin pasti di jadikan pawang nyamuk. Buktinya Om Edy pakai style bajunya keren habis.
Siap-siap Nella merajuk, Edy pun entah pergi kemana pakai acara menghilang lagi. Beberapa menit kemudian datang anak kecil berjenis perempuan tengah membawa satu buket bunga berikan kepada Nella.
Nella makin bingung, kenapa di berikan kepadanya, katanya dari seseorang berikan kepadanya. Nella mulai mencari sosok seseorang tidak di temukan.
Ia pun mencuekinya, memainkan bunga itu di tangannya di cium sebentar, pada saat berputar tubuhnya, baru saja akan memarahi Om Edy.

Edy berdiri tersenyum kepada Nella, Nella merasa ada yang aneh saja sih. Padahal ia mau marahi, tapi kok ada sesuatu berbeda saja. Edy senyum dan menyentuh jari mungil itu dari cewek barbar.
__ADS_1
Kemudian memosisikan satu kaki di depan menahan kaki belakang, di keluarkan kotak kecil dari saku bajunya.
"Kamu tahu, momen yang di tunggu akhirnya tiba juga, untuk dua tahun yang lalu, Om minta maaf telah membuatmu marah, kesal, kecewa sampai di katai Php-in kamu. Om lakuin ini hanya mengetahui seberapa cintamu kepadaku, setelah lama tidak bertemu kamu telah tumbuh dewasa. Banyak kenangan lucu ketika bertemu, jiwaku adalah ragamu, jodohku adalah seorang cewek barbar yang aku sayangi dan cintai. Dengan lamaran yang di tunggu - tunggu, maukah menikah denganku?" Panjang lebar untuk edy mengungkapkan semua kepada Nella.
Nella jadi bingung sendiri antara senang atau sedih sih. Tentu dia senang dong, senang karena benaran di lamar.

"Tapi, ini benaran nyatakan, kan, Om?" Nella malah bertanya, jelas-jelas Edy memasangkan cincin jari manis itu.
"Berarti Nella sudah boleh di hamili sekarang dong?" kumat lagi si Nella.
"Soal hamil gampang, asal kamu tahan siksaan dari Om, ya!" balas Edy membisikkan sesuatu di telinga Nella.
Mulut Nella pun bungkam seketika, ekspresi Edy mulai senyum mencurigakan. Nella tidak bisa melawan kata- kata itu. Tetap saja, ia tidak akan merubahi momen ini.
"Oke, Lala siap, mau ronde berapa? Tapi, dengan syarat. Om ikut berteriak!" balas Nella menyusul jalan bersama.
__ADS_1
"Oke,"
Dalam mobil Nella dan Edy tengah bermain game dropdom puzzle siapa yang kalah salah satu harus berteriak, jika tidak, ciuman panas kembali di mulai.

Namun, Edy kalah total. Ia pun terpaksa berterkak menbuat para masyarakat lewat meliriknya.
"Nella, aku cinta padamu!" teriaknya.
"Kurang kencang, Om, lagi!"
"NELLA, AKU CINTA PADAMU!" teriaknya tepat sasaran seorang wanita gila lewat mendekati Edy seketika.
"Kamu cinta padaku?" ucapnya mecolek dagu Edy.
Nella turun dari mobil itu, untuk meninggalkan Edy di sana. Tapi, Edy tidak bodoh, ia menarik lengan cewek barbar itu ke pelukannya. di kunci rapat-rapat apalagi jendela juga di tutup agar tidak ada yang bisa masuk sembarangan.
__ADS_1