
Selama proses kehamilan, hari yang di tunggu telah tiba. Nella sedang berbaring tidur setelah melahirkan sang buah hati yang begitu manis, imut, lucu, chubby, putih, benaran mirip blasteran.
Lahir prematur adalah kehidupan yang kecil, tapi mereka tidak pernah merasa khawatir kalau buah hati yang telah lahir ke dunia tepat di hari ulang tahun suaminya.
Edy telah berusia 34 tahun genap usia yang tidak di duga. Putri kecil yang imut dan manis membuat Edy benar ingin mencium setiap hari.
Tapi melihat kondisi istrinya yang sedikit absurd bikin jantung dadakan pada saat di rumah sakit berteriak seperti di cekik setan. Perawat ada di dalam kamar persalinan pun ikut panik oleh tingkah absurdnya.
Flashback 5 jam yang lalu...
"Om! ini sakit banget! huh... huahu...!" pekiknya ketika dokter minta mengejan lagi.
"Ya, tahan, La. Namanya juga lahiran! Pasti sakit!" kata Edy menghibur sambil mengelap keringat di keningnya.
"Ya, tetap saja ini sakit, pertama awal Om main tusuk menusuk! Aaahh... Sakiittt!" Nyerocos Nella masih bisa pula mneggomel dalam keadaan persalinan.
Dokter yang sedang memlahiri lahiri perawat yang ada di sebelah dokternya terpaksa menahan senyumnya. Soalnya baru kali ini ketemu pasangan somplak bisa bicara hubungan malam pertama.
"Ya, itu beda dong, sayang. Ini demi anak kita juga. Nanti sudah keluar nggak sakit lagi kok," ucap Edy bisa menggombal lucu.
Perdebatan dengan keadaan melahirkan memang bikin orang berpikir hal aneh di otak mereka masing-masing tak ada rasa malu mengatakan itu semua. Aib pun terbongkar dari mulut mereka.
Tak butuh waktu yang lama akhirnya suara tangisan bayi pun terdengar jelas di telinga sepasang orang tua ini.
Flashback tutup...
__ADS_1
Roy, Della, Luna, Marcello, Alex tengah duduk di salah satu sofa empuk. Kamar VIP yang benar praktis seperti apartemen saja.
Edy terlalu berlebihan sampai keluar dana demi kenyamanan sang istri dan buah hati. Beda jauh Luna sama Alex. Ya pasti dong hotel berbintang lima paling besar di jakarta miliknya, beberapa proyek ada di luar negeri masih dalam proses tahap pemulihan. Beruntung banget lah si Nella dapat suami mapan dan kaya raya banget.
Putri kecilnya di bawa oleh perawat menemui si ibundanya. Nella baru saja bangun dan sangat nyenyak banget tidurnya seharian penuh tanpa ada yang menganggu.
Nella senang, bahagia, gembira akhirnya ia jadi orang tua. Edy duduk di sisi sebelah kanan mengelus kepala yang sedikit tumbuh rambut kecil itu.
"Selamat datang di dunia Baru, Tiara Adilla Kusuma." Nella menyebutkan nama untuk putrinya.
"Tiara?" ulangnya, "Iya, nama putri kecilku Tiara Adilla Kusuma. Kenapa jelek ya?" Nella balik bertanya.
"Enggak, bagus kok, nama yang indah." jawabnya di Edy.
•••••
Enam tahun kemudian. . . .
"Ma, mama kok panggil Papa kok Om?" tanya Rara.
Rara adalah panggilan lucunya dari nama Tiara Adilla Kusuma.
"Karena usia mama dan papa jauh sekali, sayang." jawabnya.
"Jauh? Kok bisa, Ma? Sejauh mana, Ma?" tanyanya lagi.
__ADS_1
"Sejauh antara Bumi ke Neptunus," jawabnya mengopek tauge satu kilo
"Wah... jauh banget, terus Mama kok bisa ketemu Papa?"
"Karena Mama mengejarnya,"
"Mengejarnya? Tapi, jauh, kok pakai kejar, apa mama nggak capek berlari terus?"
"Nggak dong, sayang. Kalau cinta itu sudah ada di depan mata, tetap harus perjuangkan sampai dapat. Sebagaimana pun dia menghindar tetap akan dekat dan dekat. Suatu hari nanti, ketika sudah dewasa, kamu akan tahu apa itu Cinta." Kata Nella memberitahukan kepada putri kecilnya.
"Cinta? Seperti Mama cinta sama Papa terus aku di lahirkan? Apa cara buatannya susah, Ma?"
"Hm... Tunggu saatnya tiba, kamu akan tahu."
"Kok, tunggu sih, ma. Kan, Rara pengen tau. Seperti buat adonan kentang!"
Nella baru akan beritahu, suaminya sudah pulang cepat. Entah apa yang di bawahnya itu. Es krim lagi, hari hari es krim lama-lama muka jadi es krim.
"Papa kok emut bibir Mama? Rara juga dong!" Seru Rara buat kedua orang dewasa ini lupa segala hal.
Mereka melupakan putrinya ada dirumah ini. Hubungan kemesraan terpaksa di tunda. Rara terus menggangu kemesraan kedua dewasa ini.
T A M A T
__ADS_1