Nella in Action

Nella in Action
Bakat terpendam


__ADS_3

Perdebatan mereka telah usai, kini mereka akan mencari makan siang, mengisi perut yang tengah berdemokrasi minta di isi. Perjalanan kaki memang sehat, di sini banyak tempat makanan yang bisa di santap. Tapi, mereka akan mencari lebih nyaman dan mengasyikan sekaligus bisa melihat sekitar gedung-gedung zaman kuno.



Tidak perlu cari tempat yang mewah banyak di sekitar sini buka sajian lezat terbuka dan sesuai di lidah mereka berdua. Nella memesan makanan yang setara dengan lokal mereka.



Roti coklat dengan baluran karamel, plain, atau keju ini bisa harganya pun murah, selain itu mereka mencari tempat makanan lain sambil berjalan kaki lihat gedung lama, menara Eiffel, taman, dan lain sebagainya.



"Om, nanti kita foto di sana, ya! Sepertinya bagus banget." Di tunjuk salah satu gedung tinggi itu.



"Oke," sahutnya.



Mereka tengah duduk menikmati makanan yang di beli tadi. Tak lama kemudian ada yang mengamen di salah satu jalan, berbagai macam alat musik, ada juga penari, beatbox, macam-macamlah.



Nella bangkit dari duduknya melanjutkan perjalanan, namun bukan menuju tempat yang ia inginkan melainkan melihat aktrasi bakat main musiknya.



Edy mengambil ponselnya merekam pertunjukan itu. Suaranya benar bagus, sepertinya Nella menyukai musik. Dari pengamen itu, mengucapkan Terima kasih kepada mereka.



Lalu, Nella melangkah maju ke tempat di mana pengamen itu untuk menyanyikan lagu berbeda, Edy mencoba untuk menghentikannya, keduluan cewek itu telah berbisik sesuatu kepada pengamen nya.



Merasa paham apa yang di bisikan, kemudian ia pun memegang mic itu menyanyikan sebuah lagu.



You're the light, you're the night



You're the color of my blood

__ADS_1



You're the cure, you're the pain



You're the only thing I wanna touch



Never knew that it could mean so much, so much



You're the fear, I don't care



'Cause I've never been so high



Follow me through the dark




You can see the world you brought to life, to life



So love me like you do, lo-lo-love me like you do



Love me like you do, lo-lo-love me like you do



Touch me like you do, to-to-touch me like you do



What are you waiting for?

__ADS_1



Para pengunjung menonton kemerduan suara dari cewek asal Indonesia ini. Edy sendiri masih merekam video di mana Nella menyanyikan lagu Ellie Goulding


Lagu yang pernah di dengar olehnya itu. Zaman-zaman, selain istrinya barbar, ternyata pintar bernyanyi, tanpa rasa malu Nella memperlihatkan kepada semua orang di sini, bakat terpendamnya tarian balet, tubuhnya benaran lentur banget.



Para pengunjungnya terpukau dengan tarian dari wanita itu. Tepuk tangan meriah dari mereka.



"Extraordinaire (luar biasa)" teriak pengunjungnya.



Seseorang pengamen bersuara, menanyakan kepada Nella sebelum ia meninggalkan tempat itu.



"Where do you come from?" tanya pria bertopi itu menggunakan mic-nya.



"Indonesia!" jawab Nella.



Sekali lagi mereka memberikan tepuk tangan kepada Nella.



"What's your name?" Pria itu bertanya lagi.


"My name's Nella, can call my name Lala," jawabnya membalas menggunakan bahasa Inggris pasifnya.



Edy yang ada di sampingnya, salut dengan apa ia lihat itu. Ia pikir selama ini wanita yang nikahi itu hanya memiliki otak aneh, absurd, somplak. Ternyata diam-diam mempunyai rahasia yang begitu besar.



Tidak hanya itu, percakapan dengan seorang pria asing tidak luput berhenti memperhatikan istrinya yang sangat luas ilmu pengetahuan tentang alat musik serta prasejarah yang ia ingat.


__ADS_1


Merasa terlupakan oleh istrinya, keasyikan bercakap dengan pria asing. Tetap dengan setia ia menunggu percakapan dengan pria itu hingga selesai, Edy masih bisa pergi sebentar memberi camilan untuk istrinya itu.



__ADS_2