
Sampai di rumah sakit, bawah bingkisan banyak, para pengunjung pada perhatiin bawaan Edy, apalagi si suster sama dokter lewat lalu lalang sekitar kamar pasien.
Masuk ke dalam kamar Nella di rawat, Luna dan Alex lagi ke supermarket terdekat beli beberapa camilan dan susu bubuk untuk kehamilan yang sudah habis.
Nella lagi main game dropdom puzzle buang suntuk.
"Ini..."
Edy berikan satu bungkus mie balap, satu kotak ukuran besar pizza dan juga jus semangka kesukaannya.
Nella menerimanya... Ketika di buka bungkusan mie balap, wajah yang berseri menjadi redup alias padam.
"Kok, mie goreng? Kan, Lala pesannya Mie balap. Mie kuning besar. Ini mah, Mie goreng keriting!" Protesnya
Edy mengaruk kepala yang tidak gatal. "Ya penting Mie, kan."
"Om, yang makan saja!"
Edy mengerut, dia tidak suka sama mie goreng keriting. Nella mengantung tangan terlihat pegal itu.
"Hmm... itu..."
"Mubadzir, Om, salah sendiri belinya mie goreng keriting," celetuk Nella.
__ADS_1
Edy menelan ludah, menatap mie seperti tatapan reptil mengerikan.
Nella mengambil sepotong pizza tipis besar, menggigit tanpa malu. Benar nikmat dan lezat.
Edy sengsara, sedikit pun tak di sentuh mie itu. Bodohnya, padahal waktu pergi beli kata penjualnya itu mie besar.
Flashback 30 menit yang lalu...
Berhenti di salah satu kaki lima gerobak spanduk gambar beraneka makanan bentuk mie.
Menghampiri si penjual itu, di lihat sesuai dengan ciri - ciri mie oleh Nella. Mie kuning besar.
"Mau beli apa, Kang Mas?" tanya si penjual mie.
"Ini Mie apa, ya, Buk?" tanya Edy
"Mie kuning," jawabnya.
"Kok keriting?" tanya Edy lagi
"Mie itu semua keriting kok, Kang Mas." jawabnya
"Ya sudah, satu bungkus, lah."
Nah, si penjualnya pun mulai mengoseng mienya. Baunya sih sangat enak, tapi, gilanya itu cabai rawit sama sambal, perut Edy mulai memanas.
__ADS_1
Flasback off.
Nella kenyang dengan potongan ketiga pizza, tinggal duan potong lagi bisa di lanjutkan nanti malam. Menyeruput jus semangka benar segar di tenggorokan.
"Kok, enggak di makan?" tanya Nella melirik masih utuh mienya.
"Tidak lapar," jawabnya, tapi suara perutnya berbunyi. Krroookk
"Itu, perutnya minta di isi. Makan saja, kalau enggak cepat di santap, nanti kembang tak enak lagi," kata Nella
Glek! Telan satu kali air liurnya. Mimpi apa semalam harus memakan mie jahanam ini. Reptil, benar menjijikkan.
Satu suapan masuk ke dalam mulutnya, digigit perlahan, rasanya pedas, minyak, asin, dan kenyal lembek di lidah. Di tahan agar tidak memuntahkan mienya. Langsung di minum satu gelas air putih di sebelah nya.
Nella kembali tidur, efek mengantuk, padahal enggak minum obat. Memang dasar pig girl. Edy langsung membungkus kembali mie jahanam, buang sejauh-jauhnya dari pandangan.
Segera berkumur-kumur agar tidak ada sisa tertempel kerangka gigi, dinding kedua pipinya, serta lidahnya. Rasanya benar menjijikkan.
Membayangkan saja, seperti di keliling oleh reptil lunak binatang mengerikan. Di tatap wajahnya pada pantulan cermin sendiri.
Diperhatikan wajah cewek barbar itu, tidak bisa lepas dari pandangannya. Di lirik jari manisnya, Edy beneran tidak sabar segera menikahi Nella.
Ponsel Edy bergetar, di lihat sekali nama tertera. Di abaikan membiarkan getar dalam saku bajunya. Ia lagi fokus menatap wajah cewek barbar saat tidur amat tenang itu.
__ADS_1