
Filmnya sudah hampir di mulai, Nella cepat - cepat menghabiskan esk krimnya. Kalau Edy santai saja, tidak perlu di hebohkan. Tempat duduk sudah di amankan.
Teater 1, Nella berikan tiket kepada penjaga pintu gerbang, Edy mengekornya.
Setelah itu di carilah tempat duduk yang sesuai. Nella duduk di dalam sedangkan Edy di luar.
Sepuluh menit lagi film akan di nyalakan, di dalam ada penjual minuman dan popcorn.
"Om, beli popcorn, dong!" di pukulnya tangan Edy
"Baru habis makan es krim, sekarang popcorn, nanti enggak habis bagaimana?" si tukang omel beraksi.
"Kan, ada tukang sampah yang habisi," cemberut si cewek barbar-nya.
"Tukang sampah? Siapa? " Makin bingung saja dan di pertanyakan
"Om Edy, he he he..." jawabnya pakai cengiran pula.
Edy menghembus napasnya panjang, kebiasaan jadi tawanan cewek barbar.
Mau tak mau pun ia beli popcorn itu untuk calon istri barbar.
"Yang besar, Om, biar seru makan sambil nonton," kata Nella.
Dibeli, lah, ukuran jumbo. Dua puluh menit kemudian, filmnya pun di mulai. Nella menyeruput minum dingin bersoda dan popcorn ada di tangan pangkuan Edy.
Berselang beberapa menit kemudian, para penonton tertawa karena kekonyolan Aladin bikin kocok perut. Benar lucu banget. Sampai Edy dan Nella tertawa cengiran.
__ADS_1
Popcorn yang di beli tidak di sentuh sedikit pun. Kadang Edy berikan kepada Nella, sebagai suapan. Nella menerima, ada juga kejahilan Nella saat calon suaminya berikan kepada popcorn itu kepadanya. Bukan popcorn yang dia gigit tapi jarinya. Sehingga para penonton pun terganggu olehnya.
Akhirnya selesai juga filmnya mereka pu keluar dari teater tersebut. Nella sesak kebanyakan minum bersoda sedangkan popcorn masih utuh dan penuh. Terpaksa di bawa pulang.
Sudah Edy duga bakalan tidak di habiskan olehnya. Nella keluar dari toilet itu, di kaitkan lengannya untuk mencari makanan.
"Popcorn nya saja belum di habiskan, ini mau cari makan lagi?" Kembali merepet.
"Kan, yang mau makan, aku. Bukan, Om!" ketus Nella menggembungkan kedua pipinya.
"Iya, iya, cari makan. Apa diriku hanya jagung jantan." Rasanya Edy pengin mengikat cewek barbar ini, kalau bisa bikin dia enggak bisa jalan sekalian.
•••••
"Jangan makan terlalu banyak, nanti sakit gigi, berlubang terus gendut, loh!" di ingatin lagi si Nella nya sama Edy
"Bilang saja, Om enggak suka Lala makan es krim terus, takut, ya, kalau Lala gemuk?" Mulai mengejek dia nya.
"Enggak?" elaknya
"Kalau Lala gemuk, nanti yang lain mengira Lala hamil loh, kan, bagus! proses pelatihan!" ucapnya
__ADS_1
Bisanya memutar kedua bola matanya, tidak dapat di katakan lagi untuk calon istrinya ini.
"Akh!" ringisnya menyentuh pipi kirinya.
"Kenapa?" tanya Edy cemas tidak menentu.
"Sakit! hehh..." jawabnya meringis tidak tertahan.
"Mana coba, aku lihat," Nella membuka mulutnya.
Si Edy mengecek sederetan gigi itu, di masukan jarinya dan "Akh!"
Nella menggigitnya saat ujung telunjuk Edy masuk di dalam mulutnya.
"Sakit?"
"Kamu! Awas ya! sudah nikah, bakalan aku sobek enggak bisa jalan!" serunya menggoyangkan jarinya
"Sobek apa, Om? Roti Sobek? Boleh, Om! Nanti Lala bantu sobekin, lumayan di elus juga bisa." ucapnya sambil cengiran.
"Sobek dirimu!" balasnya gemas
__ADS_1
Nella cuek pura enggak dengar balasan dari calon suaminya. Enggak menyuap es krim durian ke mulutnya.