Noda (Cermin Yang Retak)

Noda (Cermin Yang Retak)
Kenyataan


__ADS_3

“Ayah jangan berburuk sangka dulu. Kalau nanti Leo juga tidak mau bertanggung jawab, baru kita pikirkan untuk kedepannya. Yang penting kedua orang tuanya sudah mengakui kesalahannya dan berjanji akan bertanggung jawab.


Jadi ibu rasa, kita harus bisa menerima musibah ini dengan lapang dada.


Jangan pernah menyimpan dendam di dalam hati karena itu akan menjadi duri dalam kehidupan kita. Hidup kita tidak akan tenang karena masih menyimpan dendam pada orang lain.


Bagi ibu yang penting keluarga Leo dan Leo sudah mengakui kesalahannya. Hati orang tua mana yang tidak sakit melihat anaknya diperkosa seperti Jihan. Tapi kemarahan dan dendam tidak akan menyelesaikan masalah.


Kalau ditanya ibu, hati ibu sangat sakit dan tidak bisa menerima semua ini. Tapi ibu kembali ingat akan kematian. Kita nggak tau kapan ajal akan menjemput kita. Seandainya kita mati masih menyimpan dendam maka kita tidak akan tenang di alam kubur sana.


Jadi kita harus ikhlas menerima cobaan ini dan semoga Allah akan memberikan jalan keluar yang terbaik buat kita.”


Setelah bu Dwi memberikan nasehat yang cukup panjang pada suaminya, pak Herman hanya diam saja karena apa yang dikatakan istrinya benar. Karena setiap manusia pasti pernah berbuat salah jadi kesalahan itu nggak perlu diperpanjang karena akan menimbulkan rasa sakit hati dan dendam.


***


Setelah pak Herman mengizinkan bu Dwi untuk memberitau keluarga Leo, kemudian bu Dwi pun menelepon mamanya Leo.


[“Halo selamat siang...”] ucap bu Rini mamanya Leo saat menerima telepon dari bu Dwi.


[“Selamat siang Bu. Maaf Bu mengganggu waktunya.”]


[“Maaf ya, kalau boleh tau ini dengan siapa ya?”] tanya bu Rini.


[“Saya ibunya Jihan, Bu...”]


Mendengar kata Jihan, bu Rini tersenyum bahagia.


Dia merasa senang karena ibunya Jihan mau menghubunginya.


[“Gimana kabarnya Bu?”] tanya bu Rini.


[“Saya sehat Bu. Ibu sendiri gimana, sehatkan?”] tanya bu Dwi.


[“Sehat Bu. Ada berita tentang Jihan ya Bu?”] tanya bu Rini tidak sabar.


[“Iya Bu. Saya mau memberitau pada Ibu dan bapak bahwa Jihan sudah ditemukan.”]


[“Jihan sudah ditemukan?”] tanya bu Rini seperti tidak percaya.


Terdengar suara bu Rini sangat bahagia ketika mendengar kalau Jihan sudah ditemukan.


[“Iya Bu, Jihan sudah ditemukan.”]


[“Syukurlah Bu karena kami dan Leo sudah menghubungi semua temannya tapi tidak ada satu pun temannya yang tau dimana keberadaan Jihan.”]


[“Jihan sempat pingsan dan ditolong oleh seseorang.”] jelas bu Dwi.


[“Ya Tuhan... Tapi dia nggak apa-apa kan?”]


[“Nggak Bu. Sampai saat ini Jihan sehat Bu.”]

__ADS_1


[“Syukurlah kalau memang seperti itu. Jadi kapan kami bisa datang ke rumah Ibu ya?”] tanya bu Rini.


[“Nanti aja Bu kalau Jihan sudah pulang ke rumah.”]


[“Loh... memangnya Jihan sekarang di mana Bu?”] tanya bu Rini heran.


[“Sebenarnya Jihan sudah ditemukan oleh seseorang tetapi Jihan belum mau untuk dibawa pulang kemari.


Dia masih shok Bu dan dia sempat tidak mau berbicara.


Dia seperti orang yang ketakutan Bu.”] jelas bu Dwi.


[“Ya Tuhan. Maaf atas kesalahan anak saya ya Bu...”] ucap bu Rini yang merasa menyesal.


[“Iya Bu, kami sudah memaafkan.”]


[“Jadi gimana cerita selanjutnya Bu.”]


[“Jihan kemudian dibawa ke psikolog.


Saat ini kejiwaannya sudah normal kembali. Perasaan takutnya perlahan mulai hilang, hanya Jihan belum mau dibawa pulang ke rumah.


Dia minta waktu untuk menenangkan diri dulu. Nanti kalau dia sudah merasa tenang maka orang yang menolong Jihan akan membawa pulang ke rumah.”]


[“Jadi Ibu sudah pernah ketemu dengan Jihan?”]


[“Belum Bu karena ini masih dirahasiakan oleh orang yang menolongnya. Jihan mengatakan pada orang itu agar jangan memberitau kami.


Tapi orang yang menolong Jihan itu merasa bersalah kalau tidak memberitau pada kami makanya tanpa sepengetahuan Jihan orang itu datang ke rumah saya dan memberitahukan bahwa Jihan sudah ditemukan. Tentu hal ini membuat kami lebih tenang Bu.”]


[“Benar Bu. Saya juga merasa tenang setelah Ibu katakan Jihan sudah ditemukan. Nanti kalau Jihan sudah pulang ke rumah, jangan lupa kabari kami ya, Bu. Kami akan datang ke rumah Ibu dan akan


mempertanggungjawabkan semua kelakuan anak kami.


Sekali lagi kami mohon maaf yang sebesar-besarnya pada Ibu dan Bapak terutama pada Jihan karena kelakuan Leo, Jihan dan ibu menanggung akibatnya.”]


Setelah mendapat kabar kalau Jihan sudah ditemukan, bu Rini merasa tenang karena beban pikiran yang selama ini dipendamnya berangsur-angsur hilang. Sekarang yang harus dipikirkan adalah bagaimana pertanggungjawaban yang akan diberikan pada Jihan karena Jihan dan Leo berbeda keyakinan yang membuat tidak ada titik temunya.


Hal inilah yang menjadi beban terberat bagi keluarga Jihan dan juga keluarga Leo.


***


Begitu pak Rinto pulang ke rumah, bu Rini langsung memberi kabar gembira ini pada suaminya.


Melihat istrinya senyum-senyum, pak Rinto merasa heran.


Dia langsung bertanya pada istrinya.


“Pasti ada sesuatu yang ingin Mama minta, makanya sejak papa masuk rumah ini, Mama banyak tersenyum,” ucap pak Rinto tersenyum sambil menggoda istrinya.


“Papa ini ada-ada aja sih,” ucap bu Rini cemberut.

__ADS_1


“Bukankah sudah kebiasaan Mama seperti itu. Kalau ada yang Mama minta pasti Mama bersikap baik pada papa.”


“Apa memangnya selama ini mama tidak pernah bersikap baik pada Papa?”


“Mama sih memang baik tapi tidak sebaik hari ini,” ledek pak Rinto membuat bu Rini semakin kesal.


“Terserah penilaian Papa


aja deh,” ucap bu Rini.


“Ya udah, sekarang coba Mama ceritakan alasan Mama sejak tadi senyum aja.”


“Begini Pa. Tadi ibunya Jihan menelepon mama,” ucap bu Rini terputus.


“Memangnya ada apa Ma, apa Jihan sudah pulang?” tanya pak Rinto tidak sabar.


“Tunggu dulu Pa, mama kan belum selesai berbicara.”


“Ya udah Mama lanjutkan deh...”


“Kata ibunya Jihan, Jihan sudah ditemukan.”


“Ya Tuhan, terima kasih Tuhan. Jadi gimana kondisi Jihan sekarang?”


“Saat ini kondisi Jihan baik-baik aja Pa. Tapi Jihan sempat trauma dan syukurnya orang yang menemukan Jihan membawa Jihan ke psikolog dan sekarang mental Jihan sudah normal kembali.”


“Kasihan kali Jihan...”


“Tapi Jihan belum mau diantarkan pulang.”


“Kenapa nggak mau Ma?”


“Kata ibunya, Jihan masih mau menenangkan diri dulu. Nanti setelah benar-benar tenang, dia baru pulang ke rumah.”


“Leo udah tau Ma kalau Jihan sudah ditemukan?”


“Belum Pa karena Leo belum pulang sampai sekarang.”


“Memangnya Leo ke mana Ma?”


“Katanya tadi mau ke rumah temannya.”


“Kok tumben Leo main ke rumah temannya?”


“Mungkin dia bosan Pa karena selama ini kan Leo di rumah aja. Teman dekatnya Bobby sibuk ikut bimbel sedangkan Tino ikut mengurus kebun sawit ayahnya.


Jadi nggak ada temennya Leo makanya Leo di rumah aja.”


“Jadi sekarang Leo pergi ke rumah temannya yang mana Ma?” tanya pak Rinto lagi.


“Katanya mau main ke rumah Tino karena Tino sudah pulang dari Tapanuli Selatan. Tapi minggu depan Tino akan kembali lagi ke Tapanuli Selatan,” jelas bu Rini.

__ADS_1


__ADS_2