
Leo yang sedang terkapar di aspal langsung diangkat ke pinggir jalan sambil menunggu pertolongan. Sidik yang melihat kondisi Leo sangat mengenaskan langsung terduduk lemas di sampingnya.
Dia merasa bersalah karena telah menawarinya untuk ikutan balapan liar.
Padahal Leo sudah lama tidak pernah mau mengikuti lomba balap liar karena akan mempertaruhkan nyawanya.
Balapan liar memang selalu dilakukan oleh remaja ketika sudah jam dua belas malam lebih karena suasana jalanan sunyi.
Banyak teman-teman Leo yang selalu mengikuti balapan liar itu karena yang menang dalam bapalan liar akan mendapat uang. Karena balapan liar itu memakai taruhan berupa uang sehingga banyak yang selalu ikut meskipun nyawa taruhannya.
Sidik dan teman-temannya berusaha meminta pertolongan pada kendaraan yang melewati jalan itu. Tapi karena kendaraan yang melewati jalanan hanya sedikit sehingga hampir sepuluh menit berlalu baru mereka menemukan kendaraan yang mau membawa Leo ke rumah sakit.
Begitu mobil berhenti dan membuka pintunya Leo langsung dimasukkan ke dalam mobil.
Darah pun berceceran di sana sini membuat jok mobil itu terkena darah Leo. Sidik dan teman-temannya sempat panik ketika melihat darah yang keluar dari tubuh Leo cukup banyak.
Mereka semuanya merasa sedih melihat temannya terluka bahkan kondisinya sangat mengenaskan.
Leo langsung dibawa ke rumah sakit oleh teman-temannya. Tapi sayangnya masih di tengah perjalanan Leo menghembuskan nafasnya yang terakhir. Sidik yang ikut memangku tubuh Leo langsung lemas ketika melihat Leo menghembuskan napas terakhirnya. Tidak ada kata terakhir yang diucapkan hanya terdengar suara mengerang kesakitan.
Sidik langsung memeluk Leo sambil menangis. Dia seperti berminpi menyaksikan kejadian yang begitu menyedihkan. Baru beberapa menit yang lalu dia ngobrol dengan Leo tapi sekarang Leo sudah tiada untuk selama-lamanya. Hal ini membuat luka yang sangat dalam bagi Sidik dan juga teman-teman lainnya.
Meskipun Leo sudah menghembuskan napas terakhirnya tapi Sidik dan teman-teman lainnya tetap membawa Leo ke rumah sakit.
Kemudian Sidik dan temannya menghubungi teman-teman yang lainnya memberitau tentang kematian Leo. Semua teman-temannya tercengang mendengar berita kematian Leo yang begitu tiba-tiba.
Bobby yang merupakan teman kompak Leo seperti tidak percaya mendengar berita kematian Leo dari Sidik.
__ADS_1
Karena satu jam yang lalu Leo sempat menelpon Bobby dan menceritakan tentang kekesalannya pada mamanya. Leo menceritakan semuanya pada Bobby tentang masalah yang sedang dihadapinya. Tapi Bobby tidak menduga kalau Leo akan mengikuti balapanan liar itu.
***
Tempat pukul dua dini hari bu Rini terbangun dari tidurnya ketika mendengar ponsel suaminya berdering. Bu Rini langsung membangunkan suaminya ketika mendengar suara ponsel suaminya berbunyi.
“Pa.... Papa, bangun. Itu ada yang menelpon,” ucap bu Rini yang masih ngantuk.
“Hemm...” jawab pak Rinto tapi tidak terbangun juga.
Akhirnya bu Rini langsung meraih ponsel itu yang diletakkan di atas nakas di samping tempat tidurnya. Terlihat panggilan masuk dari nomor yang tidak dikenal.
Masih setengah sadar bu Rini langsung mengangkat ponsel itu. Begitu mendengar berita kalau Leo telah meninggal dunia bu Rini langsung menjerit histeris membuat pak Rinto langsung terbangun.
“Ada apa Ma, ada apa?” tanya pak Rinto sambil mengguncangkan bahu istrinya.
Pak Rinto yang merasa penasaran langsung meraih ponselnya yang terjatuh di lantai dan dia menelepon ke nomor yang masuk barusan tadi.
Setelah ditelepon ke nomor itu barulah pak Rinto mendapat informasi kalau Leo barusan saja meninggal dunia dan sekarang sedang berada di rumah sakit.
Pak Rinto tidak menyangka ternyata Leo yang dipikirnya sedang tidur di kamar ternyata sedang ikutan balap liar. Pak Rinto merasa bersalah karena tidak mengetahui kalau Leo ikutan balap liar karena saat Leo keluar rumah, dia tidak ada pamit pada kedua orang tuanya.
Begitu menerima berita kematian Leo, pak Rinto seperti tidak percaya. Dia langsung melihat ke kamar Leo. Begitu Leo tidak ditemukan di kamarnya barulah pak Rinto.
***
Keesokan paginya bu Dwi yang mendapat kabar kalau Leo telah meninggal dunia langsung pergi ke rumah Leo untuk mengucapkan turut berduka cita atas meninggalnya Leo.
__ADS_1
Walaupun sebelumnya pak Herman merasa benci pada Leo, tapi mendengar berita kematiannya pak Herman merasa sedih dan kasihan juga pada Leo terutama pada kedua orang tua Leo.
Padahal rencananya sore ini Leo dan kedua orang tuanya akan ke rumah Jihan untuk bertanggung jawab atas kehamilan Jihan. Tapi semuanya sudah ditentukan oleh Allah. Ternyata Allah menentukan lain yaitu sebelum Leo bertanggung jawab atas kehamilan Jihan, dia sudah meninggal duluan.
Pada acara pemberangkatan jenazah Leo ke kuburan tanpak kedua orang tua Jihan dan Jihan hadir di sana. Bu Rini sempat memeluk Jihan dan meminta maaf pada Jihan atas kesalahan anaknya.
Jihan hanya bisa menangis mendengarkan permintaan maaf dari mamanya Leo.
“Maafkan Leo, Jihan. Leo telah banyak membuat kesalahan.” Disela isak tangis bu Rini.
“Iya Bu, Ibu yang sabar ya.” Jihan berusaha menghiburnya.
Bu Rini kelihatan sangat terpukul dengan kepergian anak satu-satunya.
Jihan sebenarnya membenci Leo karena Leo telah menghancurkan masa depannya, tapi melihat jenazah Leo, Jihan merasa kasihan. Dia langsung mengelus perutnya yang masih kempes.
Dengan perasaan sedih dia berkata dalam hati. ‘Ayah kamu telah meninggal dunia nak. Ibu akan selalu menjagamu dan melindungimu walaupun kamu belum lahir ke dunia.
Ibu dapat merasakan kesedihan yang kamu alami saat ini. Pasti kamu juga sedih melihat ayahmu sudah meninggal nak. Tapi yakinlah ibu akan selalu menyayangimu meskipun kamu sudah tidak mempunyai seorang ayah.’
Tanpa terasa Jihan meneteskan air matanya. Dia membayangkan betapa sedihnya nasib anaknya yang akan lahir karena sudah tidak mempunyai ayah.
Ketika peti jenazah sampai di kuburan tiba-tiba langit mendung dan pertanda akan turun hujan. Terlihat orang yang akan memasukkan peti itu ke dalam kuburan tampak buru-buru karena langit sudah mendung.
Pak Rinto dan bu Rini tampak gelisah karena langit sudah gelap tetapi jenazah belum selesai dikuburkan. Pak Rinto dan bu Rini tak hentinya berdo’a supaya hujan jangan turun dulu sebelum jenazah ini selesai dimakankan. Ternyata doa kedua orang tua Leo pun terkabul ketika jenazah selesai dikuburkan tidak lama kemudian hujan pun turun dengan derasnya mengguyur isi dunia.
Pak Rinto dan bu Rini yang sempat terkena air hujan merasa bersyukur karena anaknya telah dikuburkan sebelum hujan turun karena sebelumnya kedua orang tua Leo sempat gelisah karena langit sudah mendung tetapi jenazah belum selesai dikuburkan.
__ADS_1
Begitu proses penguburan selesai, semuanya berpulangan termasuk kedua orang tua Leo. Dengan perasaan sedih yang mendalam kedua orang tua Leo pun pulang ke rumah.