Pacaran Setelah Menikah (HALAL)

Pacaran Setelah Menikah (HALAL)
Selamat ulang tahun


__ADS_3

"Adek, maafkan abang juga ya!" Alex tidak tega melihat adik kesayangannya menangis seperti itu.


Ara melepasakan pelukannya lalu menatap abangnya. "Gak mau." Ara menghapus air mata yang selalu mengalir di pipinya.


"Udah dong jangan marah!" ucapnya lembut.


"Yang ulang tahun kan suaminya adek! tapi, kenapa adek yang dibuat nangis!" lirih Ara.


"Kasihan bangat putri kecilnya Mama, jangan sedih lagi ya sayang! sini sayang Mama peluk kamu," kata Mama Ara merentangkan kedua tangannya.


Ara menggeleng kepala melihat ke arah suaminya "Honey." manja Ara langsung memeluk Tommy, dengan senang hati Tommy menerima pelukan hangat sang istri, dipandangi nya wajah istrinya.


"Jangan nangis lagi ya!" lirih Tommy tidak sanggup melihat air mata sang istri.


Ara mengangguk kepala. "Aku minta maaf, karena kesibukan ku, aku gak ingat ulang tahun kamu, jangan marah ya sama aku!" lirih Ara memandang wajah teduh suaminya.


"Aku gak pernah marah sama kamu!" mengecup kening istrinya.


"Aduh kalau gini, gue yang jadi baper." celetuk Ryan.


Liz menyenggol lengan Ryan supaya tidak mengganggu keromatisan sahabatnya.


Ara mengelap ingusnya pakai kemeja suaminya. "Selamat ulang tahun, honey." mengecup kening suaminya.


"Adek jorok bangat sih." Alex bergedik ngeri melihat tingkah adiknya yang tidak tahu tempat. bisa-bisanya mengelap ngius menggunakan kemeja suaminya.


"Suami sendiri kok." Ara dengan santainya selalu mengelap cairan yang keluar dari dalam hidungnya di kemeja suaminya.


Tommy yang pembersih tidak merasa jijik akan tingkah istrinya bahkan tidak pernah marah melihat tingkah Ara, dirinya selalu bahagia melihat kelakuan sang istri.


"Papa gak nyangka Tom, kamu bisa sehangat ini sama istri kamu! padahal yang Papa tahu, kamu itu cueknya gak ketulungan," goda papa Tommy.


Semua orang tertawa mendengar perkataan papa Tommy, memang benar Tommy yang dingin di luar akan menjadi hangat didepan Ara, semenjak menikah dengan Ara Tommy yang jarang tertawa jadi sering tertawa bahagia sifat jahil Ara sudah menular kedalam dirinya.


"Lepas dong dek suami kamu, jangan dipeluk terus nanti gak bisa nafas," goda Alex melihat adeknya yang tidak mau melepaskan pelukannya dari sahabatnya.


"Berisik jomblo." Ara masih kesal dengan abangnya soal kejadian tadi.


"Siapa bilang abang jomblo." Alex merapikan rambutnya kebelakang lalu mengedipkan sebelah matanya ke arah Jel.


"Jadi adek udah punya kakak ipar nih?" tanya Ara penasaran.


"Sudah dong, jadi mulai sekarang gak usah nyinyiran abang lagi dengan kata jomblo."


"Perempuan mana yang mau sama lo?" goda Tommy.

__ADS_1


"Yang jelas ini cewek super unik setelah Ara, Dia itu perempuan yang mampu memikat hati gue,"


"Siapa sih bang?" tanya mama Ara penasaran.


"Itu mah putri kedua mama." Alex menunjuk ke arah Jel dengan dagunya.


Jel dan Liz memang sudah dianggap seperti anak kandung oleh kedua orang tua nya.


"Hah." kaget Ara dengan mulut yang terbuka dengan jahilnya Tommy memasukkan potongan kue yang kecil kedalam mulut Ara. menatap tajam ke arah Tommy dengan memakan kue yang disodorkan ke mulutnya, sedangkan Tommy hanya cengengesan melihat istrinya yang sedang kesal.


Semua orang tertawa melihat reaksi lucu Ara.


"Serasa nonton drama romantis bergendre komedi gue." tawa liz.


"Maksud abang apa? putri kedua mama? berarti...." melihat ke arah jel yang sedang menunduk.


"Iya dek calon abang sahabat kamu!" lirih Alex.


Jel sudah merona karena malu, tidak tahu apa yang harus di perbuat, tidak habis pikir dengan jalan pikir abang sahabat nya.


"Kalian pacaran?" tanya Ara langsung berdiri.


Tommy menarik tangan istrinya. "Honey, gak baik berdiri tiba-tiba nanti kamu pendarahan," ucap Tommy nyeleneh.


"Biar abang yang jelaskan," ucap Alex.


"Aku minta penjelasan Jel bukan abang." ketus Ara.


Jel mengangkat kepalanya. "Kita belum jadian." tiba-tiba dirinya menjadi gugup melihat pangan semua orang tertuju padanya.


"Abang berkali-kali di tolak sama Jel, sekarang kita lagi masa pendekatan, doakan saja mana tahu besok-besok calon kakak ipar kamu menerima perasaan abang!" sambung Alex.


"Hahahaha, jadi anak papa sudah ditolak bekali-kali!" tawa Papa Ara tidak habis pikir dengan anaknya yang dingin, tidak bisa menaklukkan seorang wanita.


"Semangat, Nak. Perjuangkan cintamu." Mama Tommy memberikan semangat kepada Alex.


"Iya betul semangat, Mama mendukungmu," sambung Mama Ara.


"Jadi ini acara ulang tahunnya suami Ara atau acara lamarannya abang?" Ara sengaja menggoda abangnya supaya Jel bertambah merona karena malu.


"Gimana mau melamar! cinta abang aja belum diterima sama sahabat kamu."


"Berjuang dong." Ara spontan menutup mulut nya yang keceplosan.


Semua orang tertawa melihat kepolosan Jel yang hampir sama dengan Ara, Jel kembali menundukkan kepalanya, dia merutuki kebodohannya bagaimana bisa dia keceplosan seperti saat ini.

__ADS_1


"Kode tuh, Lex." goda Ryan.


"Tunggu perjuangan ku babe," ujar Alex mantap.


"Intinya jangan ada yang diam-diam pacaran yah!" sindir Ara melihat kekompakan Liz dan Ryan.


Tommy yang mengerti maksud dari istrinya menggeleng kepala melihat sindiran sang istri, Ara memang sudah mengetahui jika sahabatnya Liz sepertinya diam-diam pacaran, berulang kali Tommy mengatakan kepada Ara untuk tidak ikut campur masalah percintaan sahabatnya, tetapi diabaikan Ara, dia tidak terima melihat teman-temannya berhubungan dengan seorang lelaki tanpa diketahui dirinya.


Liz tersenyum mendengar sindiran teman nya. "Gue peka sama sindiran lo." melirik ke arah Ryan supaya dia yang memberikan penjelasan.


"Jadi kita berdua sudah pacaran, maaf kalau tidak memberi tahu kalian semua." Ryan merasa bersalah menutupi hubungannya dengan temannya.


Ara menyenggol lengan suaminya. "Benar kan tebakan aku." selama ini Ara selalu membicarakan hubungan Liz dengan Ryan tetapi Tommy selalu berusaha menasehati istrinya untuk tidak ikut campur.


"Iya sayang benar." lirih Tommy.


"Maaf ya, Ra. Aku gak ada maksud diam-diam pacaran sama, Ryan hanya saja kita semua sibuk jadi gak ada waktu kasih tahu kalian."


"Alasan," ujar Liz dan Ara serempak.


"Kompak bangat sih, sini dong pelukan. Gue rindu sama kalian." menghampiri kedua sahabatnya lalu mereka berpelukan seperti sudah lama tidak bertemu.


Semua orang hanya tersenyum menyaksikan kekompakan persahabatan mereka.


"Lo berdua utang penjelasan sama gue," tegas Ara kepada sahabatnya.


"Gue mau jelaskan sekarang biar utang gue lunas, jadi gini semenjak pertemuan kita pertama kali di cafe, Ryan berusaha buat dekatin gue, awalnya gue masih risih cuman dia meyakinkan hati gue, ya jadi nya sekarang kita pacaran deh," singkat cerita Liz.


"Penjelasan apaan tuh," celetuk Jel.


"Lo juga utang penjelasan sama gue," Ara berkacak pinggang menatap tajam ke arah Jel.


"Galak bangat sih bumil." Jel menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


"Gue belum hamil ya, Jel!" geram Ara.


"Gue pengen gendong bayi deh." Liz membayangkan suatu hari nanti dia memiliki seorang anak di masa depan.


Ara menoyor kepala Liz. " Tinggal nikah sama Ryan terus punya mainan deh di rumah."


"Boneka dong, Ra," celetuk Ryan.


"Hahahaha," gelak tawa semua orang.


Setelah obrolan yang menyenangkan semua orang pamit pulang, karena sudah hampir tengah malam. Ara selalu menikmati momen bahagia seperti sekarang ini, kedepannya semoga kebahagiannya selalu berlanjut.

__ADS_1


__ADS_2