Pacaran Setelah Menikah (HALAL)

Pacaran Setelah Menikah (HALAL)
Monster cantik


__ADS_3

Ketika menuju dapur, Ara menghentikan langkahnya karena matanya tidak sengaja menangkap beberapa laki-laki sedang tidur di atas karpet bulu, Ara melangkah kaki nya sembari mengernyitkan kening menuju ruang tamu.


Ara kaget melihat ruang tamu tiba-tiba menjadi kotor, padahal dirinya selalu menyempatkan waktu untuk membersihkan nya. "BANGUN." teriak Ara tidak habis pikir dengan keadaan ruang tamu seperti kapal pecah.


Mereka bertiga yang kaget tiba-tiba terbangun, belum sepenuh nya sadar, mereka mengerjapkan mata beberapa kali lalu kembali tertidur lagi, mengabaikan teriakan Ara.


Ara yang kesal kembali berteriak. "KEBAKARAN."


Mereka bertiga langsung terbangun, belari kesana kemari. "Air, air, air." ucap mereka serempak.


Ara hanya tertawa terbahak-bahak, menyaksikan kekonyolan para pria yang ada dirumahnya, sadar sedang ditertawakan. Mereka melihat ke arah Ara, lalu menghampiri Ara yang sudah duduk memegang perutnya karena tertawa.


"Iseng bangat sih," kesal Alex mencubit kedua pipi Ara.


Ryan masih memegang dadanya yang hampir terbang "Untung gue gak punya penyakit jantung."


"Bisa-bisa lo mati, Yan." celetuk Tommy.


"Oke, dramanya sudah selesai." menatap tajam ke arah mereka bertiga. "Kalian tahu apa kesalahan kalian?" tanyanya berkacak pinggang.


"Siap, tidak tahu," ucap mereka serempak.


"Aku serius," Teriak Ara.


Mereka bertiga menunduk kepala, tidak berani menjawab


"Kalian habis ngapain sih! kok bisa ruang tamu kayak kapal pecah begini? dari kemarin-kemarin bukannya pernah aku bilang! kalau di berantakan jangan lupa untuk di bersihkan!" Ara memijat kepala nya yang pusing.


Jika nyonya besar sudah marah, mereka bertiga tidak tahu harus berbuat apa, kejadian ini juga pernah terjadi beberapa bulan yang lalu saat Ara jaga malam, Ara mengomel terus-terusan sehingga membuat telinga mereka menjadi panas


"Jawab," Teriak Ara.


Bukannya takut, Tommy senyum-senyum sendiri melihat istrinya yang sedang marah, kadar kecantikan istrinya bertambah jika sedang marah. "Monster cantik." gumamnya masih bisa di dengar oleh Ara.


"Aku bukan monster." Ketus Ara.


"Berarti kamu siluman dong!" ujar Alex tanpa dosa.


Ara melototkan mata bagaimana bisa dirinya yang cantik dikatakan siluman. "KAKAK...." teriak Ara kesal

__ADS_1


Sontak mereka bertiga menutupi kedua telinga nya "Aduh, Ra, kalau mau teriak bilang-bilang dong." Ryan mengusap-usap kedua telinganya.


Ara menghela nafas. "Aku gak mau tahu, selesai aku masak!semuanya sudah bersih dan rapi." meninggalkan mereka bertiga lalu melangkahkan kakinya menuju dapur.


"Sadis man." Ryan menggeleng kepala melihat kemarahan Ara.


Tommy langsung mengambil tempat sampah dan sapu, memungut bungkus kacang. "Untung bini gue cantik." guamamnya.


"Sebelum makan jangan lupa mandi." teriak Ara dari arah dapur.


"Iya, honey." jawab Tommy berteriak.


Alex melempar kulit kacang yang barusan dipungut dari karpet bulu ke arah Tommy. "Kayak di hutan lo berdua."


Merapikan bantal sofa yang berserakan "Sesama orang hutan gak boleh berantam." celetuk Ryan.


"Apa lo bilang?" Alex menoyor kepala Ryan. "Untung loe teman gue, kalau enggak! udah gue sumbangin lo ke panti jompo." kesal Alex.


Berkacak pinggang melihat Alex. "Sembarangan om om."


"Sudah jangan berteman." celetuk Tommy.


"Siapa loe? gue gak kenal." balas Alex.


Tommy pusing mendengarkan kedua temannya. "Kalau mau numpang makan! tahu diri, cepat di bersihkan sebelum nyonya besar marah."


Bukannya sakit hati akan perkataan temannya, Alex dan Ryan terkekeh medengar Tommy menyebut istrinya nyonya besar.


Usai membersihkan ruang tamu, mereka bertiga mandi sebelum makan. Tommy mandi didalam kamar mereka yang tersedia kamar mandinya, sedangkan teman-teman nya mandi di ruang tamu.


Selesai mandi mereka bertiga menghampiri Ara, lalu duduk di meja makan. Ara menyendokkon nasi goreng ke piring suaminya lalu mengisi air minum kedalam gelas.


Melihat hidangan di atas meja. "Gak sia-sia Tommy nikahin lo, Ra." mengambil piring yang sudah tersedia di atas meja.


"Piring kita sekalian dek." memberikan piring kosong berharap adek nya memperlakukan mereka sama seperti suaminya.


Tommy kesal dengan sahabat nya sekaligus kakak iparnya. Ambil sendiri." ketus Tommy.


Alex menggaruk kepalanya yang tidak gatal. melihat Ryan yang mengisi gelasnya yang kosong dengan teh manis hangat yang sudah disiapkan oleh Ara. "Ambilkan nasi gue yan! gak guna bangat lo jadi teman."

__ADS_1


Ryan menatap kesal Alex. "Sekalian suruh gue nikahin loe! biar gue berguna buat lo," ucapnya asal.


"Gak nyambung loe, gue suruh loe ambil nasi bukan nikahin gue," kesal Alex.


"Suruh Tommy gih." melirik Tommy.


"Lo kira gue istrinya!"


Ara memutar bola mata malas, melipat kedua tangan nya didada, memperhatikan ketiga pria tersebut. Bukannya doa sebelum makan malah melakukan perdebatan yang tidak berguna sama sekali.


Sadar sedang diperhatikan, mereka bertiga melihat ke arah Ara. "Kenapa?" tanya mereka serempak.


"Makan." ketus Ara.


Semua orang yang ada di ruang makan terdiam, memilih berdoa terlebih dahulu sebelum menyantap sarapan yang sudah disiapkan oleh Ara, selesai doa makan mereka semua menyantap makanannya dalam diam, sesekali mereka bertiga saling pandang melihat Ara yang tidak biasanya.


Beberapa menit kemudian mereka semua sudah selesai memakan sarapannya, Ara membersihkan meja makan dibantu para lelaki yang ada dirumahnya. "Aku pamit kekamar ya kak! mau tidur dulu sebelum ke rumah sakit." pamit Ara.


"Iya dek hati-hati ya!" ucap Alex asal.


"Istri gue pamit tidur bukan pamit menyeberang jalanan."


Tidak lama setelah Ara ke kamar, para sahabat nya pamit pulang, tidak mau menggangu pasutri (pasangan suami istri) itu.


Tommy menyusul Ara kedalam kamar, membuka pintu kamar, dilihat nya istrinya sudah tertidur menyamping ke arah jendela. "Baru juga masuk kamar, udah langsung tidur." Tommy terkekeh.


Tommy membaringkan tubuhnya, tangan nya terangkat untuk mengusap kepala sang istri, memebelai setiap wajah istrinya, karena gemas melihat wajah mulus istrinya dengan mulut terbuka sedikit, Tommy memberikan ciuman bertubi-tubi di wajah sang istri sehingga mengusik tidur istrinya.


Ara membuka mata melihat orang yang sudah mengganggu tidurnya. "Aku ngantuk," lirih Ara.


"Ya sudah tidur lagi." mengusap kepala Ara.


Dengan mata menahan kantuknya. "Kamu ganggu tidur aku."


"Maaf honey, sekarang kamu tidur lagi ya!" lirih Tommy membelai rambut sang istri.


Ara mengangguk kepala, kembali menutup matanya. Tommy bergeser supaya jaraknya dengan Ara semakin dekat, dipeluknya erat-erat istrinya, membuat lengan nya menjadi bantal sang istri, lalu menyandarkan kepala istrinya ke dada suaminya.


Tommy membelai rambut Ara. "Mimpi indah sayang." mengecup kening sang istri.

__ADS_1


Ia kasihan melihat wajah kelelahan istrinya, belum lagi dengan tubuh istrinya yang semakin kurus, Tommy takut itu semua mempengaruhi kesehatan sang istri, bahkan makan siang saja sering di lupakan istrinya karena mengutamakan para pasiennya, berulang kali Tommy menahan amarah mendapati Ara melupakan makan siang tetapi selalu ditahannya, ia memilih menasehati sang istri dengan lembut dari pada marah-marah.


__ADS_2