
🌺🌺 Hai ... hai, aku kembali lagi, maaf ya baru bisa up, soalnya ada urusan yang mengharuskan diriku hiatus sementara, kalau ada yang lupa ceritanya, boleh dibaca ulang ya bab selanjutnya biar nyambung, hehehe.
🌼 Happy Reading 🌼
Sudah tiga hari lamanya Tommy berada di luar kota, ia yang merindukan sosok sang istri yang berperut buncit karena ulahnya, hanya bisa melepas rindu lewat gengaman selulernya.
Dengan buru-buru Tommy menyelesaikan semua urusannya supaya sore nanti ia bisa langsung pulang ke rumah orang tuanya, ia berharap semua pekerjaan nya selesai, sehingga kepulangannya tidak tertunda.
Betul saja, Tommy dan Ryan telah menyelesaikan pekerjaan nya tepat waktu, saat ini mereka bisa pulang ke tempat tujuan mereka, rasa lelah yang dialami karena begadang selama di luar kota tidak dihiraukan, dipikirannya saat ini adalah ia ingin secepatnya sampai di kediaman Dirgantara.
"*"
Malam harinya, Tommy sudah sampai di kediaman orangtuanya begitu juga dengan Ryan. Ia memasuki rumah dengan langkah cepat dan dapat dilihat jika istrinya sedang bersantai di ruang keluarga seraya memakan buah yang sehat untuk ibu hamil, tanpa menghiraukan kedua mertuanya yang sedang bermesraan.
"Ehhmmmm," Tommy sengaja berdehem.
Semua mata menoleh ke arah Tommy.
"Papa sama Mama nggak tahu malu banget, ada menantu juga malah berpelukan seperti itu," gerutu Tommy yang mendapat tatapan tajam dari sang Papa.
"Nggak sopan, ucap salam dulu," kata Papa.
Tommy cengengesan, ia menggaruk kepalanya yang tidak gatal, disalamnya kedua orang tuanya begitu juga dengan Ara yang mengecup tangan sang suami dibalas Tommy mengecup kening Ara.
Tangan Tommy yang ingin memeluk Ara langsung ditepis.
"Kenapa?" tanya Tommy heran.
__ADS_1
"Mandi dulu, kamu baru dari luar," ketus Ara.
Tommy mengernyit keningnya dalam-dalam, biasanya Ara sangat suka dengan bau tubuh Tommy sebelum mandi. Tanpa berkata apapun, ia melangkahkan kakinya masuk kedalam kamar untuk membersihkan tubuhnya.
Beberapa menit kemudian, ia menyusul keluarganya ke ruang keluarga. "Aku kangen loh," manja Tommy mendaratkan tubuhnya disamping sang istri.
"Kamu sudah makan?" tanya Ara.
Tommy menggeleng kepala, ia memeluk istrinya dari samping, tangannya terangkat mengelus perut buncit Ara.
"Ayo kita ke dapur, aku temani kamu makan," katanya beranjak berdiri.
Tommy memcingkan matanya seperti menatap istrinya penuh selidik, ia tahu kebiasaan dari sang istri, awalnya berkata mau menemani makan tetapi yang ada malah menjadi ikutan makan.
"Ayo," ajak Ara menarik tangan suaminya.
"Kamu sudah makan?" tanyanya berpura-pura.
Bukannya menjawab Ara mengambilkan makanan sang suami dan juga untuknya.
"Satu piring saja, aku tidak sanggup menghabiskan makanan sebanyak itu," goda Tommy yang melihat makanan yang telah diambilkan Ara.
"Satu untukmu dan satunya lagi untukku," jawabnya santai.
"Aku kira kamu sudah makan," ucap Tommy.
"Anak kamu masih lapar," balas Ara.
__ADS_1
"Masa sih!"
Ara yang sudah duduk disampingnya langsung menatap Tommy dengan tajam, ia kesal dengan Tommy yang sengaja menggodanya. Menyadari tatapan sang istri ia langsung mengalihkan pembincaraan.
"Makan yang banyak anak Daddy, makan yang banyak ya," kata Tommy seraya mengambilkan beberapa lauk untuk istrinya.
"Ini kebanyakan," ujar Ara.
"Tidak apa-apa, kalau tidak habis kasih ke aku," lirih Tommy.
"Nggak mau," jawab Ara menjauhkan piringnya.
Tommy tertawa kecil, ia selalu gemas dengan tingkah sang istri.
Setelah makan, Tommy mengajak Ara ke kamar.
"Film kesukaan aku belum selesai lho, aku masih mau nonton," tolak Ara.
"Bisa dilanjutkan dikamar," balas Tommy beralasan, ia rindu dengan sang istri sehingga malam ini ia ingin menghabiskan waktunya bersama istrinya.
"Terserah," kata Ara menuju kamar tanpa menghiraukan panggilan Tommy yang sedang ditinggalkan di ruang makan.
Tommy melangkah lebar untuk mengimbangi langkah Ara.
Tanpa dosa Ara menaiki ranjang lalu membaringkan tubuhnya, dibalutkan tubuhnya dengan selimut sampai menutupi kepala.
"Honey ... Kamu nggak rindu sama aku? Aku rindu berkarat lho sama kamu, buka dong selimutnya," rengek Tommy menyusul sang istri diranjang.
__ADS_1