Pacaran Setelah Menikah (HALAL)

Pacaran Setelah Menikah (HALAL)
Masa Lalu


__ADS_3

Ara melihat kesamping dengan raut kebingungan.


"Gue mau nanya serius!" ujar Rio menatap sekilas.


"Hm."


"Tapi, jangan bercanda ya!"


Memutar bola mata malas. "Ya elah, buruan gih jangan buat penasaran, kayak nunggu menang undian gue."


"Iya cerewet," ucapnya terkekeh "Pria yang tadi pake kemeja biru langit, Siapa Ra ! gue perhatikan kayaknya dia gak suka lo jalan bareng gue." fokus ke arah jalanan.


"Teman abang gue, jangan bilang lo cemburu," goda Ara memastikan perkataan nya benar.


Melirik Ara sekilas. "Kalau gue bilang gue cemburu, lo percaya?" tanyanya.


"Percaya, lo kan suka sama gue." sindirnya.


"To the point bangat sih."


"Harus dong." bangga Ara.


"Wajah nya kayak pernah lihat...." Rio Berfikir sejenak "Ahh gue ingat, cowok itu yang pernah di kasih tunjuk fotonya sama jel waktu cerita lo suka sama senior lo dulu pas SMA,"


Sebelumnya Rio, sudah mencari tahu semua tentang wanita yang disukainya, setiap informasi dia bongkar dari sahabatnya sendiri yang ember merk anti pecah, siapa lagi kalau bukan Jel.


"Ihh, Gue gak suka ya Ri! Masa lalu gue diungkit," dengus nya kesal.


"Kan gue pengen tau Ra. Hm, apa karena dia Ra! makanya sampai sekarang loe belum bisa buka hati loe sama gue.


"Jangan mulai deh." Memutar bola mata malas.


"Gue masih punya kesempatan gak sih Ra!" Menampilkan senyum kecut.


menghela nafas menatap wajah Rio dari samping. "Dari awal kan udah gue bilang Ri. Lebih nyaman kita menjadi sahabat gue gak mau suatu hari nanti hubungan kita hancur hanya karena masalah percintaan."


"Tapi.... Aku gak mau Ra kita hanya jadi sahabatan saja, gue mau lebih."


"Doakan saja Ri. Yang terbaik bakalan dikasih kok sama lo dan gue harap itu menjadi pendamping lo kelak. Supaya lo gak buang-buang waktu jaga jodoh orang," tawa Ara.


"Hahaha kapan sih lo bisa diajak serius." mengacak rambut Ara dari samping.


"Gue lebih nyaman begini Ri! Karena lo juga udah gue anggap anak angkat emak bapak gue."


"Sama Ra, tapi gue udah suka sama lo semenjak masuk ke univ Y."


Memukul lengan Rio dengan pelan. "Gembel bangat sih Lo."


"Yang penting lo gak suka gue."


"Aneh."


***


Kediaman Keluarga Dirgantara


Saat ini keluarga dirgantara sedang bersantai di ruang keluarga.

__ADS_1


"Tom, mau sampai kapan melajang terus!" tanya mama Tommy.


"Uhukk... Uhukkk...," yang di tanya tersedak minuman yang baru saja diambil dari kulkas.


"Pacar kamu belum siap?" tanya sang papa sembari melirik Tommy.


"Pertanyaan macam apa itu?" Batinnya.


"Jangan terlalu banyak main-main terhadap wanita, ingat kamu juga dilahirkan oleh seorang wanita." ceramah papa Tommy kepada anaknya.


"Tahu aja anaknya playboy,"ucapanya dalam hati.


"Atau jangan-jangan kamu gak laku ya Tom." tuduh mama.


"Ya ampun ma, anaknya ganteng gini masa dibilang gak laku." kesal Tommy.


"Kamu masih normal kan nak?" tanya papa.


"Maksud papa, Tommy homo?"


"Gak pernah bawa pasangan sih dituduh homo kan." tawa mama mengejek Tommy.


"Kamu gak bisa jawab berarti iya?" tanya papa penasaran.


"Belum ada yang tepat pa, ma, nanti kalau ada yang pas, pasti Tommy bawa kerumah," ujar Tommy.


Selanjutnya Tommy diceramahi habis-habisan oleh mama, yang di ceramahi hanya bisa diam dan menurut akan perkataan orang tua nya. "Dari pada panjang urusannya." U


katanya dalam hati.


Tiba-tiba suara dering telepon Tommy terdengar, segera dia merogoh Hp di kantong celana nya dan melihat si penelepon.


***


Kediaman William


"Dek, gimana sama orang yang pernah kamu sukai dulu!" tanya Alex menghampiri Ara ke kamar nya.


"Jangan dibahas bang."


"Seandainya kalian di beri kesempatan untuk berjodoh, gimana dek ?"


Ara hanya diam saja dan enggang untuk menjawab pertanyaan abang nya.


"Jangan terlalu di bawa ke hati yang paling dalam rasa kecewa nya dek, nanti jadi hambar rasanya."


"makanan kali hambar," jawab nya sembari menatap kosong ke arah jendela dan membayangkan sesuatu.


*Flashback On*


Putih Abu-Abu


Sudah sebulan lamanya Ara sekolah di SMA A, dia sudah menemukan teman yang cocok menurut nya, tetapi dia tidak pernah mengetahui kalau di sekolah itu ada seseorang yang sangat berkharisma dan disukai oleh siswa perempuan.


Saat itu sedang jam istirahat, mereka memilih ke lapangan basket membawa berapa cemilan dan minuman, ketika Ara memperhatikan siswa laki-laki sedang latihan basket mata Ara tak sengaja menangkap seseorang sedang melakukan dribbling.


Nb: Dribbling adalah membawa bola ke depan dengan cara memantul-mantulkan bola ke lantai dengan satu tangan atau secara bergantian baik dengan berjalan atau berlari. (sumber: Goo***)

__ADS_1


"Itu siapa?" Ara menunjuk seseorang yang sedang bermain basket.


"Siapa?" tanya Jel.


"Lah, kalau Ara tau dia itu siapa! Pasti dia gak bertanya. Loe kok malah tanya balik," ucap Liz


"Gue kan gak tau itu siapa!" seru Jel melihat yang dimaksud Ara.


"Ya jawab aja gak tahu. Kenapa tanya balik?" kesal Liz.


"Oh iya, harus nya gue jawab gitu ya!" Jawab Jel Nyengir.


"Tepuk jidat deh," ucap mereka serempak.


Semenjak hari dimana dia melihat sosok yang di maksud para perempuan satu sekolahnya, Ara langsung menyukai lelaki berkharisma itu dan mencari tau siapa pria itu.


Beberapa bulan kemudian mereka di pertemukan kembali di pembentukan acara pensi (Pentas Seni), kebetulan Ara sebagai anggota acara pensi dan ketua pensi itu pria yang dikatakan notabenya berkharisma.


"Oh iya kak, kenalkan nama aku Argani Stphanie."


"Ya." singkat Tommy.


"Koordinator acara kita lagi ada urusan keluarga kak, dan dia menitipkan daftar acara yang sudah di susun untuk di serahkan sama ketua pensi kak ," Memberikan daftar acara.


"Terimakasih," ucap Tommy sembari mengambil daftar acara.


Ya, lelaki berkharisma itu adalah Tommy Dirgantara senior nya di SMA A. Ara dan Tommy tidak pernah berkenalan secara pribadi, perkenalan mereka di mulai dari pembentukan anggota pensi (Pentas Seni).


Beberapa hari kemudian, Ara diangkat menjadi koordinator acara, karena koordinator acara sebelumnya pindah sekolah maka yang di pilih untuk menggantikan nya yaitu anggota nya sendiri, Ara terpilih menjadi koordinator karena ide-ide kreatif yang selalu dilontarkan membuat anggota yang lainnya memilih dia.


Semenjak Ara menjadi koordinator acara, kedekatannya dengan Tommy Dirgantara menjadi lumayan baik. Ya, walaupun si pria berkharisma nya cuek-cuek bebek tetapi Ara tidak pantang menyerah dan menerapkan di kamus di kehidupan nya "Pantang pulang, sebelum makan berdua."


"Ya ampun Ara," ucap Tommy Frustasi.


Ara yang selalu ngintilin Tommy dan mengunjungi kelas nya pas istirahat, Tommy jadi merasa tidak enak melihat teman-teman nya karena di ekorin melulu oleh wanita pecicilan seperti ara.


*Flashback Off*


"Gak usah dilihat terus jendelanya, gak bakalan terbang kok," kata Alex membuyarkan lamunan Ara.


"Hah?" sadar dari lamunan.


"Udah dek, lupain aja laki-laki itu"


"Kayanya yang mengingatkan duluan. Orang yang diseberang sana deh. " menunjuk ke arah depan bermamsud untuk menyindir abangnya.


"Yang benar dong." Melihat arah yang ditunjuk sambil tertawa.


"Abang tahu, kamu gak gampang jatuh cinta dan gak gampang melupakan. Tapi kan gak lucu dek. Masa kamu patah hati padahal gak pernah pacaran,"


"Patah hati itu bukan untuk orang yang pacaran saja bang,"


"Bisa bangat adek abang, nonton drama korea dimana sih?" goda Alex, Ara hanya bisa tersenyum melihat adeknya yang tidak murung lagi.


"Suka bangat godain adeknya." mengerucutkan bibir kesal dengan Alex.


"Imut bangat sih kayak badut," tawa Alex mengacak rambut Ara.

__ADS_1


"Papa," teriak Ara karena Alex membuat dirinya terus-terusan kesal.


Alex langsung membekap mulut Ara bisa pusing Alex jika Ara sudah teriak, karena papanya akan mengira sang adik dibuat kesal oleh abangnya, Ara yang melihat reaksi abangnya itu segeramelepaskan tangan sang abang dari mulut nya dan tertawa terbahak-bahak. "Sungguh lucu reaksinya," batinnya masih tertawa.


__ADS_2