
Setelah diberitahu bahwa Alex mengajak berlibur ke pantai, Ara langsung setuju. Mengingat dirinya sudah lama tidak ke pantai karena harus menangani pasien di rumah sakit sehingga membuat dirinya sibuk. Setiap ada waktu, suaminya selalu mengajak istrinya berlibur tetapi selalu saja ditolak Ara dengan berbagai alasan.
Pagi hari sebelum berangkat Tommy dibuat pusing melihat kelakuan sang istri, mulai dari susah untuk bangun tidur, menyuruh suaminya membuatkan sarapan dan saat ini Ara sedang menyuruh Tommy untuk duduk diatas ranjang untuk menilai pakaian yang akan dipakai ke pantai, sudah berulang kali Tommy menilai pakaian Ara. Sudah berulang kali pula Ara berganti pakaian.
Tommy menghembuskan nafas kasar karena bosan menunggu sang istri yang terus memilih pakaian yang akan digunakan, ia melihat jam dinding yang ada di kamar sudah menunjukkan pukul 10 Am. Padahal Tommy dan Alex sudah berjanji akan bertemu di hotel milik keluarga istrinya pukul 10 Am.
Dengan sabar Tommy menunggu istrinya, setiap Ara menoleh ke arah Tommy, ia selalu tersenyum tanpa mengalihkan pandangannya dari sang istri, membuat Ara menghampiri suaminya diatas ranjang untuk mengecup keningnya sekilas.
Merasa sempurna dengan pakaian yang pertama kali di coba, akhirnya Ara memilih pakaian tersebut. "Aku pakai yang ini saja," ucap Ara berdiri di standing mirror memutar balikkan tubuhnya.
Tommy memutar bola mata jengah, ia ingin protes tetapi diurungkan niatnya, sudah berjam-jam dia menunggu tetapi pilihan istrinya jatuh ke pakaian yang pertama kali di coba, gemas melihat kelakuan istrinya yang tidak pernah berubah, Tommy menghampiri Ara kemudian mencubit kedua pipinya dengan pelan, sehingga membuat Ara terkekeh melihat suaminya yang sedang menahan kesal.
***
Diperjalanan menuju pantai tiba-tiba Ara ingin makan mie instan kemasan cup, ia pun menyuruh suaminya untuk berhenti di mini market tetapi ditolak oleh Tommy, Ara selalu merengek meminta untuk berhenti di mini market
hal itu membuat Tommy kalang kabut akan permintaan sang istri.
"Jangan sekarang, Ara," bujuk Tommy berharap istrinya mengiyakan perkataan suaminya.
"Tapi aku pengen bangat makan mie instan kemasan cup," rengek Ara menggoyang lengan suaminya yang sedang menyetir.
Tommy menggeleng kepala, matanya masih fokus ke arah jalanan, sengaja tidak mau melihat wajah istrinya, ia tahu saat ini istrinya sudah memasang wajah penuh permohonan berharap dirinya luluh melihat wajah istrinya.
Hening.....
Hening....
Tommy menghembuskan nafas pelan melihat wajah istrinya yang ada disampingnya. "Ya sudah,kita berhenti di mini market," ujar Tommy mengalah.
"Yeay...." teriak Ara senang karena permintaanya dipenuhi sang suami.
__ADS_1
Ketika matanya melihat didepan ada mini market, Tommy berhenti lalu keluar dari mobil, ia berjalan menuju mini market di ikuti oleh Ara. Di mini market Ara membeli mie instan kemasan cup dan memasaknya, kebetulan mini market tersebut menyediakan alat untuk memasak mie instan.
Tommy menatap heran melihat istrinya yang memakan mie instan kemasan cup lebih dari satu, ia merasa istrinya semakin aneh mulai dari kemarin. "Pelan-pelan makannya." menyeka sudut istrinya dengan lembut.
Ara hanya mengangguk kepala, ia terlalu menikmati makanan yang ada didepannya sehingga malas untuk berbicara. Karena merasa kenyang Ara bersendawa sehingga membuat keduanya tertawa, Tommy mengacak rambut istrinya dengan gemas.
Seusai permintaannya dipenuhi mereka kembali kedalam mobil, melanjutkan perjalanannya yang tertunda sehingga setengah jam kemudian mereka sampai diparkiran hotel dan menyusul Alex dan Jel ke pantai, saat itu Alex dan Jel sedang bermain pasir.
Alex dan Jel melihat orang yang ditunggu-tunggu menampakkan batang hidung nya membuat Alex menatap sebal melihat pasangan yang sudah menikah itu selama bertahun-tahun. "Lama bangat lo berdua," gerutu Alex.
"Maaf, ada urusan mendadak yang harus diselesaikan," ucap Tommy beralasan.
"Urusan di ranjang?" celetuk Jel yang ada disamping Alex.
"Iya, lo mau lihat videonya?" goda Ara menanggapi perkataan temannya.
"Honey....." tegur Tommy karena istrinya yang berbicara sembarangan.
Ara hanya cengengesan sembari merangkul lengan suaminya, Alex dan Jel menahan tawa melihat Ara yang menjadi penurut jika sudah ditegur oleh suaminya.
"Tadi Ryan bilang, Baby El sedang demam. Makanya mereka gak jadi ikut," tutur Alex setelah mendapat kabar dari temannya sebelum berangkat ke pantai.
Tommy mengangguk kepala. "Kita duduk disana yuk, nanti saja bermainnya," tunjuk Tommy ke arah tempat duduk yang disediakan, mengingat sudah siang hari ia mengurungkan niat istrinya yang ingin bermain di pantai. Tommy sangat tahu tentang Ara jika sudah di pantai tidak peduli terik nya matahari istrinya pasti senang bemain-main di pantai.
Ara memanyunkan bibir bawahnya mendengar perkataan suaminya. "Tahu bangat aku pengen main air," gumamnya yang masih bisa didengar oleh Alex.
Alex hanya terkekeh melihat wajah adik tercintanya yang tidak berubah jika sudah kesal, Alex merangkul adiknya ke tempat duduk yang tidak jauh dari tempat mereka mengobrol, ia meninggalkan kekasihnya dan sahabatnya, mereka yang mengetahui jika Alex merindukan adiknya membuat mereka biasa saja.
Jika sudah ke pantai Ara tidak pernah melupakan gitar kesayangannya yang sering dibawa ke pantai, sehingga sebelum berangkat Ara sudah menyiapkan semua yang akan di bawa. Ara memainkan gitar kesayangannya sesekali ikut mengobrol dengan mereka semua.
"Jadi kapan kalian berdua menikah?" tanya Ara melihat pasangan yang ada didepannya.
__ADS_1
"Abang selalu siap dek, gak tahu deh kalau sahabat kamu ini," kata Alex menggoda Jel yang belum menerima lamarannya sampai saat ini.
"Jangan lama-lama, keburu tua nanti," goda Tommy sembari tertawa.
"Lo berdua sengaja ya! setiap ketemu selalu bertanya dengan pertanyaan yang sama," tanya Jel bukannya dia marah tetapi heran saja melihat pasangan suami istri tersebut yang sangat kompak.
"Kita cuma butuh penjelasan dari kalian aja kok, iya kan, sayang," ucap Ara manja merangkul lengan suaminya yang duduk disampingnya dibalas senyuman oleh suaminya.
"Babe... kapan kita kayak gitu?" tanya Alex ke Jel karena melihat pasangan yang ada didepannya ini selalu bersikap romantis.
Jel melototkan mata melihat kekasihnya yang merengek, hal itu membuat Ara dan Tommy tertawa melihat nasib abangnya. Melihat panas nya terik matahari membuat Ara mengambil sunblock yang dia bawa tadi di tas kecilnya, ketika melumurkan sunblock ke tangan dan kakinya, tiba-tiba Ara membayangkan es kelapa muda di minum saat teriknya matahari. "Honey.... aku pengen es kelapa muda." dengan suara manjanya.
Tommy mengangguk kepala, ia menelfon pihak hotel untuk membawa es kelapa muda yang diingkan istrinya.
"Sama ikan bakar yang besar ya!" sambungnya lagi di balas anggukan oleh Tommy.
Beberapa menit kemudian pesanan Ara datang beserta es kelapa yang dipesan untuk mereka semua. Ara menikmati makanan dan minumannya dengan lahap, ia mengabaikan tatapan mata yang menatapnya dengan heran. Tidak hanya disitu saja Ara meminta minuman suaminya karena merasa masih kurang dengan minumnya.
"Ara kayak ngidam ya!" celetuk Jel membuat Ara menghentikan makanannya.
Ara mengernyitkan kening, ia menatap wajah sahabatnya. "Masa sih?" tanya Ara memiringkan kepala ke samping.
"Lo dokter obgyn, Ra. Kalau lo lupa," ujar Jel mengingatkan sahabatnya tersebut.
Tommy yang mendengar itu merasa bahagia berharap istrinya segera hamil, tetapi dia tidak ingin kecewa. Tommy menceritakan keanehan istrinya akhir-akhir ini sehingga membuat Jel yakin kalau sahabatnya sedang mengandung begitu juga dengan Ara setelah menyadari sikap nya akhir-akhir ini.
"Gue yakin, Ra. Lo pasti...." ucap Jel mengantung kalimatnya.
"Berisik lo," kata Ara kembali menikmati makanannya mengabaikan tatapan orang yang ada didekatnya.
"Dek, gak biasanya makan ikan bakar selahap ini," heran Alex menatap adiknya, biasanya dirumah sebelum menikah jika makan ikan bakar Ara biasa saja tidak seperti sekarang ini.
__ADS_1
Tommy mengangguk kepala setuju dengan perkataan sahabatnya, biasanya jika makan ikan bakar Tommy yang menghabiskan ikan bakar istrinya mengingat ikan tersebut makananan kesukaan Tommy, tetapi hari ini dia merasa heran dengan istrinya apalagi ikan bakar yang dipesan tadi ikan yang besar sesuai dengan permintaan istrinya.
"Ara....."