Pacaran Setelah Menikah (HALAL)

Pacaran Setelah Menikah (HALAL)
Bahagia


__ADS_3

Hari pernikahan yang telah ditunggu selama bertahun-tahun akhirnya tercapai, semua acara berjalan dengan lancar tanpa ada kendala.


Jel menghela napas panjang, ia tidak menyangka acara pernikahan nya sudah selesai dan sekarang dirinya sudah menjadi istri seorang lelaki yang telah banyak berjuang untuknya.


"Terimakasih karena sudah mau menjadi istriku," kata Alex yang masih setia duduk disampingnya.


"Harusnya aku yang bilang begitu," balas Jel.


"Aku beruntung banget tahu, bisa mendapatkan wanita antik kayak kamu,"


"Antik? Maksud kamu apa, Kak!" balas Jel berkacak pinggang.


"Ssttt, jangan marah dulu, dengar dulu," ucap Alex menenangkan Jel.


"Hmmm,"


"Maksud aku itu, kamu wanita antik yang berarti unik tiada duanya, kamu itu spesial karena nggak ada wanita yang bisa kayak kamu, ya, walaupun adek aku juga kayak kamu sih, tapi kamu lebih spesial,"


"Ih, gombalan kamu receh kak,"


Keduanya saling tersenyum tanpa menyadari bahwa di meja tersebut, tidak hanya mereka berdua melainkan ada sahabat dan juga kedua orang tuanya. Ya, malam ini semua keluarga sedang makan malam di salah satu hotel tempat mereka meresmikan hubungan keduanya menjadi pasangan suami istri.

__ADS_1


"Masih ada orang lho," celetuk Ara seraya memakan buah yang telah diberikan oleh suaminya.


"Iri bilang bos," ucap Alex.


"Idih, gue iri? Lihat nih ... Adek udah bunting begini masa dibilang iri, nggak banget deh," kesal Ara.


"Iya aja deh, biar cepat," balas Alex.


Orang tua abang beradik itu hanya bisa menggeleng kepala, kedua anaknya itu tidak pernah bisa akur, walaupun sudah menikah.


"Jadi kalian mau bulan madu kemana nih?" tanya Papa jel untuk mengalihkan topik pembicaraan.


"Jangan bilang, kalian berdua belum ada tempat tujuan," kata Papa Alex penuh selidik.


Alex hanya menggaruk kepala nya yang tidak gatal, ia membenarkan perkataan papa nya. "Iya, Pa."


"Ya sudah, besok saja dipikirkan mau kemana, kalian berdua istirahat saja terlebih dahulu, kalian pasti capek kan!" ucap Mama Alex pengertian.


Keduanya hanya tersenyum canggung, memang benar keduanya sudah merasakan bahwa tubuhnya sangat lelah, satu harian melaksanakan pernikahan dan menyalami para tamu yang sengaja di undang banyak.


"Kalau begitu kami ke kamar dulu, pamit ya semua," kata Alex menarik tangan Jel dengan lembut.

__ADS_1


"Jangan lupa buat keponakan yang banyak," canda Ara mendapat sentilan dari Tommy.


"Sakit," rengek Ara.


"Nih abang tambahin, supaya pikirannya lurus dan nggak bengkok terus," kata Alex menambahi sentilan di dahi Ara.


Tommy melihat itu hanya bisa mengusap dahi sang istri dengan penuh kasih sayang.


"Sudah, sudah, kalian pergilah beristirahat, adek jangan di ganggu abangnya," seru Mama Ara menengahi.


"Abang duluan, sakit banget tahu," kesal Ara mengusap kepalanya.


"Jangan di ganggu lagi adek kamu, kalau begini terus kapan istrihatnya," bisik Jel dengan polosnya yang disalah artikan oleh Alex.


Sekuat tenaga, Alex menahan senyumnya. "Kamu sudah tidak sabar ya, tenang saja kita akan lama istrihatnya,"


"Kamu ngomong apa sih!" bisik Jel kembali karena tidak paham maksud Alex.


"Sudah sana, pergi istirahat," celetuk Papa Alex yang dibalas anggukan dan juga senyuman dari pengantin baru.


Tanpa terasa sudah semakin larut, semua nya kembali ke kamar masing-masing untuk mengistirahatkan tubuh yang sudah lelah.

__ADS_1


__ADS_2