Pangeran Untuk Alley

Pangeran Untuk Alley
Part 8 Meet you again


__ADS_3

Sudah beberapa hari ini Alleysa menghindari kedua orang tua nya ia sungguh kesal kenapa kedua orang tuanya lebih percaya akan apa yang diucapkan oleh Sean dari pada apa yang putrinya sendiri ucapakan. Meskipun begitu Alleysa tidak akan pernah di biarkan pergi sendiri lagi, di tambah lagi bodyguard yang menjaga dirinya bukan lagi dua orang namun 4 orang.


Alleysa berjalan menuju koridor semua tatapan tertuju padanya karena dirinya sangat mencolok sebab di kawal oleh bodyguard mirip seperti presiden yang sedang kunjungan dan di kawal oleh panpampres.


"Lebih baik homeschooling kalo gitu" ucapnya membatin.


Alleysa duduk di kursinya dan menyandarkan kepalanya di belakang kursi. Menatap ke atas langit-langit kelas dengan tatapan kosong namun penuh arti.


✓✓✓✓


"Jadi kita bolos lagi kan bos?" Tanya Hendrik pada Antariksa.


"Gue yang bolos Lo mah ke kelas bareng Yudhis belajar, udah mau tamat juga"


"Ye elah bos, udah kayak mamake aja nasehat muluk" ucap Hendrik kesal.


"Betul yang di bilang Atar, lagian Lo mau jadi apa kalo udah tamat?" Lanjut Yudhis.


"Jadi tentara dong" ucap Hendrik bangga.


"Hendrik, Hendrik jadi tentara juga nilainya harus besar ogebb, Lo pikir nilai besar itu dapet dari ngedukun" timpal Antariksa.


"Hehe kalo bisa kayak gitu gue mau bos" ucapnya sambil terkekeh geli.


Pletak


"Aww" ringgis Hendrik karena kepalanya di toyor oleh Yudhis.


"Otak di pake kayak nggak punya otak aja, emangnya pas pembagian otak Lo nggak Dateng apa" ucap Yudhis kesal dengan Hendrik.


"Dateng dong paling depan" timbal Hendrik bangga.


"Serah Lo" ucap mereka berdua kesal.


Kringggg


Bel istirahat berbunyi seperti biasa lagi-lagi Alleysa tidak merasa mendapat kebebasan karena hidup bagaikan tahanan yang selalu di kawal bodyguard.


Untuk makan di kantin pun Alleysa tidak bisa, jadi setiap hari ia makan di antar oleh para maid.


"Nona mau kemana?" Tanya salah satu bodyguard Dnegan sopan melihat nona mudanya hendak berjalan keluar kelas.


"Gue mau ke toilet bentar nggak lama jadi nggak usah di ikutin" ucap Alleysa dingin, kemudian berjalan meninggalkan para bodyguard nya. Kini dia tidak lagi memakai kata aku kamu yang menurutnya terlalu sopan untuk mereka yang jahat padanya.


Para bodyguard tidak ikut mengawal nona muda mereka sebab mereka tahu jika Alleysa bilang jangan ikut berarti dia tidak akan kemana-mana, ataupun dia nanti bakal nyari ketenangan. Karena mereka bukan baru tahun ini berkerja untuk keluarga Smith, mereka sudah berkerja hampir 6 tahun untuk mengawal Alleysa sehingga mereka paham dengan sifat nona mudanya dan perkataan yang selalu keluar dari mulut nona nya merupakan hal selalu ia tepati.


Alleysa berjalan menyelusuri koridor demi koridor kelas, saat ini sedang jam istirahat sehingga di sepanjang koridor itu sangat ramai di duduki oleh para murid. Alleysa memakai headshet di kedua telinganya berjalan tanpa menghiraukan ucapan dari murid-murid SMA Arthur yang sedang membicarakan dirinya.


Alleysa terus melangkah tanpa tujuan hingga ia melihat pintu hitam bertuliskan "Don't entry" pada sebuah papan yang terpajang di depan pintu hitam itu. Ia tak peduli, ia kemudian melangkahkan kakinya memasuki ruangan yang sebenarnya terlarang tanpa alasan itu.


"Gilak bagus banget" ucap Alleysa memuji pemandangan yang berada di depan matanya.


Ya saat ini Alleysa sedang di suguhkan pemandangan indah dari kota Jakarta.


Ia kemudian duduk di pembatas bangunan dengan kaki di biarkan menjuntai ke bawah menatap langit Jakarta yang nampak kebiru-biruan dengan awan putih yang beraneka bentuk.


Ia memutar lagu yang beberapa hari ini menjadi favoritnya yaitu lagu Usik karya Feby putri.


'Hanyut di dalam duniaku'

__ADS_1


'Binasa seram kalam redup'


'Perlahan menjerit atas yang ku terima dari orang-orang yang tak paham'


Ia merasa bahwa mereka orang terdekat dirinya tidak peduli akan apa yang ia katakan mereka memperlakukan dirinya hanya sebagai umpan untuk memperoleh kekayaan yang berlimpah, seperti kedua orangtuanya yang tega menjodohkan dirinya dengan pria yang amat di bencinya selalu membela Sean tanpa mendengar penjelasan putri kecilnya yang kesepian itu. Hidupnya terasa hampa tanpa sandaran dan teman kelam dan gelap itulah perasaan yang kini ia rasakan.


'Hari-hari ku jalani harap ada yang bermakna'


'Kembalikan lah senyuman ku yang pergi'


'Secerah sesaat di seperti di lahiran lagi'.


Dia selalu berharap setiap saat didalam doanya, berharap agar hidupnya indah dan bermakna berharap ia bisa mendapatkan senyumannya yang hilang karena mereka.


Ucapnya menyanyi mengikuti alunan musik tanpa ia sadari ada seseorang yang dari tadi memperhatikan dirinya bernyanyi sendiri dengan ekspresi terkagum atas suara yang dimiliki nya.


Alleysa menunduk kebawah karena merasa ada yang mengigit betis kakinya. Ia menundukkan kepalanya mencari bintang apa yang mengigit daging betisnya itu. Hingga tanpa sadar posisi seperti itu sangat membahayakan dirinya.


Buk


Suara tubrukan dada bidang pundak mengehentikan aksi Alleysa. Sebuah tangan melingkar di perut rata gadis itu.


"Jangan bunuh diri lagi" ucap pria itu dengan lembut.


Alleysa terdiam tubuhnya bergetar hebat ketika tangan itu melingkar dan memeluknya sangat posesif. Tanpa ia sadari air mata lagi-lagi berjatuhan ia teringat akan Revan yang dulu selalu memeluk dirinya ketika sedang dilanda kesedihan. Dan menurutnya pelukan ini sangat nyaman sama seperti pelukan Revan atau lebih nyaman lagi.


Alleysa menampik bahwa yang memeluknya buka lah Revan ia kemudian menghempas tangan pria yang kurang ajar kepadanya.


Saat ia berbalik.


Buk


"So-rry gue nggak sengaja" ucap Alleysa kikuk setelah melepas kedua earphone yang melekat di telinganya.


"Dari tadi Lo makek earphone?".


Alleysa hanya mengangguk menimpali pertanyaan barusan dari Antariksa baginya pertanyaan yang terlontar itu adalah pertanyaan yang tidak berfaedah sebab sudah jelas-jelas Antariksa melihat dirinya melepas earphone masih di tanya.


"Lo mau bunuh diri lagi ya?, Emangnya masalah Lo serumit apa sih sampe Lo kayaknya frustasi gitu. Ingat Alley Lo jangan berpikir kalo semua orang di dunia ini nggak sayang sama Lo, sampe Lo pingin mati. Ingat semua masalah bisa di selesaikan karena Tuhan tidak menguji suatu hamba melebihi kemampuan nya" ucap Antariksa panjang lebar entah kenapa kali ini dirinya sangat bijak.


Alleysa yang mendengar kalimat panjang yang keluar dari mulut Antariksa tak bisa menahan tawanya.


"Hahaha, gila Lo" ucap Alleysa terbahak-bahak sambil memegang perutnya yang terus menggelitik.


"Lo kok ketawa, gue dari tadi serius ogeb" ucapnya kesal karena ia sudah panjang lebar menasehati Alleysa namun di empu malah meledeknya dengan tertawa keras. Namun tak bisa di pungkiri bahwa Antariksa juga ikut senang jika Alleysa tertawa lepas seperti itu dari pada dirinya yang dingin dan hanya berbicara seadanya saja.


"Lo lucu banget sih, sumpah geli gue tar" ucapnya masih memegang perutnya.


Antariksa menatap tajam ke arah Alleysa dengan mata yang hampir keluar karena ia kesal dengan Alleysa yang masih saja terus tertawa terbahak-bahak. Alleysa yang di pelototi oleh Antariksa membuat bentuk peace di kedua tangannya tanda berdamai.


"Gue nggak nyangka Lo bisa ngomong segampang itu tar, apalagi penggunaan kalimat Lo yang buat gue mau muntah ketawa dengernya" tutur Alleysa sambil berjalan duduk di pinggir pembatas rooftop.


"Seharusnya Lo bangga dan Bahagia gue tu orang nya jarang ngasih nasehat. Lo tau kan zaman sekarang Lo harus bayar motivator dulu baru dapet pencerahan nah dari gue gratis dan Lo malah ketawa in" ucapnya pura- pura kesal.


"Hehe sorry deh gue nggak maksud abisnya Lo lucu kalo ngomong panjang lebar kayak gitu" lanjutnya sambil tersenyum manis.


Jantung Antariksa berdegup kencang saat melihat senyuman dari Alleysa senyuman yang sangat menawan.


"Gue emang lu kali lley, back to topic jadi Lo tadi mau bunuh diri lagi?" Tanya Antariksa kepada Alleysa sambil menatap bola mata gadis itu.

__ADS_1


"Gue nggak mau bunuh diri tadi cuman tadi ada serangga gitu yang mau gigit betis gue jadi gue nunduk untuk ngecek eh Lo nya Dateng" tutur Alleysa dengan nada sellow.


"Oh ya gue nggak percaya, kalo seandainya ngga ada gue pasti Lo udah mau mati soalnya tadi posisi Lo bahaya" lanjutnya.


Alleysa tersenyum mendengar ucapan Antariksa lagi. Sebab sudah selama ini ternyata masih ada orang yang peduli dengannya.


"Kayaknya kamu reinkarnasi Revan deh" batinnya kemudian tersenyum lagi.


"Lo pasti lagi mikir jorok ya" ucap Antariksa mengayukan kedua tangannya tepat didepan manik mata Alleysa sebab gadis ini dari tadi senyum-senyum sendiri seperti orang gila.


"Eh enak aja Lo kalo ngomong" .


"Terus mikirin apa sih?" Tanya penasaran.


"Em gue mikirin Lo?" Ucap Alleysa spontan.


"Gue? Kenapa?" Tanyanya to the point.


"Lo mirip sama kayak ex- teman dekat gue" ucapnya pelan.


"Ex teman, mantan teman Lo?" Tanyanya kebingungan.


"Em gitu deh mantan teman dekat gue, tapi dia udah meninggal" lanjutnya dengan membuang pandangannya lurus kedepan.


"Maksud Lo dia udah ninggal?" Ucap Antariksa memalingkan tubuhnya menatap ke arah Alleysa.


"Ya gitu deh dia udah ninggal beberapa tahun yang lalu sebelum gue pindah ke sini, dan gara-gara kejadian itu gue pindah ke Indonesia" ucapnya dengan lirih mengingat beberapa potongan kejadian yang menimpa dirinya.


Antariksa melihat perubahan ekspresi yang di tunjukan oleh Alleysa langsung memeluk tubuh gadis itu guna menyalurkan rasa sedih yang di terima gadis itu, Alleysa kaget dengan perlakuan tiba-tiba dari Antariksa namun tanpa di sadari tangannya juga ikut melingkarkan di pundak pria itu.


Cukup lama mereka saling berpelukan untuk menyalurkan rasa sedih yang Alleysa alami hingga Alleysa melepas duluan pelukan mereka.


"Sorry dan makasih" ucapnya.


"Gak papa kok dan sama-sama, lain kali kalo Lo sedih Lo bisa cari gue, gue ada di kelas 12 MIPA 3" ucap Antariksa sambil tersenyum manis.


Deg


Jantung Alleysa berpacu lebih cepat dari pada ritme yang telah di tetapkan, melihat senyuman Antariksa yang sangat Manis dan tulus mampu membuat detak jantungnya semakin kencang.


"Em iya, kalo Lo mau nyari gue di kelas 11 MIPA 1" ucapnya lagi.


Mereka pun asik bercerita tentang kehidupan mereka masing-masing tentang sekolah dan hal-hal yang menarik lainnya sampai bel pulang berbunyi. Seolah-olah dunia milik mereka berdua tanpa menyadari bahwa dari tadi para bodyguard sibuk mencari keberadaan nona muda mereka di berbagai penjuru sekolah.


yey jadi kali ini aku nulis part yang lumayan panjang banget dah! lebih dari 1500 kata guys jadi semoga kalian suka ya cerita aku ini. maaf kalo misalnya banyak ejaan yang nggak sesuai atau banyak terdapat kalimat kasar guys karena jujur aku nulis cerita ini pinginnya itu banyak adegan yang melambangkan kekerasan soalnya kalo romance terus menerus bagi ku kayak ada yang gimana-gimana gitu hehehehe....


so buat kalian para readersss ku yang aku sayang kalo baca jangan lupa kasih vote dan like biar author yang gemes ini makin sering update karena semangat ......


dan juga satu lagi nih yang penting jangan lupa follow ig author yang gemes ini


@marcelinaap_ (IG)


@Selinoppo (*******)


makasih udah baca cerita ku sampai jumpa di chapter selanjutnya


Babay


much love

__ADS_1


Linlinnnnn


__ADS_2