Pangeran Untuk Alley

Pangeran Untuk Alley
Part 13 Sedikit Kenangan Indah


__ADS_3

Alleysa melangkahkan kakinya dengan berat keluar kelas sebab setelah ini ia akan mengikuti bimbingan belajar seperti biasa.


"Non" ucap para bodyguard nya berdiri di ambang pintu. Semua murid melihat beberapa bodyguard yang di tugaskan untuk menjaga Alleysa kemudian mereka berbisik bisik sambil berjalan.


'udah besar masih di jaga sama bodyguard'.


'Dasar nggak mandiri'


'Biasa memang orang kaya'.


'Kayak bocah aja'.


Alleysa menahan amarahnya ia sungguh kesal mereka yang berbicara seenaknya tentang dirinya, tanpa tahu apa sebenarnya yang memang ia inginkan dan lakukan dasar manusia.


"Non apa kami perlu melakukan sesuatu dengan siswi-siswi yang berbicara buruk tentang anda?" Tanya salah seorang bodyguard kepada Alleysa.


"Tidak perlu, bukannya kita harus cepat ke bimbingan belajar" ucapnya dingin kemudian memilih melangkahkan kakinya duluan.


"Daddy nyuruh jemput gue?" Ucap Alleysa dingin ketika mereka sudah berada di dalam mobil Alfard.


"Bukan nona" ucapnya dengan sopan kepada Alleysa.


"Trus?" Tanya nya lagi.


"Tuan muda Sean yang nyuruh kami menjemput nona ia takut nona akan kenapa-napa sebab tuan bilang dia tidak bisa menjemput nona karena urusan mendadak" ucap bodyguard itu kemudian menjalankan mesin mobilnya.


Alleysa memejamkan matanya berusaha menghapus memori yang terekam di otaknya mengenai kejadian tadi siang namun nihil ia terus teringat kejadian dimana Sean memukulnya.


"Seharusnya dari dulu gue, nggak bodoh mau jadi tunangan penipu, pembunuh dan pemukul kayak Lo" ucapnya membatin.


Flashback

__ADS_1


Seorang gadis berkuncir kuda tengah duduk memandang indahnya kota Florida di malam hari, dengan kedua tangan di angkat ke atas langit menatap berbagai bintang dan bulan yang bertaburan indah di atas langit malam yang berwarna hitam, sinar malam bulan dan bintang itu membuat garis yang berusia 14 tahun itu rela berlama-lama memandanginya.


"Akhirnya aku bisa keluar" ucapnya sambil tersenyum mengingat perjuangannya beberapa menit lalu berhasil keluar dari rumahnya.


"Pasti sekarang mereka lagi nyariin aku" ucapnya bangga mengingat betapa kesusahannya para bodyguard Daddy mencari putri mereka yang kabur hanya untuk melihat bulan dan bintang di malam hari.


Gadis itu membiarkan angin malam menerpa kulit wajahnya yang putih bening itu, guratan arteri merah menandakan betapa dinginnya suhu kota Florida di malam hari, apalagi musim saat ini sedang menuju musim dingin.


"Kenapa rasanya enak kalo bisa liat bulan dan bintang tiap malam kayak gini? Pasti mereka yang sering keluar merasa bahagia. Malam aja kayak gini apalagi siang" ucap gadis itu bermonolog.


Ia tak peduli sekarang sudah pukul berapa selama sinar cahaya bulan dan bintang masih menyinari langit ini ia akan terus tetap disini melihat bintang yang melingkari bulan membentuk keselarasan yang indah dan menakjubkan.


Gadis itu tersenyum tanpa sadar ada orang yang dari tadi memperhatikan semua gerak gerik yang dia lakukan seraya tersenyum hangat melihat tingkah konyol yang di ciptakan gadis itu.


Remaja pria itu berjalan menghampiri gadis berkuncir yang sedang duduk di sebuah bangku panjang di pinggiran taman buatan itu. Kepala gadis itu medonggak ke atas sangat fokus dengan objek yang ia lihat tanpa memperdulikan sekitarnya. Remaja itu kemudian mengambil posisi duduk di sebelah gadis itu sambil menatap intensĀ gadis cantik itu dari samping.


"Kabur lagi?" Tanya remaja pria itu sambil tersenyum kepada gadis yang merasa namanya dipanggil itu menoleh.


"Sini duduk nggak usah takut" ucapnya lembut menepuk kuris panjang disampingnya.


Gadis berkuncir itu menggeleng ketakutan selama ini dia tidak pernah berinteraksi langsung dengan orang-orang kecuali kenalan orang tuannya. Jadi ketika melihat seorang remaja pria menyapa dirinya dengan tersenyum hangat gadis itu merasa takut. Apalagi selama ia tinggal di Florida ia selalu di kawal oleh para bodyguard suruhan Daddy agar di jauhkan dari orang-orang yang berniat jahat padanya.


"Aku nggak bakal jahatin kamu" ucapnya lagi memberikan penjelasan akan apa yang di takutkan gadis itu pada orang-orang yang ingin berbuat jahat.


"Tapi kalo kamu jahat gimana?" Tanyanya takut sambil menunduk.


Remaja pria itu tersenyum kemudian menarik tangan gadis itu dengan lembut dan mendudukkan ia di kursi panjang bersebelahan dengan dirinya.


"Aku nggak bakal jahat sama orang baik kok tenang aja" ucapnya lagi berusaha menenangkan gadis itu.


"So don't afraid with me, you must trust me okay" lanjutnya.

__ADS_1


"You're don't misbehave?" Tanyanya.


"You're right".


"You like star and moon?" Tanyanya kepada gadis itu.


"Em iya aku suka, bintang sama bulan itu bagi aku melambangkan kebebasan karena mereka bisa muncul kapan pun dan dimana pun, asal masih berada di bumi ini. Mereka menunjukan wujud mereka, mengikuti kemanapun manusia melangkah dan yang pasti mereka indah dengan cahaya sebagai penerang ketika kegelapan malam".


Remaja laki-laki tersenyum mendengar penuturan dari gadis itu ternyata gadis yang di perintahkan ayahnya untuk menjadi tunangannya adalah gadis yang unik dan baik.


"Terus aku juga nggak bisa liat mereka setiap hari kayak gini!" Lanjutnya dengan nada suara tiba-tiba berubah menjadi lirih.


"Why?"


"Orang tua ku selalu berusaha melindungi ku, mereka takut aku akan kenapa-napa sebab mereka bilang dunia itu kejam dan jahat. Di dunia ini tidak semua orang baik jadi setiap aku mau berpergian selalu saja di kawal oleh para bodyguard Daddy dan itu membuat aku selalu merasa kesepian karena tidak punya teman banyak" ucapnya sambil tertunduk.


Remaja itu mengelus punggung gadis manis itu berusaha memberikan sebuah kehangatan dan semangat untuknya, "Benar kata kedua orang tua kamu, tidak semua orang di dunia ini baik begitupun sebaliknya, wajar mereka seperti itu mereka takut putri tersayang mereka tersakiti mereka hanya ingin melindungi sesuatu yang berharga untuk mereka yaitu kamu".


"Ya mungkin kamu benar di dunia ini tidak semua hal sesuai imajinasi kita mungkin realita di dunia ini memang kejam" lanjutnya.


"Oh ya dari tadi kita belum kenalan, nama kamu siapa? Kalo aku Alleysa Seira James Smith, aku biasa di panggil Al tapi kalo aku lebih senang dipanggil Alley" ucapnya menyodorkan tangannya ke arah remaja itu.


"Aku Sean Gelael Arthur, kamu bisa panggil aku Sean. Senang berkenalan dengan mu" ucapnya menerima uluran tangan gadis itu.


"Nanti kita bakal sering ketemu" ucap Sean menatap lekat wajah gadis itu.


"Kenapa?" Tanya penasaran akan maksud dari ucapan Sean.


"Mungkin Tuhan menuliskan sebuah kebahagiaan untuk kamu melalui aku mungkin" timpalnya sambil terkekeh.


"Dasar Aneh" .

__ADS_1


__ADS_2