Pangeran Untuk Alley

Pangeran Untuk Alley
Part 29 Mari Berbicara!


__ADS_3

Sean melangkahkan kakinya dengan cepat sesaat setelah mengetahui letak Bangsal dimana tunangannya di rawat oleh pihak resepsionis.


Perasaan ragu menyelimuti dirinya setelah kini ia berada didepan pintu bangsal Alleysa ingin masuk namun entah kenapa ia merasa ia terlalu berdosa untuk melihat wajah sakit tunangannya itu. Cukup lama Sean berdiri di samping pintu hingga pintu itu terbuka dan berdirilah Antariksa di depannya menatap Sean dengan tatapan tidak suka seakan ingin membunuh laki-laki itu.


"Ngapain Lo disini" ucap Antariksa melihat keberadaan orang yang menjadi sumber kehancuran dirinya dan Alleysa bersamaan.


"Kita perlu bicara" kali ini Sean bersuara.


"Oke gue juga ada yang mau gue bilang ke Lo" lanjutnya.


Disinilah mereka sekarang, duduk di sebuah kafe di depan rumah sakit ada alasan kenapa mereka tidak lebih memilih untuk mengobrol di lorong rumah sakit atau di dalam bilik kamar Alleysa karena gadis itu mungkin akan mendengar semuanya.


"Lo nguntit kita lagi, sampe Lo bisa nemuin Alleysa di rawat di sini?" Ucapnya sarkas karena sungguh ia terkejut melihat Sean berada di depan pintu kamar Alleysa tadi.


"Apa ngga capek Lo terus jadi benalu di kehidupan semua orang?" Tanyanya menatap jijik ke arah saudara angkat itu.


"Kurasa gue nggak perlu jawab, sedangkan Lo kenapa ada di ruangan Tunangan gue, Dasar pria nggak tau malu gadis yang Lo temani itu udah ada tunanganya" lanjutnya sarkas.


"Gue nggak perduli, sekarang kita sama Lo dulu ngerebut orang yang paling gue sayangi di dunia ini dan sekarang gue akan ngerebut sesuatu yang berharga bagi Lo".


"Lo pikir Alleysa berharga bagi gue?" Ucapnya berdecih.


"Lo salah, gadis itu tak hanya lebih dari pada sampah yang menyedihkan. Orang tuanya saja hanya memanfaatkannya dia hidup dalam kukungan keluarganya hingga depresi seperti itu" lanjutnya meremehkan gadis itu.


Antariksa mengepalkan tangannya mendengar kalimat Sean barusan, rasanya ia ingin menonjok rahang pria itu dengan keras karena mulutnya tak terkontrol.

__ADS_1


"Kalo Lo bilang Alleysa itu hanya sampah, maka bagi gue Alleysa itu berlian yang berharga".


"Maksud Lo?" Tanya Sean yang tak mengerti maksud ucapan Antariksa barusan.


"Gue suka Alleysa, bagi gue dia berlian yang harus gue jaga. Jika Lo ngga bisa jaga dia biar gue yang gantiin posisi itu. Gue sayang Alleysa melebihi diri gue sendiri dan gue akan selalu melindunginya dari orang yang berniat jahat padanya termasuk Lo kakak angkat gue" ucapnya dingin dan terkesan sarkas.


Sean terkejut mendengar kalimat yang di lontarkan oleh Antariksa yang sungguh frontal bagaimana bisa seorang Antariksa menyukai gadis yang sudah ada pemiliknya apalagi mengungkapkan rasa sukanya di depan tunangan si gadis? Sungguh tidak masuk akal.


"Kenapa Lo ngomong itu ke gue?" Tanya Sean.


"Gue ngomong itu ke Lo, agar Lo tau sekeras apapun Lo berusaha nyakitin Alleysa gue nggak akan biarin Lo nyentuh dia sampe seujung kuku Lo, karena gue selalu ada untuk dia dan lindungi dia" lanjutnya.


"Gue akan hancuriin Lo jika berani macam-macam sama dia, karena alasannya cukup jelas bukan, gue suka tunangan Lo" lanjutnya dengan tatapan tajam menatap Sean yang duduk di depannya.


Antariksa bangun dari duduknya sesaat ia hendak melangkah pergi meninggalkan kafe itu seruan Sean membuat ia mengentikan langkahnya cukup lama dan terdiam.


Damn


Antariksa terdiam sesat tubuhnya beku dan kaku sesaat nama gadis yang telah lama ia nantikan keberadaannya di sebut lagi. Gadis yang ia tunggu sampai kini keberadaannya, gadis yang ia nanti kemunculannya.


"Lo ngga lupakan sama dia? Caca. Gue dapat berita sekarang dia masih hidup".


"Lo ngga mau nyari kabar Caca dan tanyain alasannya menghilang dari Lo kenapa?" Lanjutnya dengan berseringai.


Antariksa mengepalkan tangannya ia berusaha sekuat mungkin menahan amarahnya yang sudah memuncak. Ingin rasanya ia menonjok wajah menjengkelkan Sean namun ia harus menahannya selain ini adalah kafe tempat umum kini Sean adalah putra dari Arthur grup yang cukup di sorot masyarakat.

__ADS_1


"Gue kasih clue Caca Lo menghilang karena ada hubungannya sama gadis yang Lo suka sekarang yaitu tunangan gue Alleysa Seira James Smith. Lo mungkin ngga lupa sama Alfandi Smith bokap Alleysa yang udah buat bokap Caca meninggal kecelakaan! Dan papa nyuruh kita buat tutup mulut bukan? Karena Om Alfandi bokap Alleysa itu sahabat bokap" lanjutnya lagi.


"Gue cuma ingetin mungkin Lo lupa clue yang kita temuin waktu kecil" lanjutnya kemudian meninggalkan Antariksa seorang diri.


Antariksa meremas stir mobilnya keras. Ia menekan tombol klakson mobilnya hingga membuat suaranya begitu nyaring. Mengapa ia lupa hal penting yang pernah gadis itu ceritakan di tambah bukti yang pernah ia temukan di meja kerja papanya dulu. Bukti kematian ayah gadis itu, ayah Chalsea di yang menjadi korban kecelakaan tol beberapa tahun lalu adalah akibat dari orang suruhan Alfandi Smith yang ia tidak tahu dulu jika mempunyai putri yang bernama Alleysa.


"Chalsea, Alleysa semuanya penting buat gue arghhh" ucapnya frustasi sambil mengacak rambutnya kenapa masalahnya kian bertambah banyak. Bagiamana ini? Ia belum bisa menjadi pangeran untuk Alleysa, berbaikan dengan kedua orangtuannya di tambah masalah Chalsea yang hilang meninggalkan dirinya.


Antariksa binggung apa yang harus ia lakukan sekarang? Apakah ia masih bisa mencintai Alleysa setelah apa yang telah Keluarga Alleysa lakukan pada orang yang paling ia cintai sampai sekarang? Entahlah untuk saat ini dia sendiri tidak tahu jawabannya.


******


Hayoo manteman gimana part ini? Kalian dongkol ngga jadi Antariksa, disaat dia udah buka hati untuk Alleysa Sean menguak masalahku mereka mengungkit gadis bernama Chalsea!!!


Btw Chalsea itu siapa sih?? Kayaknya istimewa banget dehh??


Jadi untuk beberapa part nanti aku bakal masukin orang baru yaitu si Chalsea jadi buat kalian yang kepo siapa itu Chalsea baca cerita ini yaa....


Ku usahakan update hehehe


So buat kalian yang lupa aku cuman ingetin follow ig author @Marcelinaap_


Tengkyuuu manteman online telah baca


Much love

__ADS_1


Linlinnnnn


__ADS_2