
"Nona muda bangun non hari ini nona sekolah" ucap suara maid dari depan pintu kamar Alleysa.
Arghhh
"Iya" sahutnya singkat kemudian membuka matanya perlahan menyesuaikan cahaya yang masuk kedalam retina matanya.
Setelah rohnya terkumpul iya langsung menuju kamar mandi untuk menyelesaikan ritual mandinya. Hanya butuh 30 menit bagi Alleysa menyelesaikan mandinya selanjutnya ia memakai seragam SMA Arthur yang bisa di bilang sangat bagus. Sekilas info SMA Arthur adalah SMA yang sangat terkenal di Indonesia sekolah dengan standar internasional dengan menerapkan kurikulum Cambridge membuat sekolah ini sangat terkenal baik dalam bidang prestasinya. Selanjutnya SMA yang membuat SMA Arthur juga terkenal adalah gedung sekolah yang megah dan juga berbagai fasilitas penunjang untuk muridnya yang sangat lengkap dan bagus. Selain itu SMA Arthur juga merupakan SMA dengan biaya SPP yang fantastis sehingga menjadikan SMA itu adalah tempat berkumpul para anak-anak yang berasal dari kalangan orang yang sangat berkecukupan sebenarnya untuk anak-anak dari golongan menengah kebawah bisa menempuh pendidikan di SMA Arthur karena SMA itu menyediakan layanan beasiswa penuh bagi para pelajar yang berprestasi dalam bidang akademik maupun non akademik.
Alley menyambar tas kulit hitam merek Chanel itu kemudian keluar dari kamar menuruni tangga untuk kelantai 2.
"Oh iya mommy udah daftarin kamu les balet, kursus matematika, sama pelajaran umum lainnya, juga mommy kursus kan kamu musik yaitu musik vokal, piano, gitar, dan jangan lupa tiap Sabtu pagi kamu ada latihan memanah, main golf dan berkuda di Serpong" lanjutnya.
"Apa nggak berlebihan mom, Alley juga belum tau jadwal pelajaran Alley di sekolah nanti?" Tanyanya seraya membelah roti dengan pisau steaknya.
Tinggg
Anindita membanting garpu dan pisau itu kemudian menatap Alleysa dengan tatapan tajam.
"Kamu bilang berlebihan?" Tanyanya.
Alleysa hanya mengangguk kemudian menundukkan kepalanya.
"Alleysa sejak kapan kamu membantah omongan mommy, ingat mommy ingin melakukan yang terbaik buat kamu. Kamu tahu kan untuk menjadi bagian keluarga dari Arthur kamu harus memantaskan diri. Apalagi kelak kamu akan menjadi istri dari Sean Arthur jadi sebagai calon kamu harus memenuhi kriteria keluarganya. Dan kamu harus ingat keluarga Arthur itu bukan orang sembarangan" sentak Anindita.
"Kamu mengerti kan maksud mommy?" Tanya Anindita kepada putrinya itu.
Alley mengangguk mengerti.
__ADS_1
"Yasudah makan, mommy mau kedepan nyusul Daddy kamu sama Sean di ruang tamu" lanjutnya kemudian meninggalkan Alleysa sendirian di ruang makan.
Alleysa menghembus nafasnya dengan kasar, "lagi-lagi Sean" ucapnya pelan kemudian menyusul kedua orang tuanya ke ruang tamu tanpa menghabiskan roti panggang itu.
"Nah itu Alleysa datang" ucap Alfin membuat Sean berdiri dan tersenyum.
"Yaudah kalo gitu saya sama Alley pamit berangkat dulu ya om Tante" ucap Sean kemudian menyalami tangan kedua orang tua Alleysa begitupun dengan Alleysa.
Di dalam mobil
Hening itulah suara yang tercipta di dalam mobil BMW hitam itu. Begitupun dengan Alley ia tak minat memulai obrolan dengan Sean dan hanya menatap ke arah kaca mobil di sampingnya. Di depan gerbang SMA Arthur telah berbaris beberapa reporter yang akan meliput Alleysa sebab kepindahan putri CEO dari JS. Corp itu mengundang banyak rasa penasaran apalagi wajah putri dari CEO itu bisa di bilang sangat cantik dan juga tak lupa gaya gadis remaja itu yang sangat menyorot perhatian yaitu anggun.
Alleysa meremas rok kotak-kotak hitamnya sambil menundukkan kepalanya ke bawah takut ada yang reporter yang melihat dirinya di dalam mobil milik Sean itu.
"Nggak usah nunduk mereka nggak bakal liat sebab kaca mobil ini nggak tembus pandang ke luar" ucap Sean menenangkan Alleysa.
Mendengar penuturan Sean Alleysa bernafas lega, kemudian ia melajukan mobilnya menuju parkiran SMA Arthur yang berada di dalam lingkungan sekolah.
Sean menutup pintu mobilnya, bersama dengan Alleysa semua mata murid SMA Arthur melirik ke arah most wanted itu tetapi tatapan penasaran dari mata mereka lebih ditujukan kepada gadis yang berada di sebelah Sean. Siapa lagi jika bukan Alleysa.
"Wow siapa tu cewek?"
"Cantik woyy"
"Kayak Dewi Yunani Broo"
"Bukannya itu putri tunggal dari JS grup?"
__ADS_1
"Gilak cantik banget"
"Eh apa dia pacarnya Sean?"
"Gilak Sean ganteng dapet cewek kayak bidadari"
"Ada most wanted girl kayaknya nanti"
"Kumpulan orang kaya mah SMA Arthur"
Kira-kira seperti itulah bisik-bisik para murid SMA Arthur yang melihat kedua pasang manusia dengan wajah sempurna yang berjalan menyelusuri koridor.
Mereka menatap kagum ke arah Sean dan Alleysa apalagi bagi para kaum remaja putra mereka sangat senang dan gembira kedatangan putri dan JS grup. Apalagi putri JS grup bersekolah di sini.
"Oh ia Al kelas kamu di kelas 11 MIPA 1 jadi kamu nggak perlu ke ruangan kepsek jadi biar aku anter" ucap Sean. Alleysa menganguk kemudian berjalan beriringan bersama Sean menuju ruang kelasnya.
Semua mata murid menatap heran kepada seorang gadis cantik yang berdiri di ambang pintu bersama dengan Sean lebih tepatnya kak Sean. Sebab Sean duduk di kelas 12 sedangkan ini di koridor kelas 11.
"Ada apa kak Sean ada yang bisa kami bantu?" Tanya seorang remaja putra yang mengenakan kacamata tebal kepada Sean.
"Dia murid baru dikelas kalian, tolong kasih dia kursi. Dan ingat jangan ganggu dia" ucap Sean kemudian pergi meninggalkan Alleysa tanpa sepatah katapun.
Pria berkacamata itu memandang kearah Alleysa lama, ia mengagumi wajah cantik Alleysa.
"Kursi saya?" Tanya Alleysa karena merasa di perhatikan oleh pria ini dan semua murid di dalam kelas.
"Oh iya sini" ucapnya kemudian mempersilahkan Alleysa untuk duduk di sebuah kursi di depan meja guru yang sudah di sediakan dari kemarin oleh guru.
__ADS_1
Semua anak kelas MIPA satu itu menatap kagum kearah Alleysa mereka juga terang-terangan mengambil gambar Alleysa untuk di jadikan bahan liputan oleh media. Alleysa tak ambil pusing itu toh dia juga dari kecil sering di foto oleh paparazi seperti mereka.
Sambil menunggu guru masuk Alleysa mengambil ponsel dan earphone kemudian memasangkan ke kedua telinganya selanjutnya membuka novel yang sempat ia beli waktu di Amerika.