Pangeran Untuk Alley

Pangeran Untuk Alley
Part 44 Hurt


__ADS_3

Alleysa mengerjap-jab kan matanya pandangannya sedikit berkurang-kunang dan juga kepalanya yang sedikit pusing. Ia berusaha bangun dari tidurnya namun suara seseorang menahan tindakannya barusan.


"Jangan bangun dulu kepalanya masih sakit kan" ucap suara lembut itu membuat Alleysa kebingungan dengan suara itu.


Setelah kesadarannya kembali Alleysa terkejut bukan main melihat Anandita Mommy nya duduk di pinggiran ranjangnya sambil mengelus puncak kepala putrinya penuh sayang.


"Mommy kapan ke sini?" Tanya gadis itu, bukan malah mendengarkan perintah ibunya untuk istirahat dulu ia malah duduk dan menatap ibunya lekat-lekat tak percaya kenapa ibunya bisa ada di rumah ini ya rumah keluarga Antariksa.


"Mommy kamu baru sampai tadi" ucap suara lembut itu masuk kedalam kamarnya yang di tempati nya selama beberapa hari lalu.


Alleysa manggut-manggut mengerti.


"Kok Alley disini? Atar yang bawa?" Tanya gadis itu lagi.


"Antariksa?" Kali ini Anandita yang bertanya balik.


"Iya dia yang bawa kamu ke rumah, kamu pingsan di sekolah karena kecapean kata dokter UKS" ucap Laura kemudian mengambil nampan yang berisikan bubur di dalamnya.


"Dimakan ya sayang, sini Mommy suapi" ucap Anindita mengambil nampan dari tangan Laura dan menyuapi gadis itu makan, Alleysa awalnya kebingungan dengan kebaikan ibunya yang secara tiba-tiba itu namun mau bagaimana lagi ia tetap saja menerima suapan ibunya. Satu suapan gadis itu merasakan makanan itu aneh masuk kedalam mulutnya namun ia masih menelannya.


Dua sendokkan.


Hoekk


Alleysa mengeluarkan makanan yang di suapi oleh Anindita.


"Kamu nggak papa, mau ke dokter?" Ucap wanita paruh baya itu menatap khawatir ke putri tunggalnya.


"Alley gak papa kok mom, efek masih pusing tadi aja" ucapnya berkilah, namun jujur ia merasakan tubuhnya saat ini sangat tidak fit.


"Kalo gitu minum dulu".

__ADS_1


Alleysa menerima uluran tangan Mommy nya yang memberikan air putih kepadanya.


"Mama keluar dulu ya" ucap Laura kemudian pamit keluar kamar dan menutup pintu kamar itu.


Setelah kepergian Laura entah kenapa Alleysa melihat raut wajah berbeda yang di tampilkan olehnya untuk Alleysa.


"Mommy mau nanya Al boleh?" Tanya wanita itu pada Alleysa.


"Nanya Apa mom?".


"Kamu tau Antariksa dari kapan?" Tanyanya penasaran.


"Emangnya kenapa Mom?" Ucap gadis itu penasaran akan arah pertanyaan ibunya.


"Mommy harap kamu gak usah Deket lagi sama dia!, Dia bukan anak baik".


Alleysa membelalakkan matanya mendengar ucapan barusan dari mulut ibunya menjauhi Antariksa oh tuhan dirinya saja baru akan dekat lagi kenapa sekarang di suruh menjauh.


"Lagian kamu udah punya tunangan dan itu kakaknya Atar, kayaknya tu bocah suka sama kamu lley jadi jangan Deket sama dia. Daddy kamu juga udah kasih peringatan bukan? Jadi jangan di bantah kamu gak lupa bukan konsekuensinya kalo kamu masih kekeh citra Smith corperation akan hancur karena skandal itu".


"Alleysa mommy bicara untuk kebaikan kamu".


"Kebaikan Alleysa yang mana?, Udah berkali-kali Alleysa bilang tunangan dengan Sean bukan pilihan aku tapi pilihan kalian! Kalian egois cuma mikirin perasaan kalian tanpa sadar kalian udah ngorbanin putri kalian sendiri" ucap Alleysa kemudian beranjak dari kasur mengambil sweater dan keluar kamar tak memperdulikan teriakan mamanya yang dari tadi memanggil namanya.


Disinilah Alleysa sekarang berada duduk di jembatan kayu danau buatan itu dengan kaki di lipat bersilah mata tak henti-hentinya mengeluarkan kristal bening yang jatuh membasahi pipi mulusnya jika kalian bertanya kenapa Alleysa selalu suka menangis jawabannya adalah bukan karena dia terlalu cengeng namun dia tidak bisa menyelesaikan masalahnya yang sudah bertubi-tubi jika kalian seperti Alleysa memiliki masalah yang banyak apa yang kalian lakukan jika tidak mampu menyelesaikan nya? Menangis? Sama itulah kini yang di lakukan gadis itu. Jika kalian bertanya kenapa tidak berusaha memperbaiki dan menyelesaikan masalah itu jawabnya ia ingin namun ia tak tahu harus dari mana menyelesaikannya, caranya pun ia tak tahu karena masalah yang di hadapi sungguh berbelit-belit ia sendiri binggung dari mana awal permasalahan ini. Jadi jika kalian menganggap Alleysa lemah silahkan namun apakah kalian sanggup jika di beri cobaan bertubi-tubi seperti Alleysa itu coba pertanyakan pada diri kalian?.


"Alley" panggil seseorang namun Alleysa tak menoleh sedikitpun ke arah pemanggil itu ia terlalu larut dalam kesunyian dan kesendirian dengan mata lurus menghadap ke arah air yang tenang itu.


"Lo kenapa disini?" Ucap suara itu menepuk bahu Alleysa. Namun si empu lagi-lagi hanyut dalam kebisuan.


"Alleysa jawab" ucap suara itu membalikan tubuh Alleysa. Betapa terkejutnya ia melihat wajah gadisnya penuh dengan air mata ia bisa melihat meskipun gelap karena wajah gadis itu di pancarkan langsung oleh cahaya sinar rembulan.

__ADS_1


"Lo kenapa" ucapnya kemudian memeluk gadis itu yang menangis dengan tubuh bergetar hebat.


"Atar hiks hiks hiks" ucap gadis itu masih diam sambil menangis segugukan dia dalam pelukannya.


"Cerita lley ada apa? Biar gue bisa bantu jangan Lo pendam sendiri itu sakit" ucapnya lagi sambil mengelus puncak kepala gadisnya penuh sayang.


"Mommy Tar hiks hiks hiks".


"Kenapa mereka jahat sama gue padahal gue putri mereka hiks hiks".


"Sakit tar, gue capek hiks hiks. Gue pengen hidup biasa aja tapi kenapa semakin rumit" ucapnya lagi segugukan di dalam pelukan Antariksa.


"Lepasin semuanya jangan buat itu jadi beban buat Lo jadi lepasin semua beban Lo ya" pintanya sambil mendekap gadisnya dalam pelukannya.


.


.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


.


Oke pembaca cerita Pangeran Untuk Alley, nanti setelah draft cerita ini aku rencananya bakal publish sinopsis sequel Pangeran Untuk Alley ya semoga kalian suka sama sinopsisnya dan aku bakal up cerita itu nanti kalo cerita ini udah tamat ya!!!!


__ADS_2