
Alleysa menitikkan air mata, haru mendengar suara merdu Antariksa. Antariksa meletakan gitar di sebelah drum berjalan ke arah gadis itu. Ia berlutut ke arah Alleysa netranya menatap lekat ke arah gadis itu. SeorangĀ pelayan membawa nampan yang di atasnya ada sebuah buket bunga mawar putih, dan sebuah kotak beludru persegi.
Lampu kelap-kelip di hidupkan, Antariksa tersenyum.
"Pertama kali gue liat Lo di tempat les vokal. Gue langsung jatuh hati sama Lo.
Gue senang kalo tau Lo satu sekolah sama gue, semenjak liat Lo duduk di jembatan seorang diri gue meyakinkan diri gue bahwa gue harus menjaga Lo.
Lo takdir Tuhan buat gue, gue berharap bisa jadi pangeran yang selalu menjaga Lo.
Gue Antariksa Keano Peter berjanji akan menjaga Alleysa Seira James Smith, So Do You Want To Be My Girlfriend Alley?" Ucapnya sambil membuka kotak beludru itu, yang menampilkan sebuah kalung berinisial AA kepada gadis itu.
"Kalo Lo Nerima gue ambil kalung ini, kalo nggak sebaliknya" ucapnya dengan tatapan yang tak berhenti menatap gadis itu.
Alleysa terdiam cukup lama, menatap kalung bertuliskan inisial mereka. Air mata jatuh secara tiba-tiba membuat Antariksa yang memandang wajah gadis itu terdiam bertanya dalam hati kenapa Alleysa menangis.
"Antariksa" panggil gadis itu.
"Gue ----" gadis itu menghela nafas sejenak, ia mata kembali luruh sial ia tak bisa namun ia harus mengatakannya takut Antariksa semakin terluka.
"Gue----" ucap gadis tersendat-sendat.
Antariksa berdiri tangannya terulur menyeka air mata gadis itu dengan ibu jarinya.
"Kenapa hem?" Ucapnya sangat lembut, air mata gadis itu kembali berjatuhan kali ini lebih deras ia tak bisa mengatakan namun ia harus mengatakan semua ini.
"Gue ngga bisa" ucap gadis itu pelan tapi pasti, Antariksa sangat terkejut namun ia berusaha untuk tidak mengeluarkan raut wajah penuh selidik dan bertanya kepada gadis itu. Ia harus membiarkan Alleysa mengatakan alasannya.
"Gue ngga bisa Antariksa, gue ngga bisa pacar Lo. Gue ngga bisa tar" ucapnya lagi dalam isakan tangis.
"Maafin gue Tar, gue ngga bisa. Gue udah Tunangan maaf kalo dari dulu gue ngga cerita, ada alasan yang buat gue juga ngga bisa jadi pacar Lo maafin gue" lanjutnya kemudian berjalan keluar meninggalkan Antariksa yang mematung mendengar ucapan gadis itu.
__ADS_1
Alleysa berlari keluar restoran itu, bukk ganggang Hells nya masuk kedalam lubang jalan, hingga gadis itu tersungkur dan Hells nya patah.
Alleysa berusaha berdiri meskipun kakinya sakit karena terkilir. "Maafin gue Atar" ucapnya kemudian menoleh ke arah restoran berbintang itu untuk terakhir kali, berharap Antariksa mengejarnya shit!! Tidak akan terjadi, seharusnya ia sadar diri. Ia telah menolak pria itu pria yang amat tulus padanya.
Alleysa berlari sejauh mungkin meninggalkan Antariksa disana.
Antariksa duduk tanpa minat, air matanya jatuh sekelebat memori tentang kebersamaan dirinya dengan gadis itu bermunculan ia tersenyum simpul.
Dorr
Kembang api yang seharusnya di keluarkan saat kue datang pun timbul di atas langit malam yang menghitam.
Alleysa memandang langit malam yang taburi kembang api, di kembang api itu bertuliskan "Happy Birthday my Angel's".
Alleysa meyerka air matanya kasar ia tertawa hambar "gue udah sia-sia in orang yang tulus sama gue".
Flashback on
Alleysa bergegas Menganti pakaiannya, di walk in closed. Drttt ponsel gadis itu berbunyi dengan langkah cepat ia berlari ke arah meja rias di dalam kamarnya, mengangkat telepon itu.
"Alleysa" tubuh gadis itu menegang saat mendengar suara yang tak asing masuk kedalam Indra pendengarannya.
"Daddy" ucapnya terkejut sudah selama ini ayahnya tak pernah menghubungi dirinya dan kini tiba-tiba menelpon pasti ada hal penting yang berkaitan dengan dirinya, jika tidak, tidak mungkin ayahnya mau capek-capek menelpon putrinya.
"Saya sudah cukup sabar dengan kamu Al kenapa kamu semakin hari semakin membangkang saya" bentaknya
"Saya tidak melakukan apapun yang merugikan anda meskipun anda selalu menyakiti saya" ucap gadis itu membalas bentakan ayahnya.
"Jangan kurang ajar kamu Alleysa di keluarga kita tidak ada yang seperti kamu tidak memiliki etika".
"Jika boleh saya meminta saya tidak Sudi menjadi bagian keluarga dari James Smith, lebih baik saya hidup miskin dari pada memiliki segalanya namun di kekang bagai burung dalam sangkar".
__ADS_1
Alfandi mengeram marah urat-urat tangannya yang menggenggam ponsel menonjol "jadi seperti ini kelakuan kamu sekarang menjadi pembangkang Daddy? Selama Daddy tidak di Indonesia tingkah kamu semakin luar biasa ya Al. Apa karena dia?".
"Maksud anda?".
"Antariksa Keano Peter, apa orang itu yang membuat kamu seperti sekarang menjadi gadis pembangkang? Hemm"
"Jangan sentuh dia" ucap gadis itu gemetar bagaimana bisa Daddy nya tau Antariksa.
"Ternyata kamu mengerti maksud saya. Tenang saya cuma bertanya saja Antariksa Keano! Nama yang tidak asing".
"Jika sampai anda melakukan sesuatu terhadap Atar saya tidak akan pernah memaafkan anda" teriak Alleysa murka.
"Kamu tau Alleysa saya sudah banyak berkorban agar saya bisa berada di posisi seperti ini, namun kini saya belum berada di puncak. Saya selalu berharap kamu menikah dengan keluarga Angkasa agar rencana saya berhasil kamu mendapatkan separuh warisan suami mu dan bisnis hotel di Kuba cepat selesai dan kamu malah dekat dengan cowok begajulan ngga jelas asal usulnya".
"Jika kamu terus seperti ini menjadi anak pembangkang jangan berharap lebih dengan Antariksa".
"Maksud anda?".
"Saya akan menghabisi Antariksa sama seperti orang-orang yang kamu sayang dan membuat kamu membangkang omongan Daddy mu sendiri".
Air mata kembali lagi jatuh, Alleysa tak menyangka kini ayah nya sendiri mengakui bahwa ia menghabisi orang-orang tersayang dia termasuk Revan.
"Jangan ganggu Atar dia ngga salah" lirihnya dengan air mata berlinang.
"Jika kamu ingin Antariksa baik-baik saja cukup jauhi dia dekat dengan Sean dan menikah dengan Sean putra tunggal pewaris grup Arthur".
"Alley ngga bisa, Alley ngga cinta sama Sean Dad" ucapnya memohon.
"Saya tidak peduli, dekati Sean dan jauhi Antariksa itu pilihan yang mudah bukan! Kalo kamu tidak mau siap-siap saya akan membuat Antariksa sama seperti keluarga Revan kamu tau kan Daddy tak pernah main-main dalam berucap".
"Besok kamu akan tinggal di rumah Sean, saya sudah bicarakan itu dengan keluarga Angkasa. Kamu akan pindah selama Daddy dan momy masih ada urusan di California, bersikap baik dan jangan mempermalukan nama keluarga Smith, ingat kamu cuma punya waktu hari ini untuk mengucapkan selamat perpisahan dengan Antariksa, kamu juga akan di kawal para bodyguard saya, jadi jika kamu membangkang saya bisa langsung menyingkirkan dia".
__ADS_1
"Tapi----" tutttt
"Dad, please".