Pangeran Untuk Alley

Pangeran Untuk Alley
Part 42 Merasa Janggal


__ADS_3

Disinilah Antariksa sekarang duduk bersandar di sofa yang di sediakan di ruangan khusus miliknya di dalam lingkungan sekolah, ia merebahkan tubuhnya di sofa merah itu dengan tangan terlipat di sebagai bantalan kepala.


ia baru saja kembali setelah mengantar Chalsea ke ruangan kepala sekolah untuk bertanya ruang kelasnya. Kejadian di taman barusan kembali muncul kedalam ingatannya. Ya ia ingat tadi Alleysa ada menyebutkan nama Chalsea kenapa ia bisa lupa.


"Lo kenapa bos kayak orang bingung gitu!" ucap Hendrik mendapati Antariksa menatap langit-langit ruangan dengan alis naik turun seperti memikirkan sesuatu hal.


"Gue merasa ada yang janggal sama Alleysa" Ucapnya kemudian merubah posisinya menjadi duduk bersila dan meminum sprite kaleng yang ia ambil di lemari pendingin tadi.


"Janggal gimana?" kali ini Yudhis berbicara.


"Kayak ada sesuatu yang di sembunyikan Alleysa ke gue tapi gue nggak tau itu apa, tadi di taman gue denger si Alley ngomong sendiri dan dia nyebutin nama Caca, dan gue baru sadar sekarang! apa jangan-jangan mereka ada hubungan ya?" lanjutnya dengan alis bertautan.


"Lo bener dan gak salah mereka memang ada hubungannya" Ucap Hendrik sambil menyodok bola putih ke bola merah di meja biliar dengan stiknya.


"Gak bohong Lo? tau dari mana Lo Bangke?" Tanya Antariksa kemudian berdiri mendekati Hendrik sahabat nya yang agak gesrek itu.


"Bangke Teriak Bangke" Timpal Yudhis membuat Antariksa melotot tajam hingga ingin keluar.


"Gue belum pernah cerita ke Lo ya?, gue rasa udah".


"Kapan nggak ada, Lo gak pernah cerita ke gue. Cepet cerita gue sangat penasaran" Timpal Antariksa.


"Oh iya lupa gue waktu itu gue mau cerita tapi Lo udah di jemput sama suruhan bokap Lo buat pindah".


"Yaudah sekarang cerita" Paksa Antariksa.


"Sabar Bangke".


"Jadi gini ceritanya......".


Hendrik menceritakan semua kejadian yang terjadi waktu di Jerman, ketika ia bertemu dengan Chalsea di minimarket dan gadis itu bercerita akan hidupnya yang telah di hancurkan oleh keluarga Alleysa hingga gadis itu mengalami penderitaan akibat kepergian ayahnya dan ia tinggalkan oleh ibunya. Hingga rencana kembali ke Indonesia untuk melancarkan aksi balas dendamnya kepada Alleysa. Antariksa mendengarkan nya dengan seksama semua cerita yang keluar dari mulut Hendrik sahabatnya tak ada satupun hal yang luput dari pendengarannya. Antariksa cukup terkejut akan hal ini ia tak menyangka Alleysa memiliki hubungan yang tak baik dengan Chalsea lantas kenapa baik dari Chalsea dan Alleysa tidak ada yang saling menceritakan hal ini dengan dirinya? Apakah kedatangan Chalsea kali ini ke Indonesia untuk membalas dendam kepada Alleysa sesuai yang di ceritakan oleh Hendrik tadi?.


Bel istirahat berbunyi 3 menit yang lalu, disinilah mereka berada sekarang, Alleysa, Antariksa, Chalsea, Hendrik, Yudhis dan Rere yang duduk di samping Yudhis dan Alleysa tengah membukakan bekal makanan yang di bawanya dari rumah untuk Alleysa.


Antariksa pria itu sudah biasa melihat pemandangan itu, Ya Alleysa memang begitu di jaga oleh keluarganya hingga sampai di berikan asisten pribadi seperti ini karena hanya ingin melindungi gadis itu namun berbeda dengan Chalsea gadis itu begitu terang-terangan menunjukan ketidaksukaannya terhadap Alleysa jika melihat sorot matanya.


"Lo gak malu apa di sampe punya Asisten pribadi di sekolah? Dasar anak Manja" cibir Chalsea terang-terangan menunjukan ketidaksukaannya kepada Alleysa.


Gadis yang merasa terusik itu mendongakkan kepalanya untuk melihat lawan yang berbicara padanya barusan.

__ADS_1


"Setau gue bukan urusan Lo" desis gadis itu tajam masih melanjutkan makannya dalam diam.


"So memang bukan urusan gue sih, tapi gue merasa kasian sama Lo jadi anak orang kaya konglomerat juga tapi di kurung pakek bodyguard dan asisten pribadi huh sedih ya jadi anj*ng piaraan keluarga Smith harus nurut sama perintah" ucap gadis itu tanpa mempedulikan ekspresi kesal dari wajah Alleysa.


"Ca udah".


"Chalsea Lo keterlaluan" timpal Hendrik.


Brakkk


Mereka semua yang ada di dalam kantin terkejut bukan main melihat kemurkaan yang di tunjukan oleh Alleysa kepada Chalsea dengan melempar koyak nasinya ke arah gadis itu hingga isi makannya itu berserakan jatuh ke lantai dan mengenai pakaian gadis itu.


Chalsea mengepalkan tangannya kuat-kuat murka kerena pakaiannya kotor akibat di lempari Alleysa dengan makanannya.


"Maksud Lo apaan breng*sek" Umpat Chalsea murka mendapati Alleysa yang sengaja melempar bekal makanannya ke arah dirinya.


"Upss gue sengaja, maaf ya lagian gue pikir Lo tempat sampah secara mulut Lo yang kurang bermutu itu bau sampah" ucap Alleysa menatap sinis ke arah Chalsea.


Tangan Chalsea mengepal ke atas saat ia hendak menampar pipi Alleysa sebuah tangan menahan lengannya yang sudah melayang di udara.


"Gue gak suka cewek kasar dan tingkah Lo udah bar-bar Ca, cukup jangan mempermalukan hidup Lo sendiri" ucap Antariksa menahan lengan gadis itu agar tidak memukul Alleysa.


"Lebih baik Lo ganti pakaian Lo, ada di koprasi dari pada Lo kayak gini" ucap Antariksa menasehati Chalsea.


"Nafsu makan gue tiba-tiba ilang gitu aja karena liat sampah gede" Ucap Alleysa kemudian menenggak air putih dari dalam botol minum miliknya.


"Yuk re kita pergi, jijik gue liat sampah busuk" perintah Alleysa di angguki oleh Rere kemudian mereka berjalan pergi meninggalkan kantin.


"BRE*SEK LO ALLEYSA SINI LO" teriak Chalsea murka.


"Berisik banget sih Lo Ca, sakit kuping gue dengerin teriakan Lo" ucap Hendrik berpura-pura dengan menutup telinganya.


"Apa Lo gue harus kasih pelajaran ke Alleysa" ucapnya nyolot


"Lagian itu salah Lo juga" kali ini Yudhis yang berbicara membuat Chalsea terdiam.


"Udah mendingan Lo ganti baju Lo beli di koperasi" putus Antariksa kemudian mengeluarkan uang berwarna merah sejumlah 7 lembar dan meletakkan uang itu ke atas meja kemudian pergi berlari meninggalkan kantin.


"Dengerin itu apa kata bos Atar" Nasehat Hendrik.

__ADS_1


"Berisik Lo" ucap Chalsea kemudian beranjak dari duduknya mengambil uang pemberian Antariksa dan meninggalkan kantin untuk mengganti baju ke WC.


"Bocah ngapa yak?" Tanya Hendrik kebingungan dengan sikap Chalsea sekarang jauh berbeda sewaktu ia belum pergi dari Indonesia.


"Gak tau ayanan kali" Ucap Yudhis seadanya kemudian meminum pulpy orange miliknya, ia tak peduli dengan Chalsea meskipun sekarang ia cukup kesal mendengar cerita Hendrik tentang Chalsea yang terlalu banyak berubah namun dia juga tak mau terlalu ikut campur akan masalah mereka berdua.


.............


"Lley"


"Alleysa"


"Alleysa Seira"


"Lley"


"Gue mau ngomong lley" ucap Antariksa berusaha menahan langkah kaki gadis itu dengan menghadang jalannya.


"Ngomong apa? Masalah tadi?" ucap gadis itu cepat.


"Uda gak usah di bahas gue malas, lagian bagi gue tadi udah selesai" putus gadis itu tiba-tiba.


"Tapi Lo bisa cerita ke gue Lo ada masalah apa sama Caca?" selidik Antariksa berusaha agar Alleysa mau sedikit membuka cerits masa lalunya dengan Chalsea.


"Gue nggak ada masalah apa pun sama Chelsea lagian itu juga udah selesai kok lu nggak usah ikut campur ntar kan itu bukan masalah lo gue harap Lo mengerti" Putus Alleysa.


"Tapi lley".


"Gue lagi gak mau bahas itu, kan gue udah bilang bukan masalah Lo Tar" ucapnya kemudian hendak berjalan pergi namun tiba-tiba kepalanya kesakitan saat ia hendak terhuyung jatuh antariksa dengan siap menahan tubuh Alleysa.


"Lo kenapa Lley ada yang sakit" ucap panik Antariksa mendapati Alleysa yang terhuyung.


"Gue gak papa" ucap gadis itu namun pusing di kepalanya masih terasa.


"serius".


"iya..." bukk


tubuh Alleysa jatuh dengan sigap antariksa membopong tubuh gadis itu dan membawanya ke UKS. Dalam hati Antariksa berdoa 'semoga tidak terjadi apapun dengan dia ya Tuhan karena aku sangat khawatir' Melihat tubuh gadis itu jatuh pingsan di hadapannya.

__ADS_1


__ADS_2