Pangeran Untuk Alley

Pangeran Untuk Alley
Part 20 Pangeran Untuk Alley


__ADS_3

"Atar" panggil seseorang membuat Antariksa yang sedang mendribble bola basket di lapangan indoor menghentikan kegiatannya. Antariksa menatap kearah gadis remaja dengan dengan hendshet di leher itu berjalan dengan sebotol air putih dan handuk di tangan duduk di kursi panjang penonton.


Antariksa menghampiri gadis itu seraya tersenyum manis, "ngga masuk kelas?" Tanya pria itu kemudian mengambil botol mineral dari tangan gadis itu menenggak setengah botol air itu.


"Jam kos nggak ada kerjaan, jadi ke sini" ucap gadis itu tersenyum dengan menampilkan gigi kelinci putihnya.


"Seharusnya jam kosong di kelas, ngapain kesini?" Tanyanya kemudian duduk di samping gadis itu menatap gadis itu yang semakin hari semakin cantik.


"Disini tempatnya tenang Atar, gue nggak suka tempat ribut" lanjutnya.


"Lo mau gue tunjukin tempat yang tenang dan di jamin Lo pasti suka" ucapnya lagi.


"Serius?".


"Iya, Lo mau kan?".


"Mauuuuu, pulang sekolah Tar kita kesana" ucap gadis itu lagi dengan riang.


"Apapun untuk putri Alley" ucapnya sambil mengacak rambut gadis itu gemas.


Sesuai dengan janji Antariksa ia mengajak gadis itu berjalan menuju tempat tujuan. Gadis itu masih setia memakai helm Bogo yang di beli beberapa waktu lalu.


"Kita dimana Tar?" Tanya gadis itu ketika mereka berada di tempat yang sama sekali tidak ia ketahui.


"Lo nggak ada niatan nyulik gue kan?" Tanya gadis itu menaruh curiga ke pada Antariksa.


"Gue memang berencana buat nyulik Lo" desisnya lagi.


"Atarrrrr" teriak gadis itu kesal karena Antariksa menggoda dirinya lagi.


"Udah yuk cepat ntar keburu hujan lagi" peringat nya melihat cuaca hari ini yang mendung mendadak.


"Wah, it's so amazing" ucap gadis itu refleks melihat sesuatu yang menakjubkan di depan matanya sebuah danau buatan di tengah-tengah kota Jakarta danau yang masih asri dan sepi itu.


"Gila Lo temu ni tempat bagus banget Tar" ucapnya memuji tempat itu.


"Antariksa gitu Lo" ucapnya bangga.


"Lo mau ke sana?" Tanya Antariksa menunjuk danau buatan yang airnya agak kehijauan namun bersih dan asri.


"Mau tapi naik apa?" Tanya gadis itu binggung.


"Lo tunggu sini bentar" ucapnya kemudian berlari kecil meninggalkan gadis itu yang memandang tubuh Antariksa yang semakin jauh.


"Lley sini" ucapnya memanggil gadis itu. Alleysa yang tadi duduk di rumput hijau di pinggir danau tersenyum lebar melihat Antariksa yang sudah ada di atas sekoci (perahu kecil).

__ADS_1


"Naik sini" ucapnya lagi.


Alleysa naik di bantu oleh Antariksa sebagai pegangan setelah naik Antariksa mulai mengayuh sekoci itu dengan dayung. Wajah gadis itu tak henti-hentinya tersenyum melihat pemandangan danau itu. Ia kemudian mengambil ponsel di dalam tasnya memfoto gadis itu diam-diam. Alleysa yang menyadari bahwa dirinya dengan foto oleh Antariksa diam-diam kemudian merebut ponsel dari tangannya.


"Mau ngapain lley?".


"Lo foto gue diam-diam sini" cekrek.


Alleysa berselfie di ponsel Antariksa dengan berbagai gaya.


"Tar udah dulu ngayuhnya sini deketan kita foto bareng" perintahnya.


"Cepetan Atar".


Antariksa meggeserkan tubuhnya mendekat ke arah Alleysa. Dan mereka melakukan selfie bersama dengan pose yang berbeda-beda mulai dari biasa saja sampai gaya jelek.


"Akhirnya gue nggak nyesel pulang ke Indonesia" ucap gadis itu sambil memainkan air dari atas sekoci.


"Maksud Lo?" Tanyanya yang binggung dengan arah ucapan gadis itu.


"Gue bahagia Tar, gue nggak nyesel balik ke indo semua karena berkat Lo. Lo yang ngajak gue keliling liat Dunia luar. Dulu sebelum Lo datang kedalam hidup gue. Gue nggak bisa leluasa kemanapun yang gue mau dan itu membuat gue merasa kayak bintang yang di kandang" tutur gadis itu lagi.


Antariksa terdiam mendengar ucap gadis itu "jadi selama ini Lo merasa kayak gitu?".


"Tapi sekarang gue udah nggak merasa sendirian lagi, gue punya Lo pangeran gue" katanya kemudian tersenyum simpul.


"Maksud Lo?" Tanyanya kebingungan.


"Gue udah ketemu pangeran gue. Lo Antariksa pangeran untuk Putri Alleysa" ucap gadis itu lagi.


Damn


Anteriksa terdiam kaku mendengar ucapan gadis itu. Dia tak bisa berkata apapun lagi ketika gadis itu berkata bahwa Antariksa adalah pangeran untuk dirinya.


"Atar, Lo kenapa?" Tanya gadis itu lagi melihat perubahan wajah Antariksa yang mendadak diam.


"Gue nggak papa" ucapnya lagi.


"Lo nggak mau jadi pangeran buat gue Tar?" Tanya gadis itu lagi.


"Siapa bilang gue nggak mau, nggak perlu jadi pangeran buat Lo gue bakal buat Lo bahagia dan lindungi Lo dan Lo nggak akan merasa kesepian karena gue akan selalu ada buat Lo Alleysa Seira James Smith" ucapnya mantap.


"Janji?" Kata gadis itu mengajukan jari kelingking mengikat janji kepada pria di hadapannya ini. Antariksa menautkan jemarinya ke jari gadis itu membuat janji di tempat ini.


"Tar Lo mau janji lagi nggak sama gue".

__ADS_1


"Janji apa lagi putri Alley?" Tanyanya.


"Janji sama gue jangan ngajak orang lain kesini selain gue" ucap gadis itu lagi.


"Kenapa lley?".


"Ya nggak papa sih tapi mulai sekarang udah jadi wilayah kekuasaan putri Alleysa heheheh" ucapnya lagi.


"Terserah putri Alley pangeran ganteng ikut aja" katanya lagi.


"Oke pengawal".


"Pangeran Alley".


"Hari ini pengawal dulu besok pangeran".


"Terserah Lo aja deh".


Mereka asik tertawa hingga hujan menyuguyur bumi secara tiba-tiba.


"Lley neduh yuk" ajak Antariksa menarik tangan Alleysa lembut berteduh ke pendopo dekat danau yang biasa di gunakan sebagai tempat istirahat para pelancong memancing.


"Lo kedinginan" tanya Antariksa, gadis itu menganguk tanpa pikir panjang Antariksa melepaskan jaket bomber army miliknya memakaikannya ke gadis itu agar ia tidak kedinginan.


"Lo makek apa?" Ucapnya kemudian hendak melepas jaket itu namun tangannya di tahan oleh Antariksa.


"Lo pakek aja gue ngga papa ntar Lo sakit" ujarnya.


"Thanks Tar".


Gadis itu mengusap-usap tangannya yang kedinginan Antariksa yang melihat itu mendekatkan dirinya ke arah gadis itu, mengambil tangannya dan meniupnya Alleysa yang mendadak di perlakukan seperti itu tercengang perlakuan mesra dari Antariksa membuat jantung Alleysa berpacu sangat cepat.


"Kalo kedinginan gue siap jadi penghangat buat Lo" lanjutnya kemudian mengangkat kepalanya, tatapan mereka bertemu baik Alleysa dan Antariksa mereka saling diam tanpa bersuara.


Mereka saling pandang, tanpa berkedip sekali pun. Antariksa memajukan wajahnya mendekat ke wajah gadis itu, mereka semakin intens menatap hingga deru nafas mereka terdengar masing-masing. Aroma parfum Bulgari milik Antariksa seolah-olah menghipnotis Alleysa. Antariksa semakin memajukan wajahnya hingga hidung mancung mereka bersentuhan, lalu ia memiringkan hidung dan menempelkan bibirnya ke bibir ranum Alleysa. Alleysa yang mendapatkan perlakuan itu pun ikut memejamkan matanya, Antariksa mencium Alleysa dan gadis itu juga membalas ciuman Antariksa.


Hujan di bulan Juni seakan menjadi pertanda bahwa cinta itu memang ada untuk mereka, hujan menjadi saksi bahwa sesungguhnya mereka adalah makhluk tuhan yang sedang berusaha mencari cinta.


Akhirnya aku udah Up cerita pangeran untuk Alley sampai Part 20. Senang pasti guys, kalian aku pasti senang kalo aku Up trus kan!!!


jadi kalo kalian mau aku up trus jangan lupa ninggalin jejak, vote dan coment ya guys!!


coment menurut kalian gimana cerita ini ada yang kurang nggak?.


sekalian jangan lupa follow ig author @marcelinaap_

__ADS_1


__ADS_2