Pangeran Untuk Alley

Pangeran Untuk Alley
Part 45 Akhirnya Bercerita Part 1


__ADS_3

Mereka berdua hanyut dalam pikiran masing-masing setelah setelah Alleysa menangis sejadinya di dalam pelukan Antariksa dan gadis itu pun akhirnya terdiam. Ini lah salah satu sifat yang tidak di sukai oleh Antariksa kepada gadisnya Alleysa dia suka memendam masalahnya sendirian dan suka menangis dalam sepi itulah yang di takutkan kepada Alleysa ia takut gadisnya akan terkena depresi berat karena beberapa bulan lalu gadisnya di diagnosis terkena stres meskipun cuma gejala namun jika di biarkan bisa bertambah parah bukan.


"Alleysa" panggil lembut Antariksa mengarahkan kepala gadis itu menghadap ke wajahnya netra mereka saling bertemu satu sama lain. Mata hijau zamrud dan cokelat itu saling menatap dalam kebisuan, Antariksa memandang lekat netra gadisnya yang memancarkan sinar luka yang amat dalam, Netra nya mengatakan kepada Antariksa bahwa sang pemilik tubuh sangat terluka terlihat dari sorotnya yang pasrah dan penuh kesakitan.


"Gue nggak tau masalahnya di mulai dari mana" ucap Alleysa lirih kemudian matanya mengarah ke arah danau yang berwarna biru terang karena terpantul sinar rembulan.


Antariksa pria itu terdiam tidak bersuara sama sekali, ia sudah lama menunggu dan memaksa Alleysa untuk menceritakan semuanya namun gadis itu sekalu menolak dan berkata itu bukan urusannya! Dan sekarang Alleysa akan terbuka dan menceritakan semuanya, Antariksa senang akhirnya gadisnya mau berbagi masalahnya kepadanya dan dia siap menjadi pangeran pelindung untuk Alleysa kelak jika gadisnya memerlukan pertolongan.


"Gue bingung, kenapa mereka terlalu membenci gue!".


"Padahal gue nggak ngelakuin kesalahan yang kepada mereka nyakitin mereka juga gue nggak pernah, tapi gue bingung kenapa mereka berusaha untuk nyakitin gue Tar" lirihnya dengan air mata kembali berjatuhan.


Oh shit sekarang gue sungguh cengeng! Batinnya.


"Gue dan Chalsea itu dulunya sahabatan ada juga sahabat gue namanya Revan, tapi dia udah meninggal beberapa tahun lalu sebelum gue pindah ke Indonesia!, Dan mungkin masalah itu bermula dari tragedi yang menjadi kenangan menyakitkan untuk gue ingat" lagi-lagi cairan kristal itu jatuh tanpa permisi, menceritakan masa lalu nya kenapa begitu sulit dan rasanya terasa sesak! Tuhan jika Allyesa di beri kesempatan untuk mengulang masa lalu itu ia ingin merubah atau menghilangkan masa lalu yang selalu menghantuinya seperti kaset rusak yang berputar-putar dalam ingatannya.


Antariksa yang mendengarkan ucapan barusan yang di katakan Alleysa terdiam jadi benar apa yang di katakan Hendrik kemarin bahwa Alleysa memiliki hubungan dengan Chalsea, dan niat gadis itu untuk membalas dendam apakah akan terjadi?. Dan maksud Alleysa mengatakan kenangan menyakitkan di masa lalunya membuat Antariksa kebingungan kenapa masalah gadisnya sungguh berbelit-belit. Disaat ia sudah bisa menerima kedua orangtuanya yang memohon maaf kepadanya dan berkata untuk tidak larut dalam masa lalu karena itu menyakitkan ia sudah berusaha menerima itu semua dan berusaha memperbaiki kaca yang retak itu namun untuk masalah Alleysa apakah bisa di perumpamakan seperti kaca retak? Nyatanya tidak dari Alleysa awal bercerita saja Antariksa sudah menyimpulkan masalah gadisnya sungguh rumit lebih rumit dari pada masalah yang ia alami sekarang.


"Kejadiannya bermula....."


Flashback on


"Selamat ya buat pertunangan kamu Sa, nggak nyangka kamu udah ada calon aja" ucap gadis berambut hitam yang di kuncir kuda mengucapakan selamat kepada gadis yang baru beranjak remaja dengan dress putih selutut yang tertunduk lemas.


"Makasih" ucapnya tak minat sama sekali tak menyukai ini. Ia masih ingin memiliki kebebasan namun kedua orang tuanya memaksa ia untuk bertunangan dengan anak laki-laki yang waktu itu pernah ia temui di taman menemani dirinya memandang bulan dan bintang sambil menikmati musim dingin bersama salju yang turun.


"Kok kamu sedih?" Tanyanya memandang gadis itu yang masih terdiam.


"Ah aku gak kok, Chel kamu mau nggak jadi aku" ucap gadis itu menatap lekat sahabatnya anak pembantu rumah tangga di rumahnya.


"Ya mau lah jadi princess kayak kamu siapa yang gak mau! Kemana-mana di antar supir di kawal bodyguard, les sana sini, mau apapun di turutin" ucap gadis itu bersorak.


"Tapi kalo harus tunangan kamu mau?".


Chalsea yang mendengarkan penuturan Alleysa terdiam beberapa saat mencerna maksud perkataan sahabatnya itu.


"Ya mau lah apalagi kalo sama Revan, kalo dia yang ngajak aku tunangan aku mau! Tapi aku terlalu miskin buat ngadain party mewah kayak punya kamu kemarin" lirihnya.

__ADS_1


"Mamaku cuman pembantu di rumah kamu" lanjutnya.


"Dan tugas aku harus jadi temen kamu dan jagain kamu dari orang jahat, emangnya Revan mau sama anak orang miskin yang sekolah di bayarin keluarga kamu?" Ucapnya sendu. Alleysa merasa salah berbicara kepada sahabatnya lantas memeluk sahabatnya dari samping.


"Aku gak maksud ngomong gitu Chel. Maafin Aku ya" ucapnya lagi merasa amat bersalah mengungkit hal sensitif dari Chalsea.


Alleysa tahu Chalsea menyukai Revan karena sering kali Chalsea nampak memandang wajah Revan yang tengah berbicara kepadanya dalam diam. Apalagi Chalsea gadis yang selalu menolong Revan seperti jika Revan tidak membuat pr dan terlambat masuk Chalsea adalah gadis yang selalu berusaha menjaga Revan agar tidak masuk kedalam buku hitam karena tingkah buruknya selama di sekolah. Dan Alleysa adalah tipe gadis yang bodo amat dan tak peduli akan semua yang di lakukan Chalsea kepada Revan baginya itu adalah urusan mereka asal tidak merusak persahabatan itu bukan urusan Alleysa, namanya perasaan tidak ada yang bisa memaksa bukan?.


"Kita sudah sampai nona Alleysa" ucap supir kemudian membukakan pintu untuk Alleysa Catat hanya untuk Alleysa bukan Chalsea.


Disepanjang jalan semua pasang mata melihat ke arah mereka berdua. Ralat bukan ke arah mereka namun khusus ke arah Alleysa.


Hal itu sudah biasa terjadi mengingat Alleysa adalah salah satu most wanted girl yang paling populer di sekolahnya, sedangkan chelsea ya hanya remah micin jika dibandingkan dengan Revan, dan dirinya. banyak orang yang mencibir secara terang-terangan tunjukkan rasa ketidaksukaan mereka kepada Chelsea karena mereka menganggap Chellsea hanya mendopleng popularitas para most wanted dan memanfaatkan keluarga Alleysa padahal Chelsea bekerja sebagai pengasuh Alleysa di sekolah.


"Dasar gadis tak tau diri"


"Hidup atas nama besar keluarga Smith corperation aja bangga".


"Oh kemarin gadis Asia itu posting foto Lo di taman rumah mewah! Sama kayak foto latar yang di posting di akun Alleysa, dasar tukang niru mau tenar gak gitu juga mbaknya!".


Begitu banyak cibiran yang keluar dari mulut anak-anak di sekolah. Chalsea gadis itu menundukkan kepalanya ke bawah sepanjang jalan karena mendapat gunjingan orang-orang sekitar. Alleysa gadis itu ingin membantu namun ia tak tahu harus membantu apa membela! Pasti kedua orang tuanya akan marah besar padanya karena itu sudah menjadi konsekuensi Chalsea sebagai asisten pribadi Alleysa.


.......


Setelah kejadian itu bel istirahat berbunyi Alleysa bersama Chalsea berjalan menuju kantin di sana sudah tampak Revan yang duduk dan telah memesankan makanan ralat hanya untuk Alleysa.


"Makasih Revan" ucapnya sambil tersenyum manis.


"Anything for my princess" ucap Revan sambil mengacak rambut Alleysa gemas.


"Kok nggak di pesenin Chalsea juga sih Van?" Tanya nya melihat cuma ada pesanan makanan yang sering ia makan saja.


"Oh punya sih Chalsea itu masih rame males gue ngantri, kalo punya Lo tadi lagi sepi sa!" Alibi Revan sebenarnya ia agak malas jika berurusan dengan Chalsea karena tujuannya mendekati Alleysa bukan Chalsea berhubung Chalsea asisten gadisnya di sekolah jadi mau tidak mau ia juga akan bertemu dengan gadis itu namun bukan berarti bisa dekat bukan.


Alleysa melihat jarak pandang Chalsea yang tersenyum kikuk, gadis itu kemudian mengeluarkan uang sejumlah 10 dollar memberikan uang itu pada Chalsea.


"Buat apa Al?" Tanya gadis itu kebingungan mendapati uang sebanyak itu.

__ADS_1


"Kamu pesan aja yang lain Chel"


Setelah melihat kepergian Chalsea Alleysa mulai memakan burger yang telah di pesankan oleh Revan.


"Al" panggil Revan lembut.


Alleysa mendogakkan kepalanya menatap ke arah manik mata teduh milik pria itu.


"Gue mau cerita sama Lo" ucapnya lagi membuat Alleysa terdiam.


"Cerita apa?".


"Nggak disini" pinta nya, Alleysa menganguk.


"Oke di taman belakang aja tempat biasa!, Aku panggil Chalsea dulu ya!" Mohonnya kemudian di cegah oleh Revan.


"Ga usah ini private about my family" ucapnya pelan sangat pelan namun Alleysa mengerti maksudnya tak ingin bahwa ada yang mengetahui cerita ini.


"Oke".


Sebelum pergi ke taman belakang sekolah Alleysa mengirimi Chalsea pesan bahwa ia berada di taman belakang dan jangan dulu mencarinya karena Revan bersamanya.


.


.


.


.


.


.


.


Okay bagaimana lanjut?

__ADS_1


__ADS_2