Pangeran Untuk Alley

Pangeran Untuk Alley
Part 38 Satu Rumah


__ADS_3

"Gue nggak mau" ucapnya kemudian berjalan menuju dapur mengambil botol wine dan meneguk minuman keras itu langsung dari botol.


"Lo balik tar" kali ini Hendrik berbicara.


"Kenapa gue harus balik ke neraka itu, itu bukan rumah gue" desisnya.


"Karena Chalsea ada di rumah Lo sekarang".


Damn!


Remaja pria itu duduk gusar didalam mobil yang akan membawanya ke rumah berjuta kenangan itu, pikirannya kian berkecamuk kenapa gadis itu ada dirumah keluarganya sekarang dan apa maksud gadis itu kerumahnya?.


Flashback on


"Gue nggak mau" ucapnya kemudian berjalan menuju dapur mengambil botol wine dan meneguk minuman keras itu langsung dari botol.


"Lo balik tar" kali ini Hendrik berbicara.


"Kenapa gue harus balik ke neraka itu, itu bukan rumah gue" desisnya.


"Karena Chalsea ada di rumah Lo sekarang".

__ADS_1


Damn!


"Maksud Lo apa?".


"Gue balik ke indo kemarin dan satu pesawat sama Chalsea, dia pulang ke Indonesia juga".


"Setalah sekian lama kenapa dia baru kembali?" Tanya Antariksa tersenyum meremehkan.


Hendrik menceritakan semua yang Chalsea ceritakan padanya waktu di Jerman mereka bertemu semua hal, tanpa ada yang di tutupi-tutupi pada Antariksa.


Pria itu mengepalkan tangannya kuat-kuat ternyata Keluarga gadis yang ia sukai membunuh ayah Chalsea mantan cinta pertamanya dan membuat gadis itu bertahun-tahun hidup dalam penderitaan dan duka.


"******* Lo Lley".


"Kita sudah sampai tuan" ucap sopan supir itu.


Antariksa menganguk samar kemudian melangkahkan kakinya menuju mansion besar dengan beberapa pilar penyangga didepannya, semua maid yang ada di pintu membungkukkan tubuhnya ketika melihat tubuh tuan mereka memasuki pelataran rumah mewah itu.


"Silahkan tuan muda, tuan besar dan nyonya sudah menunggu!" Ucap kepala maid itu, namun tidak di respon oleh Antariksa. Kepala maid menghentikan langkahnya kan membungkuk sesaat telah mengantar tuan muda masuk kedalam rumah dan pamit kembali ke dapur.


"Long time no see dear" ucap Angkasa yang duduk di sofa ruang tamu menatap putranya penuh rasa kerinduan.

__ADS_1


"Atarrrrr" teriak seroang wanita paruh baya itu berjalan menuju putranya dan tanpa aba-aba memeluk putranya itu dengan penuh rasa rindu.


Atar tak membalas pelukan itu ia hanya diam dalam kebisuan jujur dalam hati Atar ia sangat merindukan semua hal indah yang pernah ada di dalam hidupnya yang terjadi di rumah ini namun begitu mengingat kejadian beberapa tahun lalu membuat rasa bencinya lebih dominan dari pada rasa rindunya terhadap rumah ini.


"Mana Chalsea?" Ucapnya dingin menatap Angkasa dengan tajam.


"Atar?" Belum sempat Angkasa menjawab, suara seorang gadis menghentikan suara Angkasa, tubuh Antariksa menegang di didepannya kini berdiri gadis yang ia sangat amat rindukan, gadis yang dulu sangat ia ingin temui, gadis yang dulu sangat ia cintai entah sekarang bagaimana perasaan saat ini.


"Caca" ucapnya terkejut gadis bersweater merah maron itu berlari dan memeluk pria itu dengan dalam.


"I Miss you so much Tar" ucap gadis itu menenggelamkan wajahnya kedalam ceruk leher pria tinggi putih yang ia rindukan itu. Bagaikan tersengat listrik Antariksa membalas pelukan Chalsea gadis yang ia rindukan.


"Assalamualaikum kami pulang" ucap Sean masuk di ikuti oleh Alleysa, gadis itu menatap lurus ke arah pria yang tengah berpelukan dengan seorang wanita.


"Waalaikumsallam, eh udah pulang kalian" ucap Laura. Membuat dua insan yang saling menyalurkan kerinduan melepas pelukannya sejenak.


Tubuh Alleysa kaku begitu melihat gadis yang di peluk oleh Antariksa ya Chalsea Verorina untuk apa dia ada di mansion Angkasa? Dan kenapa Antariksa juga ada disini? Batin gadis itu bertanya-tanya.


Begitu pula dengan Antariksa pria itu amat sangat terkejut melihat gadis yang ia rindukan berada di rumah keluarganya dan datang bersama Sean.


Mereka berdua saling pandang Chalsea yang melihat tatapan Antariksa untuk Alleysa begitupun sebaliknya akhirnya membuka suaranya.

__ADS_1


"Tar mulai sekarang aku tinggal disini loh" ucap Chalsea Bergelayutan manja pada lengan pria itu.


Bagai tersambar petir di malam hari, Alleysa sangat amat terkejut Chalsea akan satu rumah dengan dia?


__ADS_2