Pangeran Untuk Alley

Pangeran Untuk Alley
Part 12 Kebencian yang tersalurkan


__ADS_3

Brakk


Hendrik membanting pintu dengan keras membuat kedua orang yang asik dengan game di ponsel terpelonjak kaget.


"******* pelan-pelan ngapa buka pintu". sentak Yudhis kesal setengah mati karena jantungnya hampir copot.


"Kalo rusak Lo ganti tu pintu gue setan" ucap Antariksa menimpali.


"Hehe santuy masnya cuman kayak gitu aja udah di bilang rusak, gue kan bukan atlet MMA jadi nggak mungkin rusak dong" kilahnya.


"Kalo tenaga lo sama atlet MMA masih sama setan" ucap Antariksa kesal.


"Eh gue ada berita baru" lanjut Hendrik sambil menghidupkan pematik rokoknya.


"Apaan? Palingan berita hoax pasti!" Tanya Yudhis malas sebab ia tahu Hendrik selalu memberikan berita yang belum valid kebenaran sebab jika berbicara ia selalu menggunakan katanya, kata si anu bla-bla yang tidak ada buktinya satupun.


"Pasti kata si anu!" Tebak Antariksa malas.


"Enak aja Lo nggak lah, ini kata gue asli" serunya tak terima berita yang ia sampaikan di bilang hoax.


"Trus apaan?" Lanjut Yudhis.


"Kalian masih ingatkan Alleysa James Smith, putri tunggal Grup Smith yang gue bilang waktu di rooftop"


"Iya gue tahu" timpal Yudhis.


"Tunangan si Sean kan!" Lanjutnya malas.


"Nah, gue tadi liat dia berantem sama di Hanin. Hanindita Megaria, si cabe pacarnya si Sean" ucapnya.

__ADS_1


"Trus" tanya Antariksa yang dari tadi tidak peduli akan berita yang di sampaikan oleh Hendrik mendadak mendekatkan tubuhnya lebih dekat ke arah Hendrik agar bisa mendengarkan lebih baik.


"Dia di apain sama si Hanin, trus Alley nya nggak papakan, nggak lukakan??" Tanyanya bertubi-tubi. Hendrik dan Yudhis menaikan alisnya binggung melihat bosnya begitu khawatir dengan gadis yang sama sekali belum pernah mereka lihat kecuali Hendrik.


"Dianya sih nggak papa, Tapi si Hanin luka. Soalnya di tadi kata murid yang nonton nolongin si cupu siapa namanya Gista anak beasiswa itu" ucapnya sambil menghisap dalam-dalam rokoknya.


"Trus mereka dimana?" Tanyanya.


"Siapa Alleysa tadi gue liat keluar dari toilet cewek palingan ke UKS" ucapnya santai.


Mendengar cerita dari Hendrik Antariksa buru-buru pergi meninggalkan basecamp mereka, ia berjalan dengan langkah kaki cepat mencari keberadaan Alleysa sebab ia ingin memastikan apakah Alleysa baik-baik saja.


"Alleysa Lo dimana sih?" Ucap Antariksa frustrasi ketika tidak menemukan Alleysa di dalam UKS. Ia tadi langsung berlari menuju UKS namun ia hanya bertemu gadis berkacamata bernama Gista saja. Ia bertanya kepada Gista namun kata gadis itu Alleysa sudah pergi dari tadi sejak mengantar dirinya ke UKS dengan Sean.


Antariksa melanjutkan langkahnya dengan cepat berusaha mencari Alleysa ke seluruh penjuru sekolah, entah kenapa perasaannya tiba-tiba mendadak tidak enak ia takut terjadi sesuatu pada Alleysa.


Antariksa mengentikan langkahnya di koridor sepi dekat gudang belakang, ia mendekat kan dirinya merapat ke dinding agar biasa mendengar suara itu lebih jelas.


"Gue ngapain cewek atau selingkuhan Lo itu, gak guna" ucap Alleysa remeh sambil berdecih.


"Lo apain dia Alleysa Seira James Smith" Sean murka kemudian mencengkeram lengan Alleysa kuat.


"Lepasin" sentak Alleysa meringis sebab tangannya di tekan oleh kuku Sean.


Antariksa yang melihat itu hendak melangkahkan kakinya dan memberikan tinjuan ke wajah Sean yang berprilaku kasar ke Alleysa.


"Sekali lagi Lo apaain Cewek gue" tekannya sambil mendorong tubuh Alleysa hingga punggungnya menabrak besi platform di pinggiran dinding.


Aww

__ADS_1


"Gue!" Ucapnya sambil menunjuk dirinya sendiri sambil menatap sengit lawan bicaranya.


"Gak guna gue nyelakaain cewek Lo asal Lo tau. Gak guna juga gue berurusan sama Lo ataupun bangsa sejenis Lo yang MENJIJIKAN. Asal Lo tau gue nggak sama sekali ngapa-ngapain cewek jalang Lo itu tapi cewek Lo yang bertingkah seolah-olah dia yang paling berkuasa disini" ucapnya dengan sarkasik.


"Oh iya gue lupa cewek murahan kayak cabe itu pacarnya Sean Gelael Arthur, jadi gue nggak abis pikir Sean yang di kenal baik di depan bokap nyokap gue kelakuannya kayak orang yang kurang belaian sampe nyari jalang buat di puas in" ucapnya tanpa jeda dengan tatapan tajam.


Plakkkk


Sean menampar pipi Alleysa hingga sudut bibirnya mengeluarkan darah, Alleysa memegang sudut bibirnya yang mengeluarkan cairan kental berwarna merah yang berdenyut itu. Tanpa takut ia mendongakkan kepalanya menatap mata elang yang dengan sigap seperti ingin memangsanya tanpa takut.


Antariksa yang melihat kejadian itu memendam amarah yang memuncak di kepalanya ingin sekali ia menghabisi Sean sekarang juga di sini. Ia berusaha menahan amarahnya itu lagi-lagi dan lagi. Melihat kejadian yang memilukan menimpah Alleysa yang selama ini tidak pernah ia ceritakan pada dirinya.


"Udah puas Lo mukul gue brengsek" ucapnya dingin.


"Lo yang mulai, kalo punya mulut itu di jaga nggak usah sok suci Lo dari jalang" ucapnya murka.


Alleysa berdecih meludah ke samping bawah mendengar kalimat terakhir yang keluar dari mulut Sean.


"Kalo gue jalang kenapa Lo ngebet banget tunangan sama bekas di pakai banyak orang hah. Kayaknya itu menandakan kalo Lo memang pria yang harus belaian sama jalang aja mau. Satu hal lagi yang gue baru tau tentang Lo selain Lo PEMBUNUH Lo juga PEMUKUL" ucapnya menekan kata pembunuh dan pemukul.


"Lain kali Lo harus introspeksi diri sebelum ngomongin orang sok suci tuan Sean Gelael Arthur yang terhormat". Ucapnya kemudian pergi dengan menabrak bahu Sean meninggalkannya dengan amarah yang memuncak.


"Sialan" bukk


Sean menendang kotak sampah di samping nya hingga kotak isi kotak sampah itu berhamburan dan kotak sampah itu pecah. Melampiaskan amarahnya yang terpendam kepada Alleysa tadi.


"Datang ke sekolah jemput Alleysa seperti biasa" ucap Sean kepada seorang yang ia telpon tanpa menunggu sautan dari penerima telpon Sean langsung mematikan teleponnya sepihak.


 

__ADS_1


__ADS_2