Pangeran Untuk Alley

Pangeran Untuk Alley
Part 5 Momories


__ADS_3

Flashback on


"Kita mau kemana sih?" Tanya seorang gadis berambut blonde duduk di dalam mobil bertanya kepada seorang pria yang sibuk menyetir.


"Revan mau kemana sih? Pakai di tutupin segala ni mata?" Omel gadis itu karena penutup mata merah itu menghalangi penglihatannya.


"Nanti juga aku kasih tau lley tunggu aja" ucapnya santai.


Mereka pun sampai di tempat tujuan. Namum mata Alleysa masih tertutup.


Alleysa di bantu oleh Revan berjalan memasuki ruangan itu.


"Masih nggak boleh bukak Mata nih?" Tanya Alleysa.


"Bentar lagi" ucapnya dengan nada suara tiba-tiba lirih.


Alleysa yang menyadari perubahan suara yang di lakukan oleh Revan hanya bisa terdiam saja tak memberikan tanggapan.


"Maafin gue lley" lirihnya pelan namun Alleysa masih bisa mendengar ucapan itu.


Revan kemudian mendorong tubuh Alleysa ke ranjang di dalam rumah itu dan mengikat kedua kaki dan tangannya dengan tali yang tersedia.


"Revan ini Lo kan kenapa di ikat" lirih Alleysa dengan suara yang bergetar.


"DIAM ALLEYSA" bentaknya.


"Kamu kenapa hiks hiks" lirihnya setelah ikatan matanya terbuka.


"Lo tau lley, gue pernah cerita kan ke Lo alasan kedua orang tua gue waktu kecil lebih memilih mengakhiri hidupnya yang gue nyaksiin sendiri di depan mata gue, trus gue pernah bilang kan mereka mati gara-gara terlilit banyak hutang sama pengusaha udah nipu mereka? Dan Lo mau tau siapa dalang yang menjadi alasan kedua orang tua gue lebih milih mati sehingga gue pun di adopsi oleh keluarga gue sekarang?".


"MEREKA ADALAH KEDUA ORANG TUA LO ALLEYSA, ALFANDI DAN ANANDITA JAMES SMITH, KELUARGA SMITH" teriak nya dengan frustasi kemudian menendang benda apapun yang berada di dalam ruangan itu.


"Keluarga sialan Lo udah bunuh kedua orang tua gue!!! Waktu gue masih kecil gue lihat amplop yang masih di genggam nyokap gue sebuah amplop lambang perusahan bokap Lo, JS. Corperation. Waktu gue masih kecil gue nyaksiin bokap dan nyokap gue minum racun arsenik dan tersenyum ke arah gue. Mereka bilang "Revan nanti kalo udah besar jangan jadi kayak mama sama papa ya jadi pecundang yang kalah sebelum berjuang, maafin mama sama papa nggak bisa jaga Revan sampe Revan besar. Maafin kita dan jangan benci kita" ucap mama gue sebelum menegak habis racun itu. Lo tau gue masih 7 tahun, dan ngelihat mereka mati" ucapnya dengan air mata membasahi kedua pipinya.


"Lo tau untuk bunuh kedua orang tua Lo gue nggak akan bisa karena orang tua Lo selalu di lindungi oleh bodyguard sialan itu. Tapi sekarang gue udah punya rencana lain gue akan bunuh putrinya karena Lo gadis yang mudah gue tipu" lanjutnya dengan nada sarkasik.

__ADS_1


"Maafin Daddy sama mommy Van, jangan gini gue tulus berteman sama Lo" mohon Alleysa sambil terisak.


"Maafin, jangan gini? Tulus? Hah? LO TAU ALLEYSA GUE BENCI SAMA KELUARGA LO, DISAAT KEDUA ORANG TUA GUE MATI HIDUP GUE PUN BERANTAKAN, GUE DI TITIPIN OLEH TANTE GUE DI PANTI ASUHAN KARENA MEREKA NGGAK MAH NANGGUNG ANAK YANG ORANG TUANYA TERLILIT UTANG MEREKA TAKUT JIKA PERUSAHAN DARI ORANG TUA LO DATANG DAN NAGIH UTANGAN BOKAP NYOKAP GUE. SAMPE SETAHUN GUE TINGGAL DI PANTI KELUARGA MR. ANDERSON NGADOPSI GUE DAN BAWA GUE PINDAH KE AMERIKA" teriaknya dengan menggebu-gebu.


"Dan dari situ gue tau jika pusat perusahan bokap Lo ada disini, gue berusaha belajar mati-matian agar bisa masuk SMA favorit ini tempat Lo bersekolah. Dan akhirnya bisa berteman dengan Lo dan setelah kenaikan kelas 1 gue bersumpah sama diri gue sendiri buat bunuh Lo. Biar ngebuat kedua orang tua Lo frustasi atas kematian putri semata wayangnya"


"Dan sekarang Lo udah masuk ke perangkap gue dengan mudahnya Alleysa Seira James Smith" ucapnya kemudian melangkah mendekat.


"Jangan Van gue mohon" hiks hiks lirih Alleysa meminta permohonan kepada Revan yang sudah kalut.


"Apa kita perlu bermain-main sebentar?" Ucapnya dengan seringai jahat.


"Gue nggak pernah lihat tubuh lley dan sekarang sebelum Lo mati dan membusuk ke neraka bisa kita main-main dulu sayang?" Tanyanya dengan kedua tangan mengelus kedua pipi Alleysa yang basah karena air mata.


"Jangan gue mohon" hiks hiks hiks.


Revan menampar pipi Alleysa dengan keras membuat si empu meringis kesakitan.


"NGGAK USAH NANGIS ALLEYSA LO PANTES MATI" teriaknya.


Ia menampar pipinya Alleysa berulang kali hingga Alleysa merasakan kedua pipinya panas.


"Gue udah nggak tahan lley" lirihnya.


Kemudian ia menarik dress yang di pakai Alleysa hingga terbuka, terpampang kini pakaian dalam gadis itu.


"Tubuh Lo sangat indah Alleysa" ucapnya kemudian mencium bibir Alleysa dengan nafsu.


Alleysa berusaha melawan namun Revan mengigit bibir bawa Alleysa hingga Alleysa membuka mulutnya. Kemudian ia mulai menjamah tiap inci rongga mulut alleysa dengan lidahnya. Dan tangannya mulai meraba-raba tubuh Alleysa.


"Payudara Lo menggoda lley" ucapnya kemudian meremas kedua gundukan itu.


"Jangan please" pintanya hiks hiks.


Brakk

__ADS_1


Pintu kamar itu terbuka, Sean menarik tubuh Revan yang menindih Alleysa.


"Brengsek Lo"


Bughhh


Bughhh


"Lo apaain Alleysa, *******" Sean frustasi kemudian menghajar Revan membabi buta.


"Lo" ucap Revan terbata-bata.


"Sean udah" lirih Alleysa dengan air mata bercucuran.


Sean mengambil belati dari dalam saku jaketnya kemudian berjalan mendekati Revan yang terkapar di sudut lantai.


"Lo pantes mati, karena Lo udah nyakitin tunangan gue" ucapnya kemudian.


Blusss


"REVANNNNNNNNN"  teriak Alleysa setelah melihat tubuh Revan bersimbah darah tepat di bagian abdomennya.


"REVANNNNNNNNN" teriaknya.


"Maafin gue Alleysa, G-gue s-a-y-a-n-g sama l-l-o" ucapnya terbata-bata dengan air mata membasahi kedua pipinya kemudian memejamkan kedua matanya dengan tersenyum.


"REVANNNNNNNNN" teriak Alleysa kemudian tak sadarkan diri.


Flashback off.


"Kamu bener Van, sakit rasanya lihat orang yang kita sayang meregang nyawa didepan mata kita sendiri. Mungkin gini rasanya sama kayak aku sekarang. Aku baru tahu Van sakit kayak gini" lirihnya dengan air mata yang berkaca-kaca.


"Mungkin aku juga harus mati Van, didunia ini nggak ada yang peduli sama aku. Aku nyesel kenapa bukan aku yang mati waktu itu, kenapa harus kamu"


"Mungkin sekarang kita bisa ketemu di surga" lanjutnya dengan tersenyum. Kemudian memejamkan kedua matanya membiarkan angin malam berserta hujan membasahi tubuhnya.

__ADS_1


"Selamat tinggal dunia" ucap Alleysa kemudian menjatuhkan tubuhnya ke bawah jembatan.


__ADS_2