
Antariksa tak berhenti-henti nya melebarkan senyumannya membayangkan sekelebat kejadian beberapa jam lalu saat ia berada di rumah gadis itu ya Alleysa. Mengingat wajah gadis itu yang panik ketika melihat sekujur tubuh dan wajahnya penuh luka dan ketika gadis itu mengomel panjang menasehati dirinya serta kebaikan gadis itu yang membuatkannya sup pangsit pada jam 01.00 pm. Ia sekarang merasakan bahwa dirinya tak lagi seorang diri karena sudah ada Alleysa gadis pindahan yang baik hati dan penyayang itu. Ia bertekad untuk menjauhkan Alleysa dari orang-orang yang mengambil kebahagiaan gadis itu.
Ting
Sebuah notifikasi muncul di desktop layar ponsel Antariksa. Pria itu menyingit binggung ketika ada sebuah pesan masuk dari nomor tidak di kenal. Ia membuka aplikasi WhatsApp itu melihat pesan apa yang di kirim oleh nomor itu di dini hari seperti ini.
"Ke rumah besok"
Sebuah pesan singkat yang langsung di mengerti oleh Antariksa siapa pengirim pesan itu. Sudah 3 tahun berlalu. Akan kah semuanya masih sama seperti dulu jawabannya ada iya, mereka menghubungi Antariksa karena kejadian tadi sore, mereka tak terima anak kesayangan mereka di pukuli hingga babak belur dan berakhir di bangsal rumah sakit. Antariksa berdecih ia menekan tombol blokir nomor pada aplikasi chatting itu tanpa berniat membalas pesan masuk yang menjijikan untuk dia balas. Setelah itu Antariksa memejamkan matanya membuang semua rasa sakit yang nantinya akan menjadi mimpi buruknya.
*******
Matahari bersinar di pagi ini dengan cerah, gadis yang tengah bergelung di selimut kuningnya terbangun dan mengucek matanya. Sesaat ia akan mengambil ponsel di atas nakas, tangannya tak sengaja menyengol sesuatu yang membuatnya mendudukkan tubuhnya. Sebuah mangkuk dan gelas kemarin masih berada di dalam kamarnya karena ia lupa meletakkan nya. Alleysa tersenyum mengingat kejadian kemarin dimana Antariksa makan dengan lahapnya masakannya seperti seorang anak kecil yang mendapatkan lolypop kesukaannya.
Ia turun dari ranjang kamarnya berjalan menuju kamar mandi yang berada di dalam kamarnya sendiri untuk melakukan ritual paginya.
Setelah selesai mandi ia memakai handuk kimono ya berjalan menuju kasurnya mengambil ponselnya. Ia segera membuka aplikasi hijau itu karena ada pesan masuk dari seseorang yang dari tadi menganggu pikirannya.
Antariksa Keano Peter
Antariksa
Joging yuk! Gue udah di depan rumah Lo!
Alleysa tersenyum membaca chat Antariksa tangannya pun mendial keyboard dengan lincah membalas chat pria itu.
Alleysa
Rencanannya sih gue memang mau joging! Yaudah tunggu bentar.
Setelah itu ia bergegas ke ruang walk in closed untuk berganti pakaian dan memakai celana training.
*********
__ADS_1
"Nona mau kemana?" Tanya seorang bodyguard yang menjaga pintu depan rumahnya.
"Mau joging kenapa?" Ucapnya ketus karena merasa paginya ini pasti akan di ganggu.
"Apakah kami harus menemani anda nona?" Tanya sopan.
"Hah tidak perlu, nanti apa yang akan di katakan oleh orang-orang jika mereka melihat aku joging pakai di kawal kalian? Lebih baik kalian di rumah saja tunggu mom dan dad pulang. Lagian aku cuma di taman komplek jika kalian ingin mencari ku" lanjutnya kemudian berjalan meninggalkan para bodyguard nya.
******
"Udah lama nunggu tar?" Tanya Alleysa ketika melihat Antariksa duduk di bangku halte tempat dia di jemput beberapa hari lalu.
"Udah lama lah sampe kaki gue lumutan" ucapnya berpura-pura kesal.
"Kaki lo nggak lumutan jadi nggak usah lebay" ucapnya jengkel.
"Itu perumpamaan nona Alleysa yang terhormat, keliatan banget sih nggak pernah besar di Indonesia" ucapnya sambil terkekeh.
"Memang" serunya kesal.
"Iya kita joging tapi ke tamannya naik sampai sepeda sekaligus keliling kota Jakarta. Waktu itu kan gue ngajak Lo liat kita Jakarta di malam hari sekarang gue ajak Lo liat kita Jakarta di pagi. Kita joging di area car free day" lanjutnya lagi.
"Yaudah cepat naik lley" perintah Antariksa yang sudah berada di bangku depan kemudi sepeda santai itu.
"Kok nggak naik ayo" ucapnya ketika melihat gadis itu masih terdiam di tanpa berjalan menuju sebuah sepeda mereka.
"Gue nggak bisa naik sepeda tar" ucapnya jujur. Dari kecil ia memang tak pernah di izinkan mengendari segala macam apapun bentuk kendaraan karena itu akan membahayakan dirinya putri tunggal pewaris SMITH corperation.
"Udah tenang aja, lo ngga bakalan kesusahan kok! Cukup duduk di sini dan kayuh pedalnya. Dan ngga udah takut jatuh karena kalo Lo jatuh gue duluan yang nolong Lo" ucapnya sambil tersenyum .
Alleysa menganguk kemudian mengikuti arahan Antariksa yang dia katakan.
*****
__ADS_1
"Gila tar lautan manusia" ucap gadis itu tercengang melihat banyak orang yang sedang melakukan jalan santai di bundaran hi Jakarta.
"Ya gitu deh, Lo jangan sampe ngilang lley susah gue nyari Lo liatkan banyak orang" peringat Antariksa pada gadis berkuncir satu itu.
"Siap captain" lanjutnya.
Mereka melakukan jalan santai selama 6 putaran sambil mengenakan musik di earphone yang mereka bawa yang terhubung ke ponsel mereka sendiri.
"Gila tar ngosh-ngosan gue" ucap Alleysa menahan tangannya ke lutut sebagai tumpuan.
"Baru lari kayak gini aja udah ngosh-ngosan, gimana ikut lomba" ledek Antariksa pada gadis itu.
"Lo ngeremehin gue banget kek nya!" Ucapnya kesal melihat Antariksa.
"Heheh nggak yuk gue traktir minum air Aqua" ucapnya lagi menarik tangan gadis itu keluar dari area car free day.
"Ay masa cuman minum, makan juga dong" ucapnya dengan ekspresi menunjukan puppy eyes hal itu membuat Antariksa yang melihatnya gemas sendiri.
"Iya gue traktir untuk nona yang hobby gratisan" ucapnya lagi sambil mengacak rambut Alleysa.
"Gitu dong bos" ucap gadis itu kemudian menggamit tangan Antariksa berjalan keluar dari sana.
"Tar itu apa?" Tanya gadis itu melihat penjual yang di kerumunan beberapa pembeli.
"Pedagang jual kerak telor? Lo mau?".
"Kerak telor tu apaan sih keraknya si telor?" Tanya Alleysa kebingungan.
Sontak saja gelak tawa keluar dari mulut Antariksa mendengar pertanyaan yang tak lazim dari mulut gadis itu. Dia pikir gadis yang kini di sebelah nya adalah gadis yang amat pintar nyatanya ia salah gadis ini memang pintar di semua bidang namun dia gagal dalam mengenali jenis makanan khas Indonesia.
"Kerak telor itu bukannya keraknya di telor Alley, tapi kerak telor itu sejenis makanan khas Jakarta. Gue nggak bisa jelasin detailnya tapi kalo Lo mau gue beliin" Ucapnya gemas.
"Serius Tar, kali gitu gue mau dong" ucapnya lagi.
__ADS_1
"Oke". Antariksa menarik tangan Alleysa berjalan menuju arah penjual kerak telor itu dan memesannya.
******