Pangeran Untuk Alley

Pangeran Untuk Alley
Part 15 Tamu tak di undang


__ADS_3

Alleysa merebahkan tubuhnya di atas kasur kingsize miliknya memandang langit-langit kamar yang bergradasi dengan lampu Tumblr dan juga lampu bintang yang menempel di atas langit-langit kamarnya. Ia mengambil ponsel di atas nakas membuka aplikasi Instagram menarik turunkan tombol scroll di Explorer melihat berbagai kehidupan orang-orang yang selalu meng-upload kegiatan di aplikasi itu.


Tok tok


Sebuah bunyi ketukan membuyarkan konsentrasi nya melihat sosmed. Ia menaikan alisnya bingung siapa yang mengetok pintu balkon kamarnya dimalam hari. Bebagai spekulasi buruk menghabtui pikirannya. Siapa orang yang mengetuk pintu balkon lantai 2 dimalam hari? Atau jangan-jangan maling?.


Alleysa mengambil gagang pemukul golf miliknya yang terletak di sudut pintu berjalan mendekat ke arah pintu kaca yang tertutup gorden abu-abu itu.


Tok


Suara ketukan itu menambah kuat asumsinya bahwa ada orang di depan balkon kamarnya. Namun siapa orang itu?.


Alleysa menarik pengunci pintu itu dengan pelan. Memegang kenop pintu dan menariknya dengan tiba-tiba


Bugg


Bugg


"Mampus Lo maling" teriak Alleysa membabi buta memukul orang berbaju hitam itu dengan keras menggunakan tongkat golf.


Bugg


Bugg


"AW sakit" rintih pria itu mencoba melindungi kepalanya dari pukulan Alleysa.


Alleysa mengentikan pukulannya mendengar suara yang tak asing masuk ke dalam telinganya.


"Atar?" Tanyanya mendengar rintihan suara yang begitu familiar beberapa hari terakhir.


"Iya ini gue berhenti gebukin gue sakit" ucapnya.


Alleysa menarik tangan Antariksa memapah tangannya membantu dia duduk di pinggiran ranjang kamarnya.


"Lo ngapain kesini? Trus tau dari rumah gue? Apalagi kamar gue? Lo nguntitin gue?" Tanyanya bertubi-tubi.


"Ssst" ucapnya menempelkan tangannya ke bibir Alleysa.


"Diam nanyanya pelan-pelan di denger bodyguard bokap Lo abis gue" ucapnya pelan.


Alleysa menarik tangan Antariksa menjauhi bibirnya. "Trus ngapain ke sini dan tau dari mana?" Ucapnya ketus dengan berdecak pinggang.


"Hidup in lampu dulu, ntar di kira gue mau macem-macem sama Lo" lanjutnya.


"Memang pakek masuk ke kamar cewek malem-malem itu bukan mau macem-macem" lanjutnya.

__ADS_1


"Gue nggak suka sama cewek rata kayak Lo nggak ada isinya nggak nafsu gue".


What the ****.


"Dia bilang gue rata? Hello banyak yang bilang body gue itu body goal's kayak gitar spanyol" batinnya kesal mendengar penuturan Antariksa bisa-bisanya dia yang dianggap sebagai most wanted girl di bilang memiliki tubuh rata.


"Serah Lo dah, lama-lama gue usir juga Lo dasar tamu tak di undang" omelnya.


Antariksa mendengar rutukan kecil dari mulut Alleysa menggulingkan senyumannya.


"OMG muka Lo kenapa?" Ucap Alleysa ketika berbalik setelah menghidupkan lampu di saklar.


Ia mendekat ke arah Alleysa melirik ke arah Antariksa melihat wajah Antariksa di pelipis sudut bawah bibir area dekat mata pipi hampir semua bagian wajah Antariksa lebam berwarna ke biru-biruan.


"AW sakit lley" rintih Antariksa saat sudut bibirnya di pegang oleh Alleysa.


"Sakit ya?" Tanya Alleysa dengan wajah tanpa dosa.


"Sakit lah sayang ngapain coba Lo pegang"ucapnya kesal dengan pertanyaan unfaedah yang dari Alleysa. Sudah hampir seluruh muka lebam masih di ditanya yaampun.


"Sayang-sayang kepala Lo, bentar gue obatin dulu wajah Lo, biar nanti balik ganteng kayak dulu" ucapnya sambil terkekeh.


"Jadi gue ganteng ya?" Tanyanya dengan tersenyum manis.


"Ganteng dari Hongkong" ucapnya berlalu begitu saja meninggalkan Antariksa.


"Kalo sakit kenapa berantem? Kurang kerjaan aja, mendingan belajar yang bener! Pasti Lo abis tauran kan kalo nggak kalah main Lo lotre trus berantem kayak gini. Makanya tar jangan jadi jagoan kalo di obatin mah Lo kesakitan kayak gini" omelnya kepada Antariksa.


"Iya bawel" ucap Antariksa gemas kemudian mencubit pipi Alleysa dengan gemas.


"Aww sakit lley" ucapnya ketika Alleysa dengan sengaja menekan keras kapas obat merah.


"Lagian Lo main tarik pipi gue, sakit juga tau" ketusnya.


"Heheh abisnya pipi Lo kayak bakpao jadi pengen gigit gue" katanya.


"Lo bakal dapat ini kalo Lo gigit pipi gue" ucapnya sambil menunjukan tangannya yang sudah ia kepalkan kuat-kuat siap membogem wajah Antariksa.


"Hehe santuy mbaknya gue cuman main-main aja".


"Udah selesai, sekarang Lo boleh pulang. Lo kesini cuman mau gue obatin kan? Sekarang Lo pulang bentar lagi ortu gue balik dari RS" ucapnya mendorong tubuh Antariksa.


"AW" rintihnya lagi ketika Alleysa mendorong bahu belakangnya.


"Kenapa lagi tar?" Tanya Alleysa mendengar rintihan suara Antariksa.

__ADS_1


"Nggak papa" ucapnya ya.


"Lo kenapa? Bahu Lo sakit? Coba buka baju Lo dulu!" Ucap Alleysa khawatir.


"Nggak usah lley gue nggak papa, tadi Lo nggak sengaja nekan tangan gue yang agak terkilir" kilahnya.


"Nggak usah bohong Antariksa Keano Peter" ucapnya tegas.


"Sekarang buka baju Lo biar gue obatin" ucapnya.


"Nggak ah lley" tolaknya.


"BUKA BAJU LO ATAU MAU GUE BUKAIN PAKSA" perintahnya.


"Cie Lo mau mesum ya, nggak mau bang adek masih polos" ucapnya menggoda.


"Antariksa. Keano. Peter. Otak Lo. Perlu di cuci" ucapnya menekan setiap kata dengan tegas.


Mau tidak mau Antariksa menuruti kemauan Alleysa. Bukaannya ia takut dengan Alleysa sebenarnya Antariksa adalah pria yang tidak mau mendengarkan ucapan Alleysa namun entah kenapa ia mau menuruti perintah Alleysa, sedangkan kadang perintah kakek nenek, kedua orang tuanya ataupun pacarnya yang dulu saja tidak pernah ada yang ia turutin entah kenapa baginya Alleysa sangat berbeda.


"Badan Lo kok lebam semua? Ini luka merah kayak gini ada darahnya juga" ucapnya kaget melihat seluruh tubuh Antariksa yang penuh dengan lebam dan luka.


"Lo sebenarnya ngapain tar? Sampe luka sebanyak ini?".


"Gue jatuh dari motor lley" ucapnya berbohong kepada Alleysa.


"Nggak usah bohong deh, nggak mungkin tar jatuh dari motor luka di bahu sama di ulu hati! Pasti Lo abis di gebukin orang kan" ucap Alleysa kesal.


"Kalo badan Lo lebam kayak gini Lo harus di bawa ke RS deh" ucap Alleysa lagi.


"Nggak usah deh lley, gue di rumah Lo aja kasih gue makan masakan Lo gue udah langsung sembuh" ucapnya.


"Apaan makan masakan gue langsung sembuh, yang ada Lo di rujuk ke RS di rawat baru sembuh" ucapnya lagi.


"Tapi gue jauh-jauh kesini bukan mau di obatin tapi pingin makan masakan Lo"'


"Ayolah lley masakin gue, gue yakin langsung sembuh kok" ucapnya lagi.


"Emangnya Lo mau gue masakin apa? Hah, sakit kayak gini banyak tingkah banget sih" omelnya.


"Gue pingin makan Sup pangsit lagi" ucapnya pada Alleysa.


"Enggak ah udah malem, kayak kurang kerjaan aja ke dapur malam-malam" lanjut Alleysa kesal.


"Please lley gue mohon" pintanya.

__ADS_1


Alleysa menghela nafas kasar, ia melangkahkan kaki keluar dari kamarnya "Gue buatin Lo tunggu disini aja jangan kemana-mana" ucapnya kemudian meninggalkan Antariksa yang rebahan di atas kasurnya.


__ADS_2