Pangeran Untuk Alley

Pangeran Untuk Alley
Part 14 Hukuman untuk Sean


__ADS_3

"Lama nggak ketemu, Brother" ucap Antariksa sambil tersenyum remeh ke arah remaja yang hendak masuk kedalam mobilnya bersama dengan seorang gadis yang berpakaian kurang bahan.


"Gue juga lupa nyapa, hallo calon kakak ipar bekas jalang" lanjutnya dengan memberikan seringai.


"Jaga ucapan Lo Atar"ucap Sean menatap sengit Antariksa.


"Bukannya Lo yang selalu nggak bisa jaga ucapan Lo, sampe mulut manis Lo dengan mudah membolak-balik kan fakta di depan bokap nyokap" katanya sambil tertawa renyah.


"Gue lupa selera Lo serendah ini sekarang sampe cewek yang ada di club' yang biasa di temani om-om aja sampe Lo jadiin pacar. Secara Lo kan pingin jadi orang yang paling sempurna masa selera Lo kaum rendahan" ucapnya sambil menunjuk ke Hanin menilai penampilan gadis remaja yang tidak mirip gadis remaja pada umumnya.


"Banyak bacot Lo" ucap nya berjalan mendekat ke arah Antariksa hendak memberikannya pelajaran Antariksa.


"Eits santai bro, gue cuman bilang sesuatu yang sesuai fakta bukan kayak Lo yang tukang ngarang cerita" lanjutnya.


"Maksud Lo apa hah setan!" Murka Sean di hendak membogem Antariksa yang berbicara seenaknya.


"Nggak usah pura-pura bego Lo *******" ucapnya lagi.


Bughhh


Sean menonjok wajah Antariksa dengan keras membuat sudut bibir Antariksa mengeluarkan darah segar. Hanin yang melihat itu menutup mulutnya rapat-rapat melihat kejadian di hadapannya. Sebab Sean dan Antariksa selama ini tidak pernah bertegur sapa dan ini mereka bisa bertengkar.


Antariksa mengelap sudut bibirnya yang mengeluarkan darah segar, menatap sengit dan tajam ke arah Sean.


"Lo tau kan gue, kalo misalnya punya gue di usik jangan harap Lo bisa lepas semudah itu dari gue" lanjutnya kemudian menarik kerah baju Sean dan memukuli Sean bertubi- tubi.


Bughhh


Bughhh


Bughhh


"******* Lo" umpat Antariksa murka.


"Pukulan ini gue kasih buat Lo yang udah berani nyakitin Alley *******" bughhh.


Sean tak tinggal diam ia juga membogem Antariksa dengan kuat. Meskipun ia tahu ia merasa kalah mengingat antariksa memiliki ilmu bela diri jauh di atasnya.


"Gue selama ini diam dan ngalah sama Lo tapi jangan harap kali ini gue bakal kala dari Lo *******".


Bughhh


Bughhh


Hanin melihat Sean yang di pukuli oleh Antariksa dengan brutal hanya bisa menagis ia ingin meminta tolong namun di sekolah sekarang sudah sangat sepi hanya tinggal mereka bertiga saja.


Bughhh


Bughhh


"Ini pukulan dari gue" bughhh.


"Dan ini pukulan dari Alley" bughhh.


Sean terkapar dengan wajah penuh lebam dan darah segar bercucuran dari tempat bekasnya. Antariksa melepas tendangan terakhir ke arah kaki Sean. Setelah itu pergi meninggalkan Sean yang penuh luka yang tak sadarkan diri. Sebelum pergi ia memutar badannya. "Lo jalang jangan lupa bawa dia ke RS takutnya mati".

__ADS_1


••••••


Alleysa melirik jam di dinding pukul 21.00 wib, selama itu lah dia sibuk berkutat dengan buku pelajaran yang memuakkan.


Dreet


Ponsel Alleysa berbunyi, ia kemudian pamit kepada tutor nya keluar dari kelas dan hendak mengangkat telepon masuk.


Alleysa menaikan alisnya binggung ketika melihat nama penelpon yang tertera di layar.


"Daddy" ucapnya keheranan sebab jarang sekali ayahnya menelpon dirinya biasanya asisten pribadi ayahnya lah yang selalu menelpon dirinya jika ayahnya ingin berbicara.


"Hallo, Dad".


"Hallo Al, kamu masih bimbingan belajar?" Tanya suara dari sebrang sana.


"Iya Dad tapi sebentar lagi mau selesai".


"Cepat bersiap nanti supir jemput kamu disana kita harus ke rumah sakit sekarang" ucap suara di sebrang sana.


"Siapa yang sakit Dad, mommy?" Tanya Alleysa binggung.


"Bukan Sean dia di pukuli oleh teman sekolahnya, jadi cepat siap-siap" ucap suara di sebrang sana yang terdengar panik.


"Tapi dad----" belum sempat Alleysa melanjutkan ucapannya ayahnya mematikan teleponnya lebih dahulu.


"Huh" Alleysa menghela nafas sepenting itukah Sean di mata mereka. Alleysa langsung masuk dan mengemasi bukunya berjalan ke depan disana sudah ada bodyguard yang sudah menunggu dirinya.


*****


"Oh dia terkena racun arsenik" ucap suster itu singkat kemudian berlari menyusul ke masuk ke dalam ruangan UGD. Alleysa terdiam mendengar ucapan perawat tadi "Racun Arsenik begitu berbahayakah?" Ucapnya melamun.


"Alleysa" sebuah teriakan kecil membuat Alleysa menghentikan langkahnya.


"Ayo cepetan" ucap Anindita Mommy nya memerintahkan dirinya memasuki lift.


Alleysa dan keluarga sampai di lorong menuju Bangsal Bougenville Suit recident VVIP ruangan mewah di rumah sakit Arthur milik keluarga Sean sendiri. Langkah mereka terhenti ketika mendengar suara teriakan dari dekat pintu kamar Sean.


"Tapi om saya mau menemani Sean disini" ucap seorang gadis dengan rambut acak-acakan dan pakaian ketat yang kusut menangis histeris meminta agar dia bisa berada lebih lama di dalam ruangan ini.


"Saya bilang tidak-tidak kamu tidak punya malu hah!" Bentak pria paruh baya itu kepada seorang gadis remaja.


Kedua orang tua Alleysa menyingit binggung melihat Angkasa mengusir Sorang gadis berseragam SMA dengan mendorong gadis itu agar menjauhi ruangan putra mereka.


"Hanin nggak mau om, Hanin mohon Tante biarin Hanin nemenin Sean" ucapnya sambil memohon.


"SAYA BILANG TIDAK YA TIDAK DASAR GADIS MURAHAN" Bentak Angkasa murka.


"Bawa dia keluar dan jangan pastikan kaki kotornya menginjakan rumah sakit ini" perintahnya kepada para suruhan yang berjaga di depan pintu kamar Sean.


"Lepasin gue anjing" umpat Hanin tak terima tangannya di tarik para bodyguard pergi dari ruangan Sean.


Hanin di tarik oleh para bodyguard Angkasa dengan paksa, namun ketika berada di depan Alleysa Hanin kembali memberontak "Puas Lo udah buat Sean koma, anjing Lo gue pikir Lo nggak tau Lo yang udah nyuruh--- awwww" belum sempat ia melanjutkan ucapannya tangannya di seret paksa oleh bodyguard itu dengan keras.


"SAKIT *******" ucapnya kemudian hilang di balik lorong.

__ADS_1


"Dia kenapa Al" tanya Anandita ketika melihat gadis remaja itu hendak memaki putrinya.


"Al nggak tau mom" ucapnya santai. Kemudian berjalan beriringan dengan dengan Daddy nya.


✓✓✓✓


"Angkasa" ucap Alfandi memeluk Angkasa berusaha menenangkan laki-laki itu.


"Terima kasih telah datang Fan" ucap Angkasa menerima pelukan Angkasa.


"Apa kabar Ra" ucap Anandita ikut memeluk Laura ibu dari Sean.


"Saya baik kok, kamu apa kabar Dit?" Tanyanya balik.


"Alhamdulillah sama juga, gimana keadaan Sean?" .


"Lebih baik kita bicara di dalam saja" putus Angkasa Alfandi menganguk kemudian mereka berjalan masuk ke dalam.


"Kamu makin cantik aja sayang" puji Laura kepada Alleysa. Alleysa hanya tersenyum mendengar penuturan ayah Sean itu.


"Terakhir kita ketemu waktu kamu masih kelas 9 SMP bukan pas tunangan kamu. Maaf ya Tante sama om nggak bisa nyambut kamu waktu kamu datang ke indo" lanjutnya.


"Nggak papa kok om" ucap Alleysa dengan tersenyum.


"Gimana keadaan Sean?" Tanya Anindita kepada Laura.


"Tadi dia di operasi, dan kata dokter dia mengalami koma sebab pukulan di kepalanya terlalu keras" ucap Laura lirih, mendengar suara sedih dari istrinya Angkasa merengkuh tubuh istrinya mencoba memberikan kekuatan.


"Bagaimana dengan pelaku apakah sudah di tangani pihak berwajib?" Tanya Alfandi.


Angkasa menggeleng lemah, ia tidak mungkin memenjarakan Antariksa. Ia tahu Antariksa adalah putra yang sangat di lindungi kakeknya meskipun kini kebencian Antariksa sudah mendarah daging padanya namun Setega itukah ia jika ingin memenjarakan buah hatinya sendiri demi kebaikan buah hatinya yang lain.


"Kenapa tidak di penjarakan? Atau kalian sewa pembunuh bayaran agar anak itu mendapat hukuman yang setimpal" tanya Anindita lagi.


"Tidak kami tidak ingin memperkarakan masalah ini menjadi lebih rumit sebab menurut informan kami Sean lah yang bersalah dengan anak itu jadi jika kami ingin memperkarakan melalui jalur hukum, bisa jadi Sean yang kena" lanjut Angkasa mengelak.


"Baiklah kalau begitu namun jika kalian membutuhkan pengacara kalian bisa hubungi kami, kami sebagai calon besan akan membantu kalian apapun itu" kata Alfandi.


Alleysa memutar kedua bola matanya jerngah dengan penuturan Daddynya.


"Calon besan!" Ucapnya kesal.


*****


Holla aku update lagi nih cerita hehehehe......


Kalian rindu aku nggak?.


Kali ini aku rencanakan buat fast update buat kalian, sebenarnya sih nggak fast update sih cuman cerita yang aku reporst ini udah lama aku simpan di draf ******* ku jadi aku putusin buat update semua cerita pangeran untuk Alley buat kalian dari pada aku simpan kasian kalian yang nunggu hehehehe.


Kalian terkejut nggak di part ini ekekw di part ini akhirnya terungkap kalo misalnya Sean itu saudaraan sama Antariksa guys wkwkkw.


Dan aku mau nanya gimana feel-nya udah dapet belum guys? Trus gimana pendapat kalian tentang Sean dan Antariksa setelah membaca semua cerita pangeran untuk Alley sampai sejauh ini? Tolong tulis di komentar ya pendapat kalian, dan harapkan kalian pingin ending cerita yang kayak gimana sad or happy ending juga di tulis ya manteman. Semakin banyak kalian coment dan vote aku bakal semakin semangat buat update cerita ke ke kalian!!!.


Much love

__ADS_1


Linlinnnnn


__ADS_2