
Seorang wanita menggunakan baju kebanggan berwarna bitam tak lupa toga berwarna senada di sematkan di atas kepalanya yang dia gerai.
Di kamar hotel ini ia merias dirinya sendiri an. Setelah semuanya beres ia melangkahkan kaki menuju kamar tidur yang letaknya terpisah dari walk in closset.
Ia mengeleng-geleng melihat seorang pria yang tidur tanpa menggunakan baju sambil memeluk guling menimbulkan stritlees di tubuhnya. Meskipun telah menikah sebulan yang lalu tetap saja ia masih malu melihat tubuh suaminya itu.
"Ga usah gitu juga kali liatin suaminya" ucap sebuah suara serak khas bangun tidur membuat Alleysa gagal fokus.
"Siapa juga yang liatin kamu" ucap Alleysa membalikan tubuhnya melihat ke arah jendela yang luar terhampar pemandangan kota london.
"Cantik banget sih istrinya Atar" ucap Antariksa lalu menarik tubuh Alleysa duduk di ataa pangkuannya, kemudian tanganya melingkar posesif di pinggang istrinya.
"Jadi pengen ngurung kamu di kamar".
"Ish aku kan hari ini wisuda".
"Nanti aja sih yang pergi nya, aku masih kurang beberapa ronde lagi" ucap Antariksa sambil mengendus leher wanitanya.
"Atar geli, udah ah nanti malem kan masih bisa. Kamu mau aku ga wisuda?" Ucapnya berusaha melepaskan pelukannya dari suaminya itu.
"Janji ya nanti malam sampe pagi kita buat dedek bayi".
"Iyaaaa".
"Kalo gitu morning kiss dulu ya" ucap Antariksa.
"Ga mau aku udah dandan, kamu mah morning kiss nya suka aneh-aneh nanti berantakaan make up aku".
Bukannya mendegarkan ucapaan istrinya Antariksa malah menyambar bibir pink istrinya yang sudah di lapisi lipstik merah muda.
Ia menekan tengkuk Alleysa menyecapi setiap inci rongga mulu istrinya yang membuatnya kecanduan.
"Aahh Mas udahhhh" desah Alleysa saat tangan Antariksa dengan lihai memegang beberapa titik sensitifnya.
Tok tok
Pintu kamar di ketuk membuat mereka mengehentikan aktivitasnya.
Alleysa menatap horor ke arah suaminya namun Antariksa tak peduli ia malah kesal karena sesorang dengan seenaknya menganggu acaranya untuk membuatkan Antariksa Junior di pagi hari.
"Eh mama".
"Kalian kok lam---" ucapan Laura terhenti ketika melihat putranya yang masih duduk di pinggir ranjang dengan ekspresi menatap kesal dirinya di tambah putranya tidak memakai baju sama sekali.
"Buat adek bayi nya di tunda dulu, keluarga udah nunggu di resto hotel buat breakfast" ucap Laura sambil terkikik kemudian meninggalkan kedua pasangan suami istri baru itu.
"Kan kamu mass" omel Alleysa karena malu pasti mertuanya berpikir yang tidak-tidak dengan dirinya.
............
Auditorium
Imperial Collage London
__ADS_1
Publich health school
*Biar kalian nggak kesusahan bacanya aku langsung buat bahasa indonya aja ya, ceritanya mereka lagi di univ Alleysa di London.
"Mahasiswa terbaik dengan indeks prestasi kumulatif 4.0 di peroleh dari sekolah kedokteran. Alleysa Seira James Smith" ucap MC membacakan pemberitahuan itu.
Air mata Alleysa berjatuhan, Antariksa melihat ke arah istrinya mengusap bahu istrinya lembut dan membisikan kata selamat kepada wanita itu tak lupa mencium pipinya dari samping.
"Kepada Alleysa Seira kami persilahkan ke podium untuk menerima penghargaan, dari rektor".
Alleysa bangkit dari duduknya berjalan menuju podium. Setelah menerima penghargaan dan melakukan pemindahan toga ia juga di minta mewakili wisudawan memberikan sepatah dan dua patah ucapaan terima kasih.
"Gue ga nyangka, buk dokter bro" ucap Hendrik kemudian merangkul Alleysa namun langsung di lepas paksa oleh Antariksa.
"Ga usah pegang-pegang istri gue napa, lo udah punya bini aja masih ganjen sama bini orang" ucap galak Antariksa, membuat semua orang tertawa dengan aksi konyol pria itu. Ya karena setelah menikah entah kenapa pria itu semakin cemburuan dan posessif kepada istrinya.
"Iya-iya, btw ini buat lo Lley congrats for you graduation" ucap Hendrik memberikan sebuket bunga tulip putih besar.
"Thanks Drik".
"Ini buat gue dari lo" ucap Yudhis juga memberikan mawar putih kepada Alleysa.
"Thanks yud".
Pria itu pun menganguk.
"Alleysa" sebuah teriakan, memekkikan telinga membuat semua orang menoleh ke arah sumber suara. Ya sahabatnya Karina berlari kecil bersama kekasih nya membawa buket besar makanan ringan yang di rangkai.
"Selamat ya, ga nyangka gue lo cepet banget udah sarjana" ucap Karin setelah memeluk Alleysa.
"Gue pengen dapat kerja di tempat bagus makanya magangnya lama".
"Selamat buat kamu ya sayang" ucap Laura bersama Anindita.
"Makasih mama mommy".
"Selamat ya Alleysa akhirnya bisa megang perusahaan Daddy" ucap Alfandi kemudian memeluk putri semata wayangnya yang telah tumbuh besar.
.......
Malam ini setelah selesai makan mereka kembali ke kamar masing-masing, alleysa dari tadi pinggangnya di rangkul posesif oleh Antariksa.
"Aku mau kasih kamu suprise, tapi kamu harus pake penutup mata ini dulu" ucap Antariksa mengeluarkan kain berwarna hitam dari dalam saku celananya.
"Ga usah di tutup pake kain aja ga mas, aku merem aja cukup kali".
"Ga, nanti kamu curang ga jadi suprise nya dong, pake aja nurut apa kata suami".
"Iya deh" ucap Alleysa kemudian tangan pria itu terulur menutup mata wanita itu dengan kain hitam.
"Pegangin Lo nanti aku jatuh".
"Siap sayang".
__ADS_1
Antariksa menuntun Alleysa berjalan menuju kamar 1140 kamar suit presiden yang ia pesan khusus.
"Udah belum tar" ucap Alleysa.
"Oke bentar aku bukak dulu".
Tangan Antariksa terulur untuk membuka penutup wajah Alleysa.
Setelah selesai di lepas Alleysa membuka pelan-pelan kelopak matanya, betapa terkejutnya ia melihat hal indah di depan matanya.
Semuanya luar Biasa.
Kamar ini di sulap menjadi tempat tidur yang benar-benar nyaman, terdapat banyak kelopak bunga mawar di atas kasur membetuk love, dan sebuah meja yang sudah ada sebuah kue dan lilin kecil di sana.
Antariksa menuntun Alleysa menuju kursi yang berada di depan meja itu.
"Kamu buat ini sendiri?" Tanya Alleysa.
"That right baby gurl" ucapnya kemudian mengecup manja pipi Alleysa.
"Kamu suka?" Tanya Antariksa.
"Suka! Makasih Tar" ucap Alleysa kemudian memeluk Antariksa, pria ini mampu membuat nya berbunga-bunga setiap harinya.
"Gue juga suka, ayo duduk".
"Kue ini melambangkan usaha kamu melewati kesedihan dan penderitaan kamu, jadi tiup lilin ini agar cerita sedih, sakit dan kecewa kamu di masa lampau akan hilang selamanya dan sekarang kamu akan membuka lembaran baru dan di setiap lembaran baru itu ada gue! Yang selalu ada!".
Air mata menetes di pipi Alleysa wanita itu sangat terharu akan perkataan Antariksa untuknya.
"Makasih Tar" ucapnya sambil menangis, ia selama ini ia sudah cukup menderita semua rasa sakit Pedih dan kekecewaan seharusnya ia buang jauh jauh apalagi kini Panggeran pelindung nya telah menepati janji untuk melindunginya.
Pengorbanan Antariksa sungguh besar untuk dirinya dan kesehatan mentalnya. Antariksa benar-benar pahlawan nya.
"Tiup lilin nya ya princess" pinta Antariksa.
Alleysa mengangguk ia kemudian memejamkan matanya dan meniup lilin itu seraya berdoa dalam hati agar semua yang buruk di masa lalu tidak akan pernah kembali lagi.
"Terima kasih Atar, kamu pahlawan ku. Kamu menepati janji untuk menjadi Panggeran pelindung ku, terima kasih sudah menjadi pelangi di dalam kehidupan mendung ku, terima kasih sudah menjadi payung di kala hujan deras ku turun, dan terima kasih telah menjadi pangeran dalam kisah sedih seorang putri".
"Berkat mu aku bisa seperti sekarang menjadi Alleysa Seira James Smith menjadi Alleysa Seira Antariksa Arthur, wanita kuat dan berani".
Antariksa terharu, ia menarik tubuh mungkin Alleysa dan membiarkan gadis itu ada di dalam dekapannya.
"Mulai sekarang bahagia terus ya sama aku" ucapan terakhir Antariksa sebelum pria itu mendaratkan bibirnya ke bibir Alleysa.
.
.
.
.
__ADS_1
.
Finally Akhirnya udah tamat gess terimakasih banyak sudah membaca cerita pangeran untuk Alley ya ga terasa udah satu tahun lebih aku nulis cerita ini. So terimakasih banyak atas doa dan support kalian ya, luvv all;)