Pangeran Untuk Alley

Pangeran Untuk Alley
Part 47 Apakah dia tahu?


__ADS_3

Seminggu telah berlalu kini semuanya sekarang tampak baik-baik saja atau sedang baik-baik saja untuk saat ini. Alleysa masih di kawal oleh asisten pribadinya sewaan keluarganya dan Antariksa pria itu juga masih sering berkumpul dengan kedua sahabatnya Hendrik dan Yudhis. Chalsea gadis ia sering bertemu dengannya di sekolah namun hanya sekedar lewat saja tidak bersitegang atau berbicara dan Sean pria itu juga masih sama seperti waktu-waktu yang lalu bersikap biasa saja tidak lebih dan melakukan hal aneh. Semuanya tampak normal untuk saat ini Alleysa berharap tidak ada masalah lagi yang akan timbul karena dia sendiri bingung kenapa masalah itu kian bermunculan ke dalam hidupnya.


"Ini nona minumnya" ucap Rere memberikan sebotol minuman air putih yang dia bawa dari tas makan Alleysa.


Alleysa menegak minuman itu sambil melanjutkan kembali aktivitas ya makan makan siang, senyuman tak henti-hentinya menghiasi bibir ranum Alleysa mengingat malam nanti ia akan menghabiskan waktu bersama Antariksa.


"Lo sibuk nggak malam ini lley?" Tanya Antariksa di sela-sela makan mereka kemarin malam, ya semenjak seminggu belakangan ini hubungan antara Antariksa dan dirinya semakin membaik dan Sean pria itu tampak biasa saja saat melihat kedekatan Alleysa dan Atar karena mungkin pria itu berpikir bahwa hubungan Alleysa dan Antariksa hanya lah sebatas calon saudara ipar saja.


Dan Alleysa gadis itu juga sudah mengatakan kepada Sean bahwa ia akan pergi dengan Antariksa dan kalian tahu apa jawaban Sean pria itu langsung menyetujuinya, entah angin apa yang sedang merasuki Sean pria itu tampak biasa-biasa saja seperti bukan Sean yang dikenal dirinya selama bertahun-tahun belakangan ini.


"Nona lagi senang ya?" Tanya Rere mendapati wajah nona nya mengeluarkan raut rona bahagia.


"Emangnya kelihatanya?" Tanya Alleysa dengan tangan menyentuh kedua pipinya menatap ke arah Rere menanyakan pertanyaan itu kembali.


"Em kayaknya ia deh non soalnya udah lama nona nggak senyum kayak gitu hehehe".

__ADS_1


"Hehe iya Re malam ini aku mau jalan dengan Antariksa tapi kami jangan ikut ya" ucap Alleysa lagi.


Rere gadis itu menganguk memberi jawaban.


Alleysa ia sudah menerima Rere dalam kehidupannya seminggu yang lalu semenjak kejadian di danau Antariksa juga bercerita tentang dirinya ke Alleysa sama seperti gadis itu bercerita padanya di malam itu.


"Kalo Lo mau hidup tenang lley cuman satu caranya berusaha menerima itu semua, biarkan saja semua yang terjadi dalam hidup ini kadang ada sesuatu di dalam hidup kita yang perlu kita terima tanpa kita cari tahu penyebab dan alasannya. Karena itu begitu rumit".


"Gue juga lagi berusaha menerima itu semua, menerima dengan lapang dada kehidupan gue sekarang dan lihat berkat gue terima tanpa gue berusaha cari alasannya untuk saat ini gue merasakan ketenangan dalam hidup" tutur Antariksa.


"Tuhan kasih Lo cobaan kayak gini agar Lo di latih untuk jadi manusia yang menerima kehidupan kadang hidup di uji supaya Lo merasakan gimana hidup yang berliku bukan hidup lurus yang menyenangkan".


Setelah membatu Alleysa menyiapkan pakaiannya entah kenapa gadis manis itu meminta air putih kepada Rere air putih yang biasa ia minum sambil tersenyum membuat Rere kebingungan air putih apa yang di maksud, air putih yang biasa dia minum? Keringat bercucuran di kening Rere jangan-jangan apakah nona Alleysa sudah tahu apa yang terjadi? Rere gadis itu mengamati cctv yang terpasang di rumah itu saat ini tempat dia berdiri jauh dari jangkauan cctv yang berada di sudut sana? Rere berusaha menggeleng menampik bahwa Alleysa tahu segalanya, dengan segera Rere mencampurkan sesuatu didalam gelas itu sebuah cairan putih yang setiap hari ia berikan kepada Alleysa yang telah ia campur dengan air putih tersebut.


"Maafkan saya nona, anda gadis baik namun saya tidak bisa menolak ini jika saya menolak keluarga saya akan jadi korban dia" batin Rere tanpa sadar air matanya menetes, gadis itu segera memfoto air putih yang ia campuri itu kemudian mengirimkan gambar itu melalui WhatsApp kepada seseorang yang dari tadi sudah menanti gambar tersebut.

__ADS_1


"Terima kasih ya" ucap Alleysa tulus setelah menerima air putih tersebut tanpa rasa takut Alleysa meminum air putih itu menenggaknya sampai tinggal gelas kaca itu lagi dan memberikan gelas itu kepada Rere.


"Gimana penampilan gue udah bagus kan? Rapi kan?" Tanya Alleysa lagi sambil melihat pantulan dirinya dari depan cermin bergerak ke kanan ke kiri.


"Iya nona udah cantik kok" gugup Rere entah kenapa melihat Alleysa yang nampak berbeda terlihat bahagia jauh lebih mengerikan dari pada melihat gadis itu menangis setiap malam di dalam kamarnya.


"Sungguh gadis malang, berpura-pura bahagia" Batinnya lagi.


"Nona, tuan muda Antariksa sudah menunggu anda di bawah" ucap salah seorang maid berlari kecil menghampiri dirinya.


Alleysa mengangguk kemudian ia melangkahkan kakinya mengambil Sling bag berwarna cokelat muda yang senada dengan sweater yang ia kenakan.


"Gue pergi dulu Re jangan di ikutin ya, gue lagi pengen bahagia tanpa beban saat ini gue nggak ingin punya masalah hari ini, semoga tuhan mengabulkan ya" ucapnya kemudian melangkah kan kakinya keluar dari dalam kamarnya membiarkan Rere yang terdiam membisu menatap punggung nona mudanya.


"Maafkan saya nona" batin Rere kemudian keluar dari kamar nona nya bergabung dengan para maid lainnya.

__ADS_1


Ting


"Kerja bagus, kita tunggu hasilnya" sebuah pesan masuk kedalam ponselnya.


__ADS_2