
cuaca hari tidak cukup bersahabat, gerimis membasahi langit Jakarta pagi ini. terdengar suara rintik-rintik hujan jatuh membasahi kaca mobil, mobil yang di tumpangi gadis berkuncir itu telah sampai di pelataran pagar SMA Arthur, Alleysa melirik jam di pergelangan tangannya masih pukul 06:10 masih pagi untuk memulai aktivitas di sekolah, gadis itu turun bersama dengan asisten pribadi yang baru saja di pekerjaan oleh kedua orang tuanya tanpa sepengetahuan dirinya. Marah dan Kecewa adalah perasaan yang mendominasi nya saat ini apalagi kalimat yang di ucapkan Chalsea saat sarapan tadi masih terngiang di otaknya, apakah dia adalah anak manja yang perlu di lindungi?.
"Nona kita sudah sampai" ucap Rere kemudian melipat payungnya setelah mereka sampai di koridor SMA Artur. Alleysa mengganguk kemudian berjalan menuju kelasnya, ia meletakkan tasnya di atas meja belajarnya.
"Mbak, gak usah tungguin gue di kelas ke kantin aja nunggu nya, nanti di liat anak lain kalo ada apa-apa gue kabarin. Gue ke WC dulu jangan di ikutin tunggu aja di kantin" ucap Alleysa kemudian pergi dari hadapan wanita itu sebelum wanita itu menganggukan kepalanya.
Gadis itu sebenarnya tak benar-benar ke WC ia melangkahkan kakinya menuju taman belakang sekolah, taman yang rindang karena di tumbuhi banyak pohon Maple pohon yang menjadi favoritnya. pohon dengan bentuk daun yang unik karena jarang ada di Indonesia. Pohon yang selalu menjadi tempat favorit nya bermain dengan kakeknya sewaktu masih tinggal di California, ketika daun pohon itu berguguran dia selalu mengambil daunnya dan di simpan dalam buku diary milikinya dan juga pohon itu selalu menjadi destinasi piknik terindah bersama kakeknya, banyak kenangan indah dalam hidupnya terjadi di bawah pohon Maple.
Sebuah bangku panjang menjadi tempat dia duduk saat ini tak peduli rintik-rintik hujan membasahi wajahnya saat ini yang ia perlukan adalah ketenangan, kesunyian dan kesendirian.
Tes
Tes
Air mata jatuh tanpa permisi, ketika sekelebat kejadian buruk menggema di dalam ingatannya kembali bermunculan. Alleysa meraba dadanya yang sakit akibat perlakuan yang selalu ia terima selama ini. Masalah yang kian bertambah setiap harinya, luka yang kemarin belum kering juga trus di berikan oleh orang yang dekat dengannya.
"Kenapa semesta kejam ke gue?".
"Apa gue gak pantes bahagia?".
"Apakah sesulit ini hidup jadi gue?".
"Gue suka Atar Tuhan, gue cinta dia kenapa gue harus tunangan sama kakaknya?".
"kenapa orang tua gue selalu kurung gue Tuhan?".
"Gue bisa mandiri kok, gue nggak mau hidup kayak gini, gue pengen pergi dari bumi ini tapi ketika gue pingin akhirin hidup gue, wajah Atar yang menyelamatkan gue masih terngiang di ingatan gue".
"Disaat gue udah mulai kembali hidup normal kenapa Chalsea datang lagi ke dalam hidup gue?".
"Gue capek tuhan hidup kayak gini, kenapa semesta nggak pernah berpihak ke gue. Gue salah apa sampai tuhan kasih hukuman yang sesulit ini ke gue?" .
__ADS_1
Alleysa menangis bahunya bergetar hebat ketika mengeluarkan semua rasa sakit yang ia rasakan selama ini, semua pertanyaan yang ingin Tuhan jawab untuknya. kenapa hidupnya begitu kejam? apakah ia mempunyai kesalahan di masa lalu?. Sakit tak berdarah itulah definisi yang tepat menggambarkan kondisi gadis itu saat ini. Kenapa di saat ia mulai bisa menerima semuanya gadis itu datang lagi ke dalam hidupnya. Disaat ia sudah mengikhlaskan semua yang terjadi padanya di masa lalu dan berusaha membuka lembaran baru kenapa masa lalunya kini muncul ke permukaan setelah lama menghilang. Ia ingin Tuhan menjawab pertanyaan nya sekali saja, ia ingin Tuhan bukan hanya mendengarkannya saja. Apakah Alleysa egois saat ini.
"Kamu gak salah apapun, Tuhan kasih cobaan ke hambanya itu semua sudah ada takarannya. Tuhan kasih cobaan karena Tuhan percaya kamu bisa melewatinya" ucap suara seseorang membuat tubuh Alleysa membeku Alleysa gadis itu tahu suara siapa ini, Suara yang tadi pagi dan suara yang amat sangat ia rindukan.
Alleysa mendogakkan kepalanya untuk melihat apakah benar orang itu adalah pria yang masuk kedalam ingatannya dengan mudahnya itu?.
Dan jawabnya Benar. Pria itu adalah Antariksa Keano Peter Arthur.
"Atar!" Ucapnya Amat terkejut mendapati Antariksa berdiri di hadapannya sambil memandang nya dengan wajah teduh.
Belum selesai dengan keterkejutannya pria tampan di hadapannya ini menangkup kedua pipinya dan menghapus air mata yang membasahi kulit pipinya yang berwarna putih itu.
"Jangan nangis ya, aku sedih liatnya. Kamu gak akan sendirian ingat itu lley aku selalu ada buat kamu apapun itu" ucapnya kemudian menarik gadis yang ia khawatir kan itu kedalam pelukannya. Alleysa tak menolak pelukan itu, tangannya melingkar di bahu pria itu menenggelamkan wajahnya kedalam dada bidang pria itu tempat bersandar ternyaman baginya.
"Jangan nangis lagi, aku denger semuanya Alleysa. Makasih kamu masih mencintai aku aku bahagia dengernya" ucap Antariksa sambil memeluk erat gadisnya.
"Atar" lirih gadis itu kemudian melepaskan pelukannya.
"Maafin gue, Maafin gue karena ninggalin Lo" ucap gadis itu dengan air mata yang masih membanjiri pipinya. Antariksa menangkup wajah gadis itu dan bibinya mencium kelopak mata gadis itu secara bergantian.
"Tapi gue udah jahat sama Lo Tar, tadi pagi dan kejadian itu...." belum sempat Alleysa melanjutkan ucapannya Antariksa kembali memeluknya membiarkan gadis ini bersandar pada dada bidangnya.
"Kamu gak pernah jahat ke aku udah ya, jangan merasa bersalah lagi. Lupain yang lalu kamu harus kuat untuk menghadapi semuanya".
"Makasih Atar, Gue sayang sama Lo" ucap Alleysa sambil tersenyum tulus.
"Gue juga sayang sama kamu dan akan memperjuangkan kamu lley" lanjutnya memandang manik mata Alleysa lekat-lekat.
Mereka saling berpelukan di bawah pohon maple menyalurkan rasa rindu yang harus terpisah beberapa hari lalu. Kebersamaan yang pernah hilang kini kembali lagi.
Tanpa mereka sadari dari tadi ada yang memperhatikan kedua insan yang saling menyalurkan kerinduan dengan tangan terkepal keras dan mata merah menyala, ia murka dengan apa yang ia lihat barusan.
"Gue akan buat Neraka itu ada di dunia ini Khusus buat Lo Alleysa, Rasa sakit Lo saat ini belom seberapa dan gue akan buat sakitnya menjadi semakin lebih nyata selamat menikmati pertunjukan indah" ucapnya berseringai tajam kemudian pergi meninggalkan taman belakang sekolah.
__ADS_1
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Oke guys gimana part ini? Aku bakal buat beberapa part kedepannya penuh kejutan jadi stay tone di cerita pangeran untuk Alley ya!
Dan aku juga mau bilang kalo cerita ini bakal tamat sampai part 50 an aja ya, soalnya rencananya aku bakal nulis sequel buat cerita ini dan sequelnya bakal aku tulis di sini juga loh biar kalian mudah bacanya langsung tanpa perlu cari draft cerita yang lain okeh.
nanti untuk sepoiler ceritanya bakal aku buat satu part khusus buat promosiin nya jadi tunggu aja ya!.
Dan jangan lupa Follow Ig Author untuk tahu kabar terbaru cerita Pangeran Untuk Alley
@Marcelinaap_
Terima kasih
Much love
__ADS_1
Linlinnnnnnn