Pangeran Untuk Alley

Pangeran Untuk Alley
Part 40 Asisten Baru untuk Alley


__ADS_3

Kini mereka semua duduk di meja makan, Alleysa duduk di samping Sean sedang yang berada di samping kepala meja, kemudian di depan Sean duduk mamanya Laura dan di samping Laura ada Antariksa dan terakhir Chalsea duduk di sebelah Antariksa. Papa mereka duduk di kepala meja karena dia adalah kepala keluarga.


"Mama seneng banget akhirnya kita bisa kumpul gini ya rasanya kehangatan keluarga ini kembali seperti dulu" ucap Laura sambil tersenyum menatap putra mereka yang kini berada didalam satu meja yang sama kenangan beberapa tahun lalu yang menjadi memori terindah kini terulang kembali, mereka bisa menikmati makanan bersama-sama lagi.


"Sean juga senang ma, udah lama kita gak kayak gini" ucap Sean sambil memotong dada ayam yang di masak chicken katsu goreng oleh para chef dapur mereka.


Antariksa mendengus mendengar ucapan bulshit dari mulut saudaranya itu ya Sean sungguh hebat dalam mencari muka kepada orangnya tuanya sungguh akting yang luar biasa.


"Oh iya Alleysa" kali ini Angkasa berbicara membuat gadis yang di panggil itu mendongakkan kepalanya menghadap ke arah sang pemilik rumah, meskipun dari tadi ia hanya membelah- belah katsu tanpa minat dengan pisau makan itu.


"Ada apa om?".


"Seminggu lagi kedua orang tua kamu akan pulang mereka bilang bahwa selama ini kamu akan tinggal disini dan di jaga oleh Sean sama salah satu orang suruhan keluarga kamu yang di sewa oleh Daddy kamu" ucap Angkasa memandang wajah gadis manis itu dengan mimik wajah serius.


Alleysa menautkan alisnya binggung akan maksud ucapan Ayah tunangannya ini. Seolah-olah meminta penjelasan salah satu wanita yang usianya sedikit dewasa dari mereka berjalan sambil membawa gelas air putih.


"Permisi nona" ucap wanita itu membuat mereka yang berada di meja makan menoleh, termasuk juga Alleysa wajahnya menampakan keterkejutannya melihat wanita yang tak asing pernah ia lihat di Mansion keluarganya beberapa hari yang lalu.


"Ini dia yang papa bilang tadi salah satu asisten yang di tugaskan oleh Daddy kamu untuk menjaga kamu selama Sean akan pergi ke Nusa dua Bali dalam rangka serah jabatan pengurus OSIS" ucap Angkasa menunjuk ke arah wanita yang berpakaian putih dengan nampan di tangan.


Alleysa menoleh ke arah wanita itu, ia cukup terkejut akan kedatangan wanita itu ke dalam mansion Artur, ya Alleysa ingat wanita yang umurnya tidak terlalu jauh darinya wanita ini adalah pelayan yang berada di rumahnya beberapa Minggu lalu.


"Nama saya Renita Amanda nona, anda bisa memanggil saya Rere. Saya di tugaskan oleh tuan Alfandi untuk menjadi asisten pribadi nona" ucap wanita itu sambil sedikit membungkukkan badannya tanda hormat kepada majikan.


Antariksa cukup terkejut akan hal ini ia pikir sudah beberapa bulan ini ia tak melihat Alleysa di kawal oleh bodyguard ia merasa mungkin ayahnya gadis itu sudah memberikan sedikit kebebasan kepadanya namun nyatanya lebih parah Alleysa sekarang memiliki asisten pribadi.

__ADS_1


"Kenapa harus punya asisten pribadi Alleysa juga udah bisa jaga diri sendiri" ucap gadis itu lirih namun masih bisa di dengar oleh mereka yang satu meja bersama.


Laura menatap ke arah gadis yang tengah menundukkan kepalanya itu sedih itulah yang lihat dari ekspresi gadis yang paling ia sayangi di dunia ini.  Ya mungkin gadis itu keberatan akan perintah yang di berikan oleh Daddy nya, wanita ini sebenarnya ingin membantu namun ia harus tau tempatnya ini urusan keluarga Alfandi dan ia tak memiliki wewenang apapun untuk membantu Alleysa.


"Mama udah coba ngomong ke mommy kamu sa, tapi mommy kamu bilang itu keputusan Daddy kamu yang buat jadi mommy kamu gak bisa buat ngapa-ngapain kamu tau kan Daddy kamu gimana? Itu juga demi kebaikan kamu Alleysa dengan gitu kan kamu aman" ucap Laura berusaha menenangkan Alleysa.


"Bener tuh lley lagian gue nggak akan disini selama 3 hari takutnya ga ada yang jagain lo kalo punya asisten yang jaga gue juga lega mau ninggalin Lo" timbal Sean sambil menoleh ke arah gadisnya yang terdiam tanpa semangat.


"Lagian juga Sa, itu baik kok buat Lo secara Lo ada yang jagain bener kata mama sama Sean kalo gak ada yang jagain Lo gimana takutnya ada orang yang jahatin Lo kalo pelindung Lo gak ada" kali ini Chalsea berbicara.


Alleysa mendogakkan kepalanya menatap ke arah Chalsea dengan tatapan tak suka, Alleysa cukup tau dengan mantan sahabatnya ini ketika Chalsea berbicara seperti itu seolah-olah memberikan ia sinyal bahwa ia harus berhati-hati.


Alleysa meletakan sendok garpu di atas meja dan bangkit dari duduknya hal itu membuat orang di meja makan menoleh ke arah gadis itu.


"Alleysa pamit duluan soalnya mau ngerjain pr di sekolah karena bukunya tinggal kemarin" ucapnya beranjak dari duduknya.


"Oh iya Alleysa pamit dulu om Tante dan Sean sorry gak bisa ngater ke bandara".


"Yaudah gak papa Lo hati-hati di jalan" ucap Sean di angguki gadis itu .


"Yuk re kita pergi" lanjutnya kemudian mengambil tas nya dan berjalan di ikuti Rere dari belakang.


"Baik nona" ucap Rere


Antariksa mencerna maksud ucapan Alleysa barusan, "Dan satu lagi, kalo misalnya ada yang jahatin gue nantinya itu juga gak jauh-jauh kok pasti orang terdekat gue ya buat sekarang gue prepare dulu lah" kalimat yang membuat nya bingung.

__ADS_1


Antariksa berdiri dari duduknya mengambil tasnya "Lo mau kemana Tar, makanan kamu belum habis Lo" ucap Laura melihat putranya yang bersiap mau pergi.


"Atar udah kenyang ma, berangkat dulu nanti Caca di anter supir aja ke sekolah Atar buru-buru assalamualaikum" teriak pria itu kemudian berlari keluar dari ruang makan menyusul Alleysa meminta penjelasan akan maksud gadis itu.


"Kami ga papakan berangkat bareng supir?" Tanya Laura.


"Ga papa kok tante mungkin Atar lagi sibuk hari ini" ucapnya lembut sambil tersenyum dan melanjutkan makannya.


"Baiklah kalo begitu".


'Awas aja Lo Sa, gue bakal bales perbuatan ini ke Lo' batin Chalsea geram akan tingkah gadis itu barusan.


Oh shit!


Umpat Antariksa ketika tak mendapati mobil yang sering gadis itu gunakan, "udah perigi dia" ucap Antariksa kemudian menuju ke garasi mengambil motor sport nya untuk pergi ke sekolah.


Di perjalanan Alleysa termenung tiba-tiba kepalnya terasa sakit, ia burusaha mengabaikan itu.


"Mungkin stres gue mau kumat lagi" ucap gadis itu membatin karena sakit di kepalanya yang muncul tiba-tiba.


"Nona tidak apa-apa?" Tanya Rere di menoleh ke belakang karena melihat gerak gerik anak majikannya yang meminjat- minat kepala menahan sakit terlihat dari ekspresi gadis itu dari kaca mobil depan.


"Saya tidak apa-apa hanya sedikit pusing".


"Nona mau kita ke rumah sakit?" Yang Rere lagi.

__ADS_1


"Tidak usah lanjutkan saja perjalanan nanti juga sembuh" timpal gadis itu kemudian mengambil airponds yang telah ia hidupkan bluetooth dari ponselnya menyetel musik kemudian memejamkan matanya berharap pusing di kepalanya sedikit mereda.


__ADS_2