
Semenjak kejadian itu Alleysa selalu gugup jika berdekatan dengan Antariksa bukan tanpa sebab hanya saja ia belum mengetahui penyebab kenapa jantungnya selalu berdebar ketika Antariksa berada di dekatnya.
"Lley ke kantin yuk" ucap pria yang sudah berdiri di samping mejanya. Gadis yang tengah berkutat dengan buku pelajaran fisika miliknya menoleh melihat siapa yang mengajaknya itu.
"Sean" ucapnya tak terkejut melihat kedatangan Sean disini.
"Ke kantin yuk" ulangnya lagi.
"Eh" belum sempat Alleysa menjawab ajakan Sean sebuah seruan membuatnya berhenti berbicara.
"Dia ke kantin bareng gue" ucap suara dingin itu, ia adalah Antariksa.
Antariksa menarik tangan Alleysa keluar dari ruang kelas 11 MIPA 1 itu namun tangannya di cekal oleh Sean.
"Nggak usah berurusan dengan tunangan gue" ucapnya memperingati Antariksa.
Antariksa melepas cekalan tangan Sean dengan keras.
"Dia baru tunangan Lo, bukan istri Lo lagian kalian tunangan bukan dasar atas suka sama suka, namun sebuah perjanjian sialan itu kan" katanya tajam, membuat Sean mati kutu di buatnya tanpa menunggu jawaban Sean ia kemudian mengajak Alleysa keluar dari kelas itu.
"Brengsek Lo Tar, tunggu pembalasan gue" ucapnya melihat kepergian dua sejoli itu dengan otak yang sedang menyusun rencana jahat.
********
"Duduk disini tuan Putri" ucap Antariksa menarik kursi mempersilahkan Alleysa duduk.
Pipi Alleysa bersemu merah. "Nggak usah kayak gitu Tar malu di liatin banyak orang".
"Biarin aja sih lley" ucapnya lagi.
Brakk
Alleysa terkejut melihat tangan yang mengebrak meja namun berbeda dengan Antariksa yang santai tak peduli dengan mereka karena sungguh malas menghadapi mereka siapa lagi jika bukan sahabat sintingnya.
"Cieee lagi sama siapa Lo?" Ucap Hendrik sambil cengengesan bertanya ke Antariksa.
"Bos Atar lagi sama cewek, kenalin dong siapa ceweknya?" Ucap Hendrik lagi. Sesaat ia mendekat ia terkejut melihat gadis itu.
"Tunangan Sean" ucap mereka berdua serempak terkejut melihat gadis cantik yang duduk di kursi kebesaran mereka.
Hendrik menarik tangan Antariksa, Antariksa menolak tapi tarikan nya semakin kuat.
"Tunangan Sean gue pinjem Atar bentar" ucapnya lagi.
"Apaan sih" desis Antariksa tangannya di tarik paksa oleh Leon di ikuti Yudhis di belakangnya.
"Lo kok bawa tunangan Sean ke meja kita, gila Lo mau cari mati sama si Sean?" Kata Hendrik.
"Cari mati nggak lah, kurang kerjaan lagian dia yang nantinya mati sama gue" ucapnya enteng.
"Tapi Lo kok bisa kenal sama si Alleysa itu? Lo tau kan Alleysa itu putri dari Alfandi James Smith pemilik Smith corperation. Perusahan ritel dan pariwisata terbesar di Indonesia" ucapnya lagi.
__ADS_1
"Trus kenapa?" Ucapnya lagi.
"Gila Lo Tar, Lo nggak tau bodyguard bokap ya kek gimana ngerinya. Kalo si Sean ngadu ke bokap ya bisa abis Lo" ucap Hendrik memperingati.
"Gue nggak takut silahkan, udah ah kalo ngga ada hal yang penting Lo omongin gue pergi. Kasian si Alley nunggu sendirian" lanjut Antariksa kemudian meninggalkan kedua sahabatnya berjalan menuju meja mereka.
"Lah, di tinggal nggak penting, Lo tau kan Yud ini penting" ucap Hendrik mencari pembelaan.
"Betul kata Atar, pembahasan Lo itu nggak penting" timpalnya kemudian berjalan meninggalkan Hendrik sendirian.
"Asu, punya kawan kek *** semua" umpatnya kemudian berjalan menyusul mereka berdua.
"Sorry lama lley, Btw Lo mau pesan apa?" Ucap Antariksa yang kini sudah duduk di bangku sebelah Alleysa.
"Gue mau itu Tar!" Ucap Alleysa menunjuk sebuah stand jualan bakso, yang paling banyak di cari oleh murid-murid terlihat dari banyak murid yang mengantri berebut di stand itu.
"Minum?" Tanya Antariksa.
"Air putih aja" ucap gadis itu lagi.
"Oke bentar ya".
"Woi, sini" panggil Antariksa kepada dua orang remaja pria yang berjalan hendak melewati mejanya. Sang empu yang merasa di panggil berjalan mendekat ke arah Antariksa dengan gugup.
"Nggak usah gugup kayak gitu, gue nggak bakalan nonjok kalian" perintahnya.
"Belikan gue bakso,"
"Serius Lo mau beliin kita Tar?" Tanya Hendrik dengan mata berbinar mendapat traktiran gratis.
"Cepetan sebelum gue berubah pikiran".
"Gue mau bakso, mie ayam, sama siomay, kentang goreng dan milkshake satu. Kalo Yudhis teh pucuk harum sama Bakso" ucapnya kepada kedua murid berkacamata itu.
"Bakso empat milkshake 2, air mineral sama teh pucuk satu-satu" perintahnya.
"Lah Tar" ucap Hendrik kesal kenapa pesannya cuma bakso dan milkshake.
"Gue lagi bokek" ucapnya seenaknya.
"Bokek padahal Lo tajir melintir" umpatnya lagi.
"Kalo gitu Lo nggak usah gue traktir, dasar nggak tau diri" lanjutnya kesal.
"Iya , udah cupu sana. Ntar Antariksa nggak jadi nraktir gue lagi".
"Lo pindahan dari mana?" Tanya Hendrik sesat bakso mereka telah tiba di meja.
"Pindahan dari Amerika" ucapnya seadaanya.
"Oh iya kita belum kenalan, gue Hendrik Naderson cowok bule blasteran Jerman dan ini si dingin Yudhis Cakraningrat putra Keraton Jogja" lanjutnya.
__ADS_1
"Mungkin kalian udah tau gue, gue Alleysa Seira James Smith, panggil aja Al" ucapnya seadanya.
"Lo kenal Atar kapan?" Tanya Yudhis mulai berbicara.
"Udah agak lama waktu gue les musik" katanya lagi.
"Trus hubungan Lo----" belum sempat Hendrik bertanya mulutnya sudah di sempal bakso oleh Antariksa.
"Udah kalian kayak polisi lagi investigasi si Alleysa. Cepat makan" titahnya.
*******
Bel pulang sekolah berbunyi, semua murid keluar dari kelas mereka karena telah selesai mengikuti KBM. Begitupun dengan Alleysa gadis itu keluar dari kelasnya. Sesaat ia hendak keluar bibirnya melengkungkan senyuman manis melihat pria itu berdiri di depan pintu menatap layar ponselnya.
"Atar" panggil gadis itu.
Sang empu pemilik nama menoleh untuk melihat gadis itu, ia tersenyum "yuk pulang bareng" ucapnya lagi.
Alleysa menganguk mereka kemudian berjalan beriringan menuju parkiran.
"Alleysa" panggil seseorang di belakangnya membuat mereka berdua menoleh melihat Sean yang memanggil Alleysa berlari dengan terburu-buru.
"Kita harus pergi sekarang" ucap Sean kemudian hendak menarik tangan Alleysa tetapi di cekal Antariksa yang menatap tajam ke arah Sean tatapan seakan-akan siap membunuh rivalnya.
"Gue nggak ada urusan sama Lo" desisnya tajam.
"Gue yang bakal ngater Alleysa pulang".
"Lo nggak usah ikut campur urusan gue" katanya marah.
Mereka menjadi tontonan murid SMA Garuda yang hendak pulang mengendarai kendaraan mereka di parkiran.
"Udah di liatin orang" peringat Alleysa kepada kedua orang ini.
"Kita harus pergi sekarang lley" ucap Sean dengan lembut kepada Alleysa.
"Sorry Se, gue pulang bareng Atar" ucapnya menolak.
"Lo denger kan!" Teriaknya lantang.
Sean berjalan mendekat kearah Alleysa membisikan sesuatu ke telinga gadis itu.
Bukk
Ponsel iPhone milik gadis itu terjatuh ke tanah, karena terlepas dari genggamannya.
"Lo kenapa?" Tanya Antariksa yang khawatir melihat perubahan gadis itu setelah di bisikan sesuatu oleh Sean.
Gadis itu bukannya menjawab ia berlari menuju mobil Sean, di ikuti oleh Sean meninggalkan Antariksa yang penuh tanda tanya.
"Lo kenapa?" Ucapnya bertanya-tanya melihat gadis itu meninggal dirinya sendirian di parkiran.
__ADS_1