
Alleysa melangkahkan kakinya dengan senyuman menghiasi wajahnya, meskipun ia dan Antariksa tidak bisa menjadi sepasang kekasih ia masih bisa di berikan kesempatan untuk mengatakan perasaannya kepada pria itu pangerannya.
Malam ini Alleysa bisa tidur nyenyak karena hari ini ia cukup bahagia, akhirnya setelah sekian lama tuhan mengizinkan dirinya menikmati kebahagiaan walaupun itu mungkin hanya bersifat sementara setidaknya bukan delusi kan.
Gadis itu memejamkan mata agar bisa menikmati indahnya mimpinya ia tak lupa berdoa agar dia dan Antariksa bisa memiliki mimpi yang sama.
Di tempat lain Antariksa menatap langit malam di atas mobilnya, ya setelah mengantar Alleysa pulang pria itu tidak langsung kembali ke Mansion keluarganya nya. Pikirannya berkecamuk meskipun ada perasaan lega karena Alleysa akhirnya mengakui perasaannya namun ia masih binggung akan permasalahan yang di alami gadis itu.
Drettt
Ponselnya berbunyi, Antariksa mengeluarkan ponsel nya dari dalam saku celana jeans-nya ternyata ada panggilan masuk dari Yudhis. Ia menekan tombol hijau dan menjawab panggilan dari sahabat nya.
"Halo ada apa Yud?".
"Gue udah ketemu datanya".
"Apa mereka ada hubungan?" Ucap Antariksa tidak percaya.
"Lebih baik kita ketemuan saja Tar, Masalah ini sungguh rumit".
"Oke gue share lock tempatnya" putus Antariksa.
Tutttt
Sambungan telepon di putus oleh Antariksa remaja muda itu berjalan masuk ke dalam mobilnya menuju tempat yang di tuju.
Antariksa meremas stir mobil akhirnya semua hal yang membuat dirinya penasaran semuanya sudah ia ketahui, ia tak habis pikir saudara angkatnya tega melakukan hal itu pada Alleysa.
Dengan langkah cepat Antariksa memasuki mansion keluarga Angkasa.
"Kamu dari mana sayang" panggil seseorang yang telah menunggu dirinya dari tadi siapa lagi jika bukan Laura mamanya.
"Antariksa mama kamu panggil" ucap Angkasa berbicara pada putranya yang tidak menggubris pertanyaan istrinya.
"MANA SEAN" Teriak Antariksa murka.
Semua orang di dalam ruang keluarga itu terkejut akan bentakan Antariksa, entah angin apa yang sedang terjadi anak itu pulang sambil marah-marah. Chalsea yang berada di ruangan itu juga terdiam dan bingung kenapa Antariksa bisa semarah ini emangnya apa yang di lakukan oleh Sean?.
"Mana Sean" teriak Mars kemudian tangannya mengambil vas bunga dan memecahkannya.
Brakkk
Suara pecahan keramik itu menggema Laura menutup telinganya begitupun dengan Chalsea. Angkasa maju mengahadapi putranya.
Bughh, Angkasa memukul wajah anaknya.
"Ada apa dengan dirimu Antariksa" ucap Angkasa yang tidak mengerti mengapa putra nya tiba-tiba bisa semarah ini.
"Mana Sean? Mana putra mu brengsek" Maki Antariksa.
Bughhh
"Mas jangan" teriak Laura dengan air mata berjatuhan, ia tak rela putranya di pukuli oleh suaminya dengan brutal bagaimana pun dan senakalnya Antariksa tetap putranya darah dagingnya.
__ADS_1
"Anak kurang ajar ini harus di beri pelajaran" ucap Angkasa lagi kini ia sudah murka.
"Dimana putra angkat mu, Angkasa Artur" ucap Antariksa tenang sambil mengelap darah segar yang berada di sudut bibirnya.
"Antariksa" panggil Laura, ia tak menyangka bahwa putra nya telah tahu hal yang selama ini mereka sembunyikan.
"Mana dia, Mana dia Jalang" ucap Antariksa menarik tangan Chalsea membuat gadis itu tersungkur jatuh dan memekik karena lututnya tergores penahan keramik.
"Antariksa" panggil Angkasa, Laura wanita itu membatu Chalsea yang tampak bergetar ketakutan dengan air mata membanjiri pipinya.
"MANA DIA!!!!" Teriak Antariksa lagi dan lagi.
"Gue disini" sebuah suara mengentikan teriakan kemurkaan Antariksa.
"Kenapa?" Ucap Sean setenang mungkin.
Antariksa berjalan maju mendekat ke arah Sean yang tampak dalam posisi tenang.
Bughh
Tanpa ancang-ancang Antariksa memukul wajah Sean mereka yang melihat itu semua langusung berlari ke arah dua remaja muda itu Antariksa tampak memukuli nya dengan membabi buta.
"Kamu sudah gila Atar, kenapa kamu pukul kakak kamu" ucap Angkasa menengahi putranya agar tidak saling pukul memukul.
"Atar berhenti nak" mohon Laura dengan air mata yang membanjiri pipinya memohon kepada putranya agar tidak berkelahi di dengan Sean.
"Gue salah apa sama Lo" ucap Sean setenang mungkin merasa ia masih bingung kenapa Antariksa tiba-tiba memukul wajahnya seperti ini mirip orang kesetanan.
"Gak usah pura-pura bego anjing ternyata kebusukan Lo masih berlanjut kan" desis Antariksa tajam sangat tajam dan menusuk.
Antariksa maju satu langkah.
"Lo mau bunuh Alleysa kan, Lo mau balas dendam atas kematian Renata kan ke dia" teriak Antariksa, seketika membuat ruangan itu hening.
"Alleysa?" Tanya Sean.
Bughh
"Apa yang Lo rencanakan Sean jawab gue" sentak Antariksa sambil menarik kerah baju pria itu.
"Antariksa sudah nak, bicarakan baik-baik mama mohon" pinta Laura.
"Gue nggak tau masalah Lo apa sama gue, tapi gue nggak akan sejahat itu buat bunuh calon istri gue, seharusnya gue yang nanya balik ke Lo. Lo suka kan sama Alleysa calon gue, calon kakak ipar Lo" timpal Sean.
Secara tiba-tiba Antariksa langsung terdiam.
Sean merasakan cengkraman pada kerah bajunya melonggar ternyata Antariksa melepaskan cengkraman kerah baju Sean.
"Apa benar itu Atar?" Kali ini Angkasa yang mengambil alih pembicara.
"JAWAB PAPA" Bentak pria itu.
Antariksa mengangguk sebagai jawaban.
__ADS_1
Plakk
"Mas".
"Om" ucap dua wanita itu terkejut melihat Angkasa menampar pipi putranya.
"Saya tidak pernah mengajarkan kamu untuk berbuat serendah itu Antariksa, apalagi sampai menyukai tunangan kakak mu. Apakah belum selesai pembicaraan kita kemarin? Jangan sukai orang yang memiliki status" Angkasa menaikan satu oktaf suaranya karena berbicara dengan Antariksa membutuhkan banyak tenaga dan kesabaran anak itu sungguh copy an dirinya sewaktu muda, keras arogan dan biang masalah.
"Apakah salah jika gue menyukai Alleysa? Apakah salah?" Ucap Antariksa menatap nyalang ke arah dua pria itu.
"Gue suka Alleysa gue akan buat dia keluar dari neraka yang kalian buat untuknya".
"Maksud kamu apa Atar" kali ini Chalsea bertanya.
"Alleysa gadis beruntung kenapa kamu bilang dia tinggal di neraka?" Tanya gadis itu lagi.
Antariksa memandang jijik ke arah Chalsea, gadis itu bersikap seolah-olah tidak tahu akan masalah yang menimpah Alleysa sungguh ia tak habis pikir bahwa wanita ini wanita yang pernah menjadi cinta pertama dirinya tega melakukan hal jahat kepada orang lain. Menyesal telah menyukai gadis itu jawabannya ia Antariksa menyesali rasanya dulu, namun yang dulu ia sukai bukan Chalsea gadis yang berdiri di hadapannya sekarang melainkan yang berdiri sekarang adalah wanita ular yang jahat dan licik.
"Gak usah pura-pura bego gue tau Lo terlibat".
"Maksud kamu apa tar?" Tanya nya lagi.
"Gue akan habisi kalian jika terjadi sesuatu sama Alleysa akibat ulah kalian ingat itu" ancam Antariksa kemudian melangkahkan kakinya meninggalkan Mansion keluarganya.
Flashback.
"Lo telat 10 menit" ucap Antariksa yang duduk di sofa cafe tempat mereka janjian.
"Macet" timpal Yudhis seadanya.
"Jadi apa yang Lo mau katakan tentang Alleysa, Lo udah dapet informasi nya?" Tanya Antariksa penasaran. Ya memang waktu itu ia pernah menceritakan semua hal yang membuat dirinya penasaran akan sosok Alleysa dan keluarga gadis itu apalagi masalah yang gadis itu hadapi dengan kedua sahabatnya Hendrik dan Yudhis. Dan ia Yudhis menawari dia bantuan untuk menyelidiki seluk beluk keluarga Alleysa karena saudara Yudhis atau tepatnya om nya adik ayah Yudhis adalah Intel dan sepupunya seorang hacker ternama.
Dan tadi Yudhis menelpon dirinya bahwa ia sudah berhasil menemukan rahasia keluarga Alleysa yang sangat ingin Antariksa ketahui.
"Sebelum gue cerita Lo baca dulu ini".
Antariksa mengambil Map cokelat yang di berikan Yudhis membuka isinya, terdapat 3 koran yang sudah berwarna kekuningan karena sudah lama.
Antariksa membaca judul pertama koran yang telah di gunting dan susun di atas kertas HVS.
"Revan Aldian Bukan anak kandung dari Rudolf Aldian, hal ini di akui langsung oleh istri sah Rudolf".
"Kematian Renata Aldian, di kabarkan ada hubungannya dengan pertunangan mantan kekasihnya Sean Gelael Artur pewaris Grup Artur dan Alleysa Seira James Smith putri tunggal Smith corperation".
"Kecelakaan di tol Jagorawi menewaskan salah satu direktur perusahaan Smith corperation yang di duga mabuk".
"Gue nggak ngerti Maksudnya apa?" Tanya Antariksa setelah membaca rubik berita yang ada di tangannya.
"Itu berita yang berkaitan tentang masalah Alleysa".
"Coba Lo cerita kenapa bisa Alleysa memiliki masalah yang banyak dan rumit seperti ini?".
"Sebenarnya itu bukan masalah Alleysa gadis tu tidak ada sangkut pautnya sama sekali tapi karena dia putri pebisnis sadis Alfandi SMITH jadi dia yang terkena imbasnya".
__ADS_1
"Ayah Revan meninggal karena di bunuh oleh kakek Alleysa Hardin Smith dan Renata Aldian kekasih Sean dulu adalah sepupu Revan, sedangkan Chalsea ayahnya meninggal karena kecelakaan yang ban mobilnya di sabotase oleh ayah Alleysa ia menyuruh anak buah nya untuk membuat hal itu, karena tidak mungkin ia melakukan nya sendirian bukan?, Dan tak lama setelah itu Chalsea dan ibunya di bawa tinggal ke Mansion SMITH California untuk tinggal disana, Chalsea dan ibunya di biarkan tinggal dan bekerja untuk keluarga Alleysa, ibu Chalsea bekerja sebagai kepala maid atau maid senior dan Chalsea juga ikut membantu ibunya dengan menjadi asisten pribadi Alleysa di sekolah. Revan dan Alleysa bersahabat sejak kecil, karena kedua orang tua Alleysa dan Revan (orang tua angkatnya),dan orang tua kandung Revan Alfandi sama sekali tidak tahu jika kematian itu di sebabkan oleh ayah Alfandi sendiri. Setelah kematian ayah kandung Revan kemudian di adopsi oleh ayah angkat Revan sahabat Daddy Alleysa dan disitu mereka mulai menjadi teman baik dari kecil. Revan menyukai Alleysa namun dia tidak bisa memiliki Alleysa karena ia menjadi tunangan Sean padahal Sean memiliki kekasih namanya Renata adik angkat Revan anak pamannya yang menandai ayah asuhnya. Mengetahui Sean bertunangan membuat Renata depresi dan bunuh diri, kedua orang tua Revan sangat terpukul begitu pun dengan Sean. Tak lama setelah kejadian itu Revan mengalami penyiksaan verbal yang di lakukan ibu asuhnya. Selanjutnya Ibu Chalsea di tangkap polisi karena ketahuan memalsukan data aset pribadi keluarga SMITH dan beberapa real estate milik keluarga itu, sebelum kejadian itu Chalsea membantu Revan yang sudah mengetahui siapa dalang pembunuh kedua orang tua kandungnya, ia merencanakan hal keji kepada Alleysa karena gadis itu orang yang paling di sayangi oleh kakeknya, Chalsea membujuk Alleysa untuk ikut ke acara promnight sekolah padahal gadis itu tidak di perbolehkan. Alhasil ia di bawa pergi ke suatu tempat seperti gudang dan Revan hendak melakukan sesuatu yang akan merusak mental gadis itu selama-lamanya yaitu memperkosa nya. Chalsea ikut andil dalam hal itu membiarkan Alleysa di siksa oleh sahabatnya untungnya ada Sean pria itu menyelamatkan Alleysa dari Revan dan menembakkan pistol ke jantung Revan membuat Revan meninggal di tempat, kasus itu kemudian di tutup karena orang tua Alleysa tidak akan mempermasalahkan nya takutnya agen FBI akan menyelidiki lebih rinci kasusnya dan membiarkan Revan tewas begitu saja, Chalsea gadis itu kemudian di asing kan ke Jerman tak lama setelah itu ibunya meninggal gantung diri di penjara karena depresi dan Sean Lo harus berhati-hati dengan dia Tar, gue rasa Sean masih memiliki dendam kepada Alleysa karena kematian Renata, Renata itu cinta pertama Sean".
Satu kesimpulan yang berhasil Antariksa tangkap bahwa Alleysa adalah korban dari kejahatan yang keluarga nya lakukan. Dan gadis itu sama sekali tidak tahu akan hal itu.