
Senyuman tak henti-hentinya terukir di bibir manis Alleysa entah sejak kapan dia tak henti-hentinya menggulingkan senyumannya mungkin semenjak kakinya melangkah ke tempat ini, tempat dari sedari kecil ingin dia kunjungi bersama keluarganya jika berada di Indonesia.
Pasar malam
Di dalam gandengan tangan Antariksa gadis itu berjalan dengan gembira. Antariksa yang menautkan jari tangan mereka juga menggulingkan senyuman bahagia ketika melihat gadisnya sangat bahagia malam ini pergi bersama dirinya.
"Aku udah searching loh Tar dan aku udah buat list nya yang pingin aku mainin di pasar malam" ucap gadis itu menoleh ke arah Antariksa sambil tersenyum menunjukkan gigi putihnya yang rapi.
"Oh iya niat banget sih kamu, emangnya apa coba? Sini aku liat" ucap Antariksa lagi-lagi tersenyum tulus.
"Janji bakal kabulin semua yang aku list ya?" Ucapnya lagi mengeluarkan jari kelingking nya.
"Untuk kamu apa sih yang nggak bakal aku turutin" ucap Antariksa menautkan jari kelingkingnya ke jari kelingking gadisnya yang mungil.
"Makasih Tar".
"Sama-sama my princess, anything for you" lanjut Antariksa mengacak-acak puncak kepala gadisnya gemas.
"Ish berantakan Tar" ucap Alleysa mencibirkan mulutnya membuat Antariksa gemas sendiri.
"Jadi princess mau main yang mana? Bianglala, kora-kora, komedi putar?" Tanya Antariksa masih dengan tangan bertautan. Ya entah kenapa malam ini mereka memanggil satu sama lain dengan sebutan aku kamu, mungkin agar terkesan memiliki hubungan status padahal tidak sama sekali.
"Beli Catton Candy dulu Tar tiap kali orang-orang ke pasar malam mereka beli itu, aku liat dari YouTube" tutur gadis itu menunjuk stand penjualan permen kapas.
"Namanya permen kapas sayang bukan Catton Candy".
"Ya sama aja kali, bahasa Inggris nya kan Catton Candy emangnya aku salah? Nggak kan" keluhnya.
"Iya tapi kalo kamu nyebut itu ke penjualnya mereka nggak bakal ngerti" ucapnya gemas.
"Ya suruh belajar bahasa Inggris lah aku aja belajar kok" ucapnya membela diri.
"Iya calon pacar ku selalu bener" ucapnya lagi mencubit pipi Alleysa membawanya menuju stand penjual permen kapas.
Senyuman terbit di bibir gadis itu, lengkungan garis melengkung indah sesaat gadis itu memasukan permen kapas yang memilki tekstur lembut dengan rasa manis.
"Akhirnya aku makan ini" ucapnya bahagia. Antariksa tersenyum menatap gadisnya yang bahagia yang nya masih setia bertautan pada tangan gadis itu seolah-olah tidak ingin berpisah jauh.
"Abis itu mau main apa?" Tanyanya lembut sambil tangannya menyingkirkan anak rambut di belakang telinga Alleysa agar rambut itu tidak menghalanginya memandang wajah gadisnya yang sangat amat ia sayangi.
"Kita naik bianglala mau nggak?".
"Kamu nggak takut ketinggian? Naik komedi putar aja deh" tawar Antariksa.
"Kamu pikir aku anak-anak, ya nggak lah. Aku berani ya tuan Antariksa, Alleysa Seira James Smith nggak pernah takut sama ketinggian cam kan itu" ucap nya manyun kemudian pergi meninggalkan Antariksa berjalan duluan ke arah stand penjualan karcis di depan bianglala besar tersebut.
Antariksa lagi-lagi tertawa melihat kelakukan gadisnya yang sungguh lucu, sekarang ia tahu sumber kebahagiaan nya adalah senyuman dan tingkah ajaib Alleysa yang membuat nya tak bisa henti-hentinya tersenyum bahagia seperti sekarang ini.
"Aaa udah naik ya Tar?, Aku nggak mau buka mata takut" ucap Alleysa dengan kedua tangan menutup wajahnya. Saat ini mereka berada di dalam sangkar biang Lala.
__ADS_1
Antariksa mendengus tangannya pun menurunkan tangan gadis itu dari wajahnya.
"Tadi siapa yang bilang berani naik bianglala Hem?".
"Kalo mau liat pemandangan pas biang Lala nya naik Alleysa buka matanya" tutur Antariksa lagi.
"Takut" cicitnya.
"Sayang buka matanya ya, nggak usah takut ada aku disini" ucapnya lagi.
Mau tak mau Alleysa membuka matanya dan benar saja ketika ia membuka mata pemandangan yang di suguhkan dari atas sungguh menakjubkan.
"Gila it's so amazing" ucap Alleysa memuji keindahan pasar malam yang ramai dengan lampu kelap-kelip dari atas bianglala, bukan hanya itu saja kota Jakarta juga sangat luar biasa di lihat dari sini.
"Aku bilang juga apa? Selfi yuk?" Ajak Antariksa gadis itu menganguk kan kepalanya setuju ide tersebut.
"Jadiiin sembilan ya Tar nanti aku edit layout".
"Oke".
Antariksa kemudian mengeluarkan ponsel iPhone miliknya membuka aplikasi kamera, membalikan nya menjadi kamera depan. Mereka melakukan swafoto berkali-kali bukan hanya 9 kali sesuai saran Alleysa karena banyak foto yang goyang ataupun Alleysa yang tak siap, ya wanita memang selalu merepotkan dalam segala hal bukan.
Semua permainan yang ada di dalam list gadis itu sudah mereka lakukan, mulai dari membeli permen kapas, bermain biang Lala, kora-kora, komedi putar, lempar bola hingga mendapatkan satu buah boneka kecil berbentuk **** pink hasil dari lemparan Antariksa kini mereka duduk di salah satu warung emperan di dekat pasar malam tersebut.
Antariksa memesan 2 porsi ayam bakar dengan nasi dan satu ikan porsi ikan mujair bakar, satu mangkuk cah kangkung dan 2 buah es jeruk serta 2 botol air mineral.
Alleysa makan dengan lahapnya tanpa ragu dan merasa jijik sekali pun meskipun dari kalangan atas gadis itu tak tampak malu.
Tangan Antariksa terulur mengambil ponselnya menekan vidio merekam cara makan Alleysa.
Gadis itu yang tersadar di vidiokan membuat dirinya menoleh menutup mulutnya dengan satu tangan yang masih bersih.
"Ih Tar kamu vidio in aku ya, jangan dong".
"Ihh aku kan lagi makan kayak gini" omelnya.
"Biarin aja wlee" ledek Antariksa.
"Jahat bet dah awas aja ya jangan di jadiin aib Bambang".
"Emangnya kenapa hayo?" Goda Antariksa.
"Ihh Tar udah deh pasti kamu Vidio in aku jelek kan" rutuknya.
"Gak kok kamu cantik kapan pun itu, bagi aku kamu gadis paling sempurna yang pernah aku temui kamu gadis yang paling kuat yang pernah aku lihat dan kamu gadis yang paling bisa membuat aku jatuh cinta sedalam-dalamnya sekarang i love you more Alleysa Seira James Smith" ucapnya dalam Vidio itu membuat nafas Alleysa rasanya terhenti sekarang.
"Aku sayang sama kamu, jangan pernah tinggalin aku. Apapun yang terjadi ya" pintanya mematikan kamera ponselnya menatap ke arah Alleysa dengan tatapan misterius.
"Lley" panggil Antariksa melihat perubahan raut wajah Alleysa yang nampak sendu.
__ADS_1
"Apa?" Tanyanya dengan suara amat sangat lembut.
"Sebenernya aku ingin nembak kamu lagi, tapi aku paham situasi kita sekarang kamu adalah calon kakak ipar aku nantinya. Tapi bukannya masa depan kita yang tentuin sendiri ya? Kita berhak atas bahagia kita masing-masing bukan? Untuk sekarang mungkin lebih nyaman kita seperti ini karena status kamu, tapi aku mohon nantinya jangan biarin cinta ku hanya aku yang menanggung nya sendirian ya? Aku berharap kelak cintaku berbalas oleh kamu" ucapnya bersungguh-sungguh.
Air mata membasahi pipinya putih gadis itu. Menangis ya saat ini Alleysa sedang menangis.
"Maafin aku Tar" ucapnya sambil senggugukan.
Ia sungguh bersalah membiarkan Antariksa menunggu ketidakpastian dari dirinya, sehingga membuat Antariksa harus mencintai sendirian. Ia egois sungguh egois tidak memikirkan perasaan Antariksa yang di ambang kebimbangan namun Alleysa tak menampik bahwa ia menginginkan Antariksa, ia mencintai pria itu yang kelak akan menjadi adik iparnya jika ia resmi menikah dengan Sean setamat SMA. Apakah Alleysa boleh berharap memiliki masa depan bersama Antariksa saja membuat cinta dan pengorbanan pria itu pada dirinya tidak berakhir sia-sia? Ia ingin hidup bahagia bersama Antariksa menghabiskan sisa hidupnya bersama pria ini pria yang ada di hadapannya boleh kah Tuhan? Apakah Alleysa bisa memilih hidupnya sendiri karena skenario tuhan sungguh menyakitkan buat dirinya!.
"Kamu gak salah nggak usah minta maaf, seharusnya aku yang minta maaf udah buat kamu nangis kayak gini" ucapnya dengan penuh penyesalan melihat gadisnya tampak tersiksa dan tak bisa berbuat apa-apa saat ini sungguh ia benar-benar menyesal tidak bisa menjadi pangeran pelindung untuk gadisnya membiarkan gadisnya menjalani kehidupan yang rumit pemberian dari semesta ini.
"Aku sayang dan cinta sama kamu Antariksa Keano Peter Arthur" ucap Alleysa bersungguh sungguh membuat Antariksa terdiam mencerna ucapan gadis itu.
"Kamu cinta pertama dan terakhir untuk ku. pangeran untuk Alley".
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
**Oke Manteman online waktu itukan aku udah pernah ngasih tau ke kalian kalo cerita pangeran untuk Alley bakal tamat di part 50 aja ya jadi tinggal dua part lagi so jangan lupa di pantengin terus.....
Dan juga buat lapak sebelah Story' Of Blue Sky itu masih akan aku update setelah cerita ini tamat ya....
sekali lagi jangan lupa di pantengin, dan sedikit informasi untuk cerita pangeran untuk Alley ini udah ada sequelnya jadi kalian wajib baca ya, aku sih bingung mau narok sequelnya disini atau buka lapak baru tapi nanti aja deh kayaknya wkwkwk sebab cerita ini belum tamat kok, satu lagi cerita ini pangeran untuk Alley akan ada ektra part kok kalo misalnya aku masih mood buat nulis ya hehehe
btw tengkyu udah jadi pembaca cerita ku makasih banyak udah sejauh ini baca ceritaku aku sayang kalian.....
__ADS_1
love Celine**