
Aku sukses membuat Arno menjadi salah satu familiarku melalui skill ikatan darah.
Aku bisa merasakan bagaimana sebagian kekuatan Arno merasuk padaku.
Peringatan! Peringatan! Slot skill penuh!
Apakah Anda ingin membuang skill baru Anda atau Anda ingin menggantikan salah satu skill lama Anda dengan skill yang baru?
Namun, pemberitahuan Sistem tiba-tiba saja muncul.
Ini baru pertama kalinya aku mengetahuinya bahwa ada yang seperti itu.
Jelas apa yang akan aku pilih.
“Buang skill stealth.”
Sejak dulu, aku sama sekali tidak menyukai skill itu.
Itu adalah skill pengecut yang menyuruhmu bertarung dengan bersembunyi di belakang.
Aku tidak menyukai gaya pertarungan yang seperti itu.
Bagiku yang seorang pemberani, bertarung dengan gagah berani adalah yang terbaik.
Yah, walaupun kemampuanku saat ini sebatas melempar pisau atau menangkis dan menebas lawan dengan kikuk yang selebihnya mengandalkan Anto untuk menutupi celahku.
Tapi itu jelas gaya bertarung yang masih memiliki harga diri ketimbang skill seperti stealth seperti yang dilakukan oleh living armor raksasa sebelumnya.
Akan tetapi, jika itu berkaitan dengan Sistem, semuanya pasti tidak akan ada yang berjalan sesuai dengan kehendakku.
Skill ‘ikatan darah’ dan ‘stealth’ sebagai bawaan dasar tidak dapat dibuang oleh player.
“Mengapa?”
Pemberitahuan Sistem itu seketika membuatku pangling.
Aku mengerti jikalau itu ‘ikatan darah’ sejak itu adalah skill asalku yang membuatku mampu menyerap skill-skill lain dari makhluk hidup yang kurebut esensinya atau kujadikan familiar.
Tetapi mengapa skill ‘stealth’ juga termasuk di dalamnya?
Itu bukankah adalah skill yang aku rebut dari Viar asli ketika aku menjadikannya familiarku?
Sejenak aku bahkan berpikiran buruk bahwa aku sejatinya bukanlah lagi Laviar, melainkan Viar yang telah berhasil menyerap esensiku dan membalikkan efek ikatan darah lantas menjadikannya miliknya.
Tidak, itu juga pasti salah sejak jikalau demikian, skill ikatan darah tidak akan lagi menjadi skill bawaan dasarku.
Lantas, apakah tubuh kami berfusi atau semacamnya?
Aku tidak tahu lagi.
Lagipula bukan saatnya aku memikirkan hal itu sejak jika aku tidak bergerak cepat, Arno tidak akan selamat.
“Jadi, apa ada pilihan lain selain membuang salah satu skill yang ada?”
Aku memilih untuk menanyakan pertanyaan tersebut terlebih dahulu kepada Sistem.
Anda bisa menggunakan poin kontribusi untuk membeli slot skill.
Harga slot skill yang kelima adalah 32 poin kontribusi.
Sudah kuduga si Sistem yang licik ini selalu berusaha menyembunyikan informasi yang penting untukku.
Dia tidak akan pernah mengungkapkannya jikalau tidak aku sendiri yang bertanya padanya.
Untunglah otakku tetap berjalan untuk bisa memikirkan peluang itu.
“Gunakan 32 poin kontribusi untuk membeli slot skill kelima.”
Aku tidak dapat membuang dua skill yang dapat aku buang sejak skill ‘cut’ adalah satu-satunya skill andalanku untuk bertarung, sementara skill ‘detection’ sangat penting keberadaannya untuk mencegah adanya serangan dadakan.
Syukurlah selama tiga tahun terakhir ini, aku tidak berleha-leha saja.
Aku sudah cukup banyak mengumpulkan poin kontribusi melalui misi-misi Sistem yang aneh-aneh.
Poin kontribusi: 119 --> 87
Sebanyak 32 poin kontribusi berhasil digunakan untuk menambahkan slot kelima pada skill Anda.
[ikatan darah], [stealth], [cut], [detection] [ ]
__ADS_1
Apakah Anda ingin menambahkan skill stztztztst yang Anda peroleh dari Arnoria Rosechild pada slot skill kosong Anda?
Apa yang baru saja Sistem licik itu bilang?
Tiba-tiba saja ada efek angin pada suaranya di bagian yang penting.
Yah, apapun itu terserahlah.
Palingan itu pasti bagian dari keusilan Sistem lainnya.
Yang jelas tujuanku sedari awal adalah untuk memperoleh skill Arno demi menyelamatkan kami dari situasi berbahaya ini.
“Ya, tolong tambahkan.”
Skill ‘star aura’ berhasil ditambahkan pada slot kosong.
[ikatan darah], [stealth], [cut], [detection] [star aura]
Kini Anda memiliki lima skill yang dapat Anda gunakan.
Apa lagi yang baru saja dikatakan si Sistem sialan itu?
Namun begitu kumenoleh ke papan Sistem, rupanya aku tidak salah dengar.
Itu benar-benar adalah skill yang bernama ‘star aura’.
Aku mencoba untuk berpikiran positif mengingat dengan skill inilah Arno menjadi sangat hebat dalam berpedang jadi pasti nama skill ini saja yang norak, tetapi tidak pada efeknya.
Namun, harapanku itu pun dikhianati ketika aku membaca deskripsi skill-nya.
Nama skill: star aura
Efek: mempercepat pertumbuhan poin kepopuleran dengan membuat orang lain mudah menyukai player yang bersangkutan, serta semakin tinggi poin kepopuleran seorang player yang memiliki skill ini maka itu akan memberikan efek penguatan pada keahlian dasar player
Aku tahu bahwa itu bukanlah suatu skill yang buruk di mana memiliki efek mempercepat pertumbuhan poin kepopuleran dengan membuat orang lain mudah menyukaimu.
Aku tahu bahwa itu pasti baik bagiku yang akan memudahkanku untuk segera menyelesaikan misi tingkat XXX, misi menjadi hunter kelas atas di dunia manusia.
Aku tahu hal itu, tapi bukan itu yang sekarang aku butuhkan!
Yang aku butuhkan sekarang adalah skill bertarung yang dapat menyelamatkan kami berdua dalam situasi genting ini!
Ini memang adalah skill yang baik bagi Arno yang memiliki banyak teman.
Tetapi lihatlah sendiri poin kepopuleranku saat ini.
Kepopuleran: 1
Selama tiga tahun aku berusaha meningkatkannya, setidaknya nilainya pecah dari telur.
Itu pun karena Arno yang dengan tulus menerima aku sebagai temannya.
Mana mungkin sosok yang terkucilkan di dunia manusia sepertiku bisa hebat dengan memanfaatkan skill itu.
Tapi sekarang tampaknya sudah terlambat untuk mencari cara lain.
Monster itu telah menembus labirin bayangan milik Anto lantas menemukan kami.
Jika aku tidak berbuat sesuatu, maka baik aku maupun Arno akan sama-sama mati di tempat ini.
Aku hanya harus maju dengan mengandalkan segala yang aku punya.
Skill star aura mampu meningkatkan keahlian dasar bagi player yang memilikinya.
Aku sudah belajar berpedang di SMUT sehingga setidaknya aku memiliki keahliannya walaupun secuil yang sangat tidak bisa dibandingkan dengan Arno.
Akan tetapi, skill star aura itu akan mampu meningkatkannya setidaknya lebih baik dari keahlian dasar yang kumiliki.
Aku tidak tahu sejauh apa poin kepopuleran 1 itu akan membantuku, namun itu masih lebih baik daripada tidak ada sama sekali.
Lagian, aku bisa menyupport-nya dengan menambahkan skill cut-ku pada ketajaman pedang.
Berbekal dengan kepercayaan diri itu, aku pun maju menerjang sang monster raksasa living armor.
Kupinjam pedang warisan keluarga Arno untuk kujadikan senjataku.
Dan hasilnya,
-Trang.
__ADS_1
-Puak.
“Aaakkkh.”
Ternyata tidak membuahkan hasil.
Aku tetap lemah.
Aku terpental dengan mudahnya oleh satu sapuan tangan sang monster.
Namun kemudian, sekelebat angin melewatiku.
Tidak, itu Arno.
Dia telah tersadar.
Dengan salah satu pedang pendekku di tangannya yang tampaknya terjatuh di saku celanaku tanpa kusadari, dia dengan mudah menebas sang monster menjadi dua.
Aku hanya bisa menganga agape melihatnya.
Bahkan dengan pedang yang usang berdurabilitas rendah, itu akan seketika menjadi senjata yang mematikan jika di tangan Arno.
Memang yang palsu sama sekali tidak bisa dibandingkan dengan yang asli.
Inilah keanggunan skill ‘star aura’ yang sebenarnya dari Arnoria Rosechild.
Arno memang benar-benar bukan tandinganku.
Dia benar-benar seseorang yang akan menjadi hunter yang hebat di masa depan.
Aku sejenak sudah lupa terhadap salah satu efek skill ikatan darah karena sudah lama aku tidak menggunakannya pada manusia yang memiliki kemampuan pemulihan luka yang lambat.
Namun skill itu memang bisa memulihkan keadaan familiar menjadi seratus persen pulih sepenuhnya setelah ikatan darah berhasil terjalin.
Itulah sebabnya kini Arno telah benar-benar pulih seratus persen.
Jikalau kalian bertanya apakah Arno akan menjadi vampir sama sepertiku?
Jawabannya adalah tidak.
Selain dibutuhkan seorang vampir bangsawan untuk melakukannya, untuk mengubah ras lain menjadi vampir, itu dibutuhkan hasrat birahi dari vampir bangsawan yang bersangkutan.
Aku tidak menyertai birahiku sewaktu mengisap darah Arno karena sedari awal tujuanku hanya untuk menjalin ikatan darah dengannya, lagian normalnya itu hanya dilakukan di antara jenis kelamin yang berbeda saja.
Terkadang memang ada mutasi yang bisa terjadi yang juga kami tidak ketahui penyebabnya jika salah satu keturunan darah kami mengisap darah dari asal rasnya yang bisa menciptakan vampir liar.
Vampir liar pun yang menggigit lebih banyak orang dari rasnya akan semakin banyak menciptakan vampir liar.
Itulah sebabnya itu sudah merupakan tugas kami sebagai vampir bangsawan jika ada vampir liar yang terbentuk untuk membasminya.
Bahkan ayahku membuat kebijakan sewaktu Sunda Castle masih berdiri untuk membatasi penciptaan keturunan lewat darah dan menekankan kepada keturunan darah family kami yang semuanya berasal dari ras manusia kala itu agar meminum darah bukan dari asal rasnya semisal darah ayam, sapi, dan hewan ternak lainnya.
Yah, aku tahu bahwa itu pulalah yang pada akhirnya membuat Sunda Castle kami melemah dan dengan mudah dijatuhkan oleh para vampire hunter.
“Arno.”
Aku memanggil nama Arno dan hendak menghampirinya.
Dia pasti telah merasakan bahwa ada sesuatu yang aneh pada tubuhnya.
Dia jelas masih manusia, tetapi kini darahnya telah menyatu dengan darah vampir sehingga dia akan menjadi lebih kuat lagi daripada sebelumnya.
Aku harus menenangkannya sebelum kami kembali ke dunia luar.
Sebenarnya sebisa mungkin aku ingin bisa mengelabuinya agar rahasiaku sebagai vampir tetap terjaga karena jikalau tidak, penalti Sistem akan segera membuatku meninggal dalam empat bulan.
Yah, tapi itu Arno yang walaupun pushover, dia peka.
Namun tidak masalah juga karena aku yakin jika itu Arno, dia tidak akan mengkhianatiku seperti Jeanne.
“Viar.”
Arno tersenyum ke arahku sembari ikut berjalan mendekat ke arahku.
Namun secara tiba-tiba saja, tanah di sekeliling Arno retak dan dia jatuh ke dalamnya.
Tidak, itu lebih buruk.
Entah karena alasan apa, sang abyss tiba-tiba saja terbuka dan hendak menarik Arno masuk ke dalamnya.
__ADS_1
“Arno!”
Aku berlari sekuat tenaga demi menyelamatkan satu-satunya sahabatku itu.