
Beberapa hari yang lalu di ujian kelulusan SMUT.
Viar berlari sekuat tenaga menggendong Arno keluar dari dungeon yang sementara dalam proses penghancuran dirinya.
“Viar?”
“Tutup saja mulutmu untuk saat ini.”
Viar yang tidak punya waktu untuk menjelaskan situasinya kepada Arno yang baru bangun dari pingsannya akhirnya hanya berucap seadanya yang terdengar kasar.
Arno tersenyum simpul dan menuruti perkataan Viar untuk menyerahkan tubuhnya sepenuhnya saat ini dalam dekapan Viar.
“Ukh.”
Namun kemudian, sebuah gempa yang cukup besar menggoyahkan landasan Viar sehingga Arno terjatuh dalam dekapannya.
“Tenang saja, Viar. Aku sudah baikan kok. Biar aku jalan sendiri.”
Di situasi di mana batu-batu berjatuhan yang mana itu bukan batu sembarangan, melainkan batu yang menyusun dungeon, kedua sahabat itu saling bahu-membahu menyelamatkan diri untuk kabur.
Akan tetapi,
Sebuah titik abyss tiba-tiba saja muncul di ujung lengan Viar dan itu mengembang dengan sangat cepat menyerapnya masuk ke dalamnya.
“Viar!”
“Hah, jadi beginikah akhirnya?”
“Hahahahahahaha.”
“Jadi selama ini aku tak lebih hanyalah alat oleh Sistem untuk menyelamatkan hunter masa depan mereka di situasi sekarang.”
“Dan ketika aku tak dibutuhkan lagi, kini aku hanya akan kembali dibuang ke dalam abyss yang gelap.”
-Pluk.
Viar terisap ke dalam abyss.
-Klak
“Viar, bertahanlah!”
Namun, sebelum tubuhnya itu terserap sepenuhnya ke dalam abyss, Arno meraih lantas menggenggam tangan Viar kuat-kuat untuk menyelamatkannya.
Akan tetapi sekuat apapun Arno mencoba, takkan mungkin dia akan sanggup melawan dahsyatnya kekuatan sang abyss dan Viar tahu betul akan hal itu.
“Arno, hentikan!”
“Aku sudah tidak tahan dengan kemunafikanmu!”
“Cepat lepaskan saja aku!”
“Lagipula aku tak butuh belas kasihanmu!”
“Hahahahahahaha.”
“Lagipula ini sudah diatur oleh Sistem dan bagaimanapun, aku akan kembali mati!”
“Kau sebagai bidak dari Sistem pula sebaiknya jalani saja peran yang diberikan padamu.”
Viar justru hendak melepaskan pegangan Arno yang menahannya tidak terjerembab ke dalam jurang abyss.
Akan tetapi, Arno berusaha mati-matian melawan paksaan Viar sekuat tenaga pula demi tetap sanggup mempertahankan Viar tidak terisap ke dalamnya.
“Tidak! Kumohon, Viar! Bertahanlah!”
__ADS_1
Arno berteriak dengan putus asa.
“Dasar bodoh! Mana mungkin kamu yang hanya manusia lemah itu sanggup untuk melawan abyss?!”
Lantas sembari tersenyum penuh arti, Viar melepaskan tangan Arno yang menahannya sebelum sahabatnya itu turut pula tertarik ke dalam abyss bersamanya.
Namun, Viar lupa akan satu hal.
Hubungan tuan dan familiar telah terbentuk di antara mereka berdua.
Ada satu hak khusus yang dimiliki oleh seorang familiar.
Yakni jika tuannya sedang berada dalam bahaya, mereka mampu menukarkan posisi mereka dengan segera terhadap posisi tuannya saat itu.
Seakan sudah tertanamkan sebagai instingnya, Arno segera mengaktifkan kemampuan familiar itu lantas menukarkan posisinya dengan Viar.
Viar seketika selamat.
Namun sebagai gantinya, Arno-lah yang kini kembali tertelan oleh abyss.
Begitulah, Viar yang tadinya memutuskan untuk mengubah Arno menjadi familiarnya demi menyelamatkan satu-satunya sahabatnya itu, kini justru berakhir dengan nyawanya terselamatkan berkat kemampuan itu dengan pengorbanan diri Arno.
“Apa yang baru saja…”
“Tidak… Arno?”
“Arno!”
Begitu Viar kembali ke kesadarannya, semuanya telah terlambat.
Abyss telah menghilang sembari membawa Arno bersamanya.
Peringatan! Peringatan!
Misi Tingkat B: Selamatkan Arno telah gagal dilaksanakan.
***
Demikianlah karena penalti gagal menyelamatkan Arno itu, aku selalu mengalami mimpi buruk yang membuatku tiap saat terbangun di tengah malam buta.
Aku adalah seseorang yang payah nan menyedihkan.
Bahkan untuk menyelamatkan nyawa satu-satunya sahabatku pun, aku tak sanggup.
Namun berkat itu aku menyadari suatu fakta.
-Swing.
Setelah menjadikan Arno sebagai familiarku dan berhasil merebut salah satu skillnya lantas berubah menjadi dirinya, aku masih tetap dapat kembali ke wujud Viar.
Aku bisa dengan mudah beralih wujud antara Viar dan Arno.
Lantas mengapa?
Mengapa hanya ke wujud asliku saja aku tak dapat berubah bentuk?
Siapa sebenarnya diriku, aku dengan lucunya mulai meragukannya sendiri.
Tetapi tidak hanya ke wujud asliku saja.
Aku juga tidak dapat berubah wujud ke wujud familiarku, Anto, padahal skill ikatan darah harusnya memberikan aku kemampuan untuk sanggup berubah wujud ke wujud familiarku yang mana saja.
Jadi bisa kusimpulkan bahwa ini adalah salah satu batasan Sistem sejak aku datang ke dunia ini.
Satu kemungkinannya.
__ADS_1
Sistem tidak mengizinkan perubahan wujud yang non-manusia.
Sayangnya, skill ikatan darah-ku sekali lagi terkunci sehingga aku tak bisa membuktikan kebenaran hipotesis itu dengan lebih banyak subjek percobaan.
Arno telah terjerembab ke dalam abyss.
Walaupun aku tak melihatnya secara langsung, tapi kuyakin kini Arno telah tiada.
Jangankan manusia, tiada satu pun makhluk superior yang sanggup bertahan di dalam teror abyss.
Namun lucunya, aku lebih cepat bisa menerima hal itu melebihi daripada apa yang kubayangkan.
Sesuai perkataanku, kematian teman hanya akan membuatmu menderita selama tiga hari saja dan setelahnya kamu hanya akan melupakannya sebagai kenangan masa lalu.
Itulah rupanya yang juga terjadi pada ikatanku dan Arno, hilang dengan cepat bak asap.
Aku sama sekali tak menduganya.
Kebersamaan kami selama tiga tahun rupanya hanya sedingin ini rasanya.
Yah, namun dibandingkan dengan keseluruhan total usiaku, waktu tiga tahun itu memang terlalu singkat.
Aku telah terbiasa melihat beberapa familiarku yang harus mati di tangan para penyintas sehingga bagiku kematian makhluk-makhluk berumur pendek sudah biasa bagiku.
Arno hanyalah salah satu di antaranya hingga itu sama sekali tidak menimbulkan bekas luka di hatiku.
Lagipula sedari awal, tujuanku tidaklah berubah.
Aku bersedia menjadi teman Arno demi keuntungan pribadiku, demi mendongkrak popularitasku sebagai prasyarat bagiku memenuhi misi Sistem tingkat XXX tersebut.
Dan kini aku bahkan tidak memerlukan lagi keberadaan Arno sejak aku telah menjadi dirinya.
Dan lihat saja lonjakan popularitasku hanya dalam kurun waktu beberapa hari aku menjadi Arnoria Rosechild.
Kepopuleran: 1017
Dalam waktu kurang dari seminggu saja, aku sanggup memperoleh nilai kepopuleran melebihi seribu, sepersepuluh yang dipersyaratkan oleh Sistem dalam hal kepopuleran.
Aku tampaknya tak perlu khawatir lagi ketika memperoleh lisensi hunterku, nilai kepopuleran sepuluh ribu tampaknya tidak jauh lagi akan tiba.
Kini yang mesti kuperhatikan hanyalah bagaimana aku bisa meningkatkan kemampuanku agar mencapai ranah hunter berlevel S.
Akan tetapi,
Akan tetapi, mengapa rasanya dadaku terasa sesak begini?
Aku sedari awal hanya memanfaatkan Arno sebagai alat.
Aku mengakuinya sebagai teman, tetapi sedari awal dia bukanlah siapa-siapa yang bisa mengganggu rencanaku dalam menghancurkan umat manusia.
Tidak, aku telah mencoba menipu diriku sendiri rupanya.
“Hiks… Hiks…”
Tanpa sadar air mata jatuh membasahi pipiku.
Kebersamaanku selama tiga tahun dengannya mampu menghapuskan dendam seribu tahunku yang bagaikan ekstasi telah menjebak aku dalam fatamorgana kesenangan selama tiga tahun itu.
Aku tak dapat memungkiri lagi betapa pentingnya Arno bagi diriku.
Itu benar!
Dia adalah sahabatku yang paling berharga melebihi apa yang telah kuperoleh dalam hidupku selama seribu tahun ini!
Namun kini aku harus bangun dari mimpi singkat itu.
__ADS_1
Karena ulah organisasi rahasia serta Profesor Luvien itu, aku harus kehilangan sahabatku yang sangat berharga.
Aku berjanji akan melakukan segala cara untuk menemukan mereka lantas membunuh mereka semua dengan kedua tanganku sendiri sebelum aku menghancurkan umat manusia.