Pangeran Vampir Terjebak Menjadi Hunter

Pangeran Vampir Terjebak Menjadi Hunter
Chapter 42 – PERLINDUNGAN DI BALIK MAKNA SENIORITAS bag. 6


__ADS_3

Dari atas podium, bibir Sarpian Mucahantas tersungging.


Dia begitu menikmati pemandangan Arnoria Rosechild dihajar habis-habisan oleh Alleandro Karman.


“Khekhekhekhe. Sayang sekali Arnoria Rosechild. Tapi hidupmu akan berakhir hari ini.”


“Ayah telah memberikan perintah khusus kepada Alleandro untuk menghabisi nyawamu dalam duel ini.”


“Kamu mungkin tidak tahu ini, tetapi ada artifak yang disebut sebagai cawan suci yang jika kita tuangkan air di dalamnya, air itu akan segera berubah menjadi kutukan yang membuat stat-mu turun sementara.”


“Stat bisa diturunkan, tapi tidak dengan skill.”


“Ya, Alleandro yang kamu hadapi saat ini telah meminum air kutukan itu.”


“Dia sejatinya adalah seorang hunter berank C dengan pengalaman seorang hunter bertahun-tahun.”


“Seberapapun besar stat-nya yang diturunkan, skill dan pengalaman bertarungnya akan tetap sama.”


“Tidak akan mungkin bagi seorang calon hunter yang masih hijau seperti dirimu bisa menjadi lawan sepadan baginya.”


“Sudah jelas bahwa hidupmu akan berakhir hari ini di tangannya, Arnoria.”


Sementara itu, di salah satu sudut di podium lainnya, Julian dan Abel semakin panik, merengek ke Lisanna untuk segera menghentikan duel kejam itu.


“Hei, Sana. Ayo kita segera hentikan saja duelnya.”


“Tidak. Mengapa Tuan Arno harus mengalami hal yang semenyakitkan itu? Aku tak sanggup lagi melihatnya.”


Lisanna terlihat tidak menanggapi ucapan keduanya, namun di balik wajahnya yang tak ekspresif pun bisa segera ditangkap kemarahan yang membara serta kegelisahan.


Sama halnya dengan Julian dan Abel, begitu Lisanna ingin menghentikan duel tersebut, namun dia lebih tahu jika dia melakukannya, maka dia bisa mencoreng harga diri Arnoria Rosechild di hadapan publik.


Tercorengnya harga diri seorang bangsawan menghasilkan luka yang lebih fatal daripada luka-luka fisik belaka.


Karirnya, debutnya di dunia sosial, koleganya, semuanya akan hilang begitu harga diri tersebut tercoreng.


Itu sama saja hukuman mati bagi para bangsawan.


Itulah sebabnya dia menunggu di detik-detik terakhir untuk melakukannya di kala lawan mulai menunjukkan hal yang dapat dikategorikan sebagai pelanggaran peraturan duel.


Namun berbeda dari harapan Lisanna, lawan terlalu licik hingga sampai detik ini, walaupun Arnoria Rosechild sudah babak-belur, sejatinya serangan-serangan yang dilancarkannya belum dapat dikategorikan oleh peraturan akademi sebagai serangan yang fatal.


Itulah sebabnya pula wasit belum menghentikan duel tersebut.


Padahal, Lisanna yang berinsting tajam tahu benar apa niat lawan.


Bagaimanapun lawan ingin menutupi hasratnya, dia takkan mungkin mampu menipu insting seorang Lisanna Annexia.


Itu adalah niat untuk membunuh Arnoria Rosechild.


Hawa membunuhnya terasa jelas di sekujur tubuhnya.

__ADS_1


Di luar dugaan, justru Rohana Macbell-lah di antara kerumunan penonton yang duluan mengambil tindakan.


Dia segera berlari menuruni podium untuk mendekat ke arah wali kelasnya, Profesor Salbalam Phismertofaz.


“Profesor Salbalam, duel ini harus segera dihentikan! Arno sudah tidak sanggup lagi untuk melawan.”


Proser Salbalam lantas hanya menatap Arnoria Rosechild sembari berkata,


“Apa itu benar, Mahasiswa Arnoria?”


Namun jawaban dari mahasiswa bernama Arnoria Rosechild tersebut sungguh tak terduga.


“Tidak, aku masih sanggup bertarung.”


Walau nafasnya telah terengah-engah dalam jalan yang berantakan, walaupun pandangannya mulai memburam, semangatnya tetaplah belum goyah.


“Aku akan malu menemui ayah dan kakakku jika segini saja aku menyerah! Karena aku terlahir hebat melebihi yang lain! Takkan pernah kukecewakan mereka yang senantiasa menaruh harapannya padaku!”


Ayah dan kakak yang dimaksud oleh sang palsu sejatinya bukanlah Lehman dan Dahlia, melainkan ayah dan kakak kandungnya sendiri, raja dan putra mahkota kerajaan vampir, tetapi apa yang bisa dilihat oleh para penonton di podium tidak lain hanyalah semangat seorang Rosechild yang tidak pernah surut ditelan sebuah keputusasaan.


Itu tanpa sadar membuat pamor keluarga Rosechild semakin meningkat di mata akademi, dan tentu saja juga termasuk nama Arnoria Rosechild sendiri.


Lalu seiring dengan kekaguman penonton tertuju padanya disertai harapan yang menginginkannya melampaui keputusasaan itu, sebuah keajaiban pun tercipta.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Skill ‘aura bintang’ merespon rasa kagum penonton yang menghasilkan energi keajaiban dalam jumlah besar


Aura bintang berhasil mengevolusi ‘ikatan darah’ yang memungkinkan Anda meminjam kekuatan pengikut Anda untuk sementara yang berada pada jarak kurang dari 1 km dari posisi Anda saat ini.


Terdapat dua orang.


1. Anto


2. Abel Lundoln


Yang manakah yang ingin Anda pinjam kekuatannya untuk sementara?


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Aku benar-benar tidak tahu apa yang terjadi saat itu.


Yang kupikirkan hanyalah tidak ingin kalah setidaknya terhadap bajingan sampah itu.


Sekujur tubuhku rasanya sudah sangat kesakitan oleh lebam-lebam hasil pukulan si bajingan, pandanganku pun mulai mengabur, pikiranku mulai menerawang seakan akan segera hilang kesadarannya.


Walau demikian, tetap aku sama sekali tidak punya niat untuk menyerah.


Di saat itulah pemberitahuan aneh dari Sistem muncul.


Ini pertama kalinya aku melihatnya.

__ADS_1


Belum pernah terjadi sekalipun suatu skill yang mampu mempengaruhi skill lain.


Namun apapun itu, mungkin hanya ini peluangku satu-satunya untuk terlepas dalam keadaan putus asa ini.


Sebenarnya, aku berniat menahan ini sampai di detik-detik terakhir, kemudian menggunakan Anto untuk membuatnya lengah di saat yang tepat sebelum aku melancarkan serangan pamungkas yang mematikan padanya.


Bagaimanapun aku tidak boleh mengekspos keberadaan Anto pada dunia karena mengeksposnya sama saja membenarkan bahwa aku bukanlah Arnoria Rosechild yang asli.


Tetapi si bajingan ini sampai sekarang belum juga menunjukkan celahnya sampai-sampai aku ragu bahwa apakah benar dia seorang hunter level E.


Jika bukan karena pembacaan alat yang telah memiliki lisensi mendunia yang menunjukkan bahwa benar si bajingan ini masih hunter berlevel E, aku mungkin saja tidak akan mempercayainya.


Ataukah ada cara untuk menipu suatu alat pengukur keterampilan hunter yang tak diketahui baik semua orang maupun diriku?


Dan di tengah kebuntuan itu, opsi lain pun tiba-tiba muncul.


Aku bisa meminjam sementara kekuatan pengikutku.


Namun ada hal yang membuatku heran.


Itu adalah hal yang wajar jika Anto masuk ke dalam salah satu list-nya, tetapi mengapa nama Abel Lundoln juga ada di situ?


Aku sama sekali tidak pernah menjalin ikatan darah dengan Abel Lundoln.


Satu hal, mungkin defenisi pengikut dari Sistem di sini berbeda dengan istilah familiar.


Aku belum menemukan penjelasan yang akurat tentang arti pengikut dalam efek skill gabungan ini, tetapi yang jelas ini adalah berkah buatku.


Identitasku akan dengan mudah ketahuan jika aku menggunakan kekuatan bayangan Anto yang berasal dari dunia kegelapan, tetapi tidak halnya dengan Abel.


Abel adalah juga keturunan penghuni kegelapan, tetapi kekuatannya begitu bersinar sehingga tiada yang akan curiga bahwa kekuatan itu sejatinya berasal dari cikal-bakal werewolf, salah satu makhluk penghuni kegelapan lainnya yang populer pada masanya yang sama halnya dengan vampir, kini telah terlupakan zaman.


Sudah jelas pilihanku.


“Aku ingin meminjam kekuatan Abel Lundoln.”


Dikonfirmasi.


Melakukan pentransferan kekuatan Abel Lundoln untuk sementara.


Setelah pemberitahuan Sistem itu muncul, aku bisa merasakan sensasi kehangatan menjalar di sekujur tubuhku.


Aku tahu benar apa ini sejak aku berulang kali telah melihat Ayah dan Kakak bertarung dengan makhluk berbau busuk menjijikkan itu.


Siapa yang sangka kini aku harus menggunakan kekuatan milik mereka yang mereka wariskan kepada keturunan berdarah campurannya.


Tetapi berbeda dari yang original, itu bukanlah diselubungi oleh aura gelap.


Jika Abel berhasil memancarkan aura biru terang dengan kekuatan ini, mungkin karena originalitas Arno, aku memancarkan aura platinum.


Warna ini jelas sama dengan kekuatan aura pedang milik Arno, tetapi ketebalannya berada pada dimensi yang berbeda.

__ADS_1


Di saat itulah aku yakin.


Ah, aku baru saja menjadi magic swordsman ketiga di angkatan kami menyusul Lisanna dan Julian.


__ADS_2