Pangeran Vampir Terjebak Menjadi Hunter

Pangeran Vampir Terjebak Menjadi Hunter
Chapter 64 – PERTEMUAN KEMBALI DI BAWAH GELAPNYA DUNGEON bag. 6


__ADS_3

Kak Kina, Kak Levina, Zerick Lampharge, serta ketujuh orang lainnya tampak menuju ke tempat lain dengan alasan mengecek situasi, sementara sisanya termasuk aku dan Kak Jenny langsung menuju ke tempat di mana boss dungeon berada.


Tampaknya ruang rahasia true boss berada telah diketahui sehingga Kak Kina dan kawan-kawan segera menuju ke sana.


Namun aku sangat mengkhawatirkan keadaan Kak Kina dan yang lain karena kutahu bahwa organisasi rahasia The VI juga telah mengincar dungeon ini dan sampai saat ini mereka belum menunjukkan diri mereka.


Aku curiga bahwa Zerick Lampharge adalah salah satu dari mereka sehingga dia yang berada di dekat Kak Kina jadi tidak bisa lepas dari objek kekhawatiranku.


‘Anto, ikuti mereka dari jauh dengan hati-hati.’


[Tapi, Master, jika demikian, aku tak lagi dapat melindungi Master jika terjadi apa-apa.]


‘Aku akan baik-baik saja. Jikalau dibutuhkan, aku bisa dengan mudah kabur menggunakan skill stealth-ku.’


[Baiklah, sesuai keinginan Master. Tapi Master juga janji ya untuk tidak melakukan sesuatu yang ceroboh.]


‘Hei, sejak kapan kau mulai banyak omong kosong begini, Anto? Ikuti saja perintahku.’


[Hehehehe. Baik, Master.]


Aku, Kak Jenny, dan kesembilan orang lainnya yang ditinggalkan terus berjalan hingga tak lama kemudian, tibalah kami di tempat boss monster dungeon tersebut.


Itu adalah suatu tempat terbuka yang sangat lapang yang terletak tepat di tengah-tengah dungeon dan berada di dasar jurang.


Kedalaman jurang itu cukup dalam, walau demikian kami masih bisa melihat dengan jelas bagian tubuh atas sang boss monster dungeon saking besarnya tubuhnya.


“Semuanya, pertahankan formasi!”


“Baik!”


Salah seorang om yang tampak garang yang ramah padaku sebelumnya mulai memimpin tim menggantikan Kak Kina.


Terlihat bagaimana guild Lephirum telah lama melakukan misi bersama sehingga mereka kelihatan begitu kompak.


Kak Jenny hanya menyuruhku untuk menunggu di tempat aman di sini sembari memperhatikan bagaimana guild mereka dengan gagah berani bertarung.


Monster yang mereka hadapi adalah monster yate dengan racun yang terletak di tiap rantingnya yang mungkin menjadi bagian paling mematikan di dalam diri monster itu.


Sulit untuk mendekatinya karena akar-akarnya yang meliuk-liuk ke mana-mana serta gas yang dikeluarkannya yang bisa menimbulkan inflamasi seketika pada kulit.


Namun pada dasarnya itu bukanlah monster yang berbahaya untuk dihadapi party hunter berank D ke atas. Itu hanyalah monster yang berada di ranah level C.


Akan tetapi bisa kulihat dari formasinya bahwa party itu hanya mencoba untuk mengulur waktu.


Sudah kuduga bahwa tujuan utama mereka sebenarnya adalah menemukan true boss lantas mengalahkannya untuk menutup dungeon ini untuk selamanya.


[Master, gawat! Sesuai dugaan Anda, Zerick Lampharge, dia pengkhianat.]


‘Hei, Anto, ada apa?’


Tiba-tiba kudengarkan suara telepati Anto yang sekarat.


Tanpa pikir panjang, aku segera menuju ke tempatnya dengan menggunakan kemampuan unik hubungan master-familiar kami di mana aku dapat segera menggantikan tempat di mana Anto berada secara instan.

__ADS_1


Namun apa yang kusaksikan, ketujuh anggota guild Lephirum yang lainnya telah tak bernyawa dengan tubuh mereka tercerai-berai dan berserakan di tanah.


Bisa kulihat pula bagaimana Kak Levina sekarat sembari memeluk Kak Kina yang jauh lebih sekarat darinya.


Dan di hadapan mereka, telah berdiri Zerick Lampharge dengan senyum arogannya memandangi Kak Kina dan Kak Levina dengan pandangan yang menghinakan.


Di tangannya, pedangnya telah basah oleh darah.


Siapapun bisa menebak apa yang terjadi hanya dengan melihat pemandangan tersebut.


Sesuai perkataan Anto, Zerick Lampharge adalah pengkhianat.


Dialah yang telah membunuh para paman yang sangat baik hati itu.


Tidak, dialah sejatinya anggota The VI yang menyamar.


“Kurang ajar kau, Zerick Lampharge!”


Aku marah lantas segera ingin menghajar wajahnya.


[Tahan, Master! Dia bukan lawan yang bisa Master kalahkan!]


Namun Anto segera mencegatku.


“Ck, ke mana sampah sebelumnya itu bersembunyi? Aku tak bisa lagi merasakan jejaknya.”


“Ya sudahlah. Kalian berdua tadi hanya beruntung saja karena seranganku gagal mengenai kalian perihal bayangan hitam itu.”


“Namun takkan ada lagi kesempatan kedua.”


Dia mengayun-ayunkan pedangnya dengan kencang untuk menepiskan darah yang menempel padanya.


Lalu tanpa hesitasi lagi, Zerick Lampharge menerjang ke arah Kak Kina dan Kak Levina, dua yang tersisa, yang juga akan segera menjadi korban kekejaman bajingan keji itu.


Mana mungkin aku membiarkan orang-orang yang baik itu mati begitu saja tepat di hadapan mataku.


[Tahan, Master! Ingat rencana awalnya! Kita hanya perlu menandainya untuk mencari tahu lokasi persembunyian mereka dan aku sudah melakukan tugas itu dengan baik menandai jiwanya hingga dia takkan bisa kabur lagi. Jadi Master, kumohon harap tenang! Biar orang-orang yang mumpuni seperti Profesor Fritz yang melakukan sisanya!]


Namun Anto begitu memegangiku dengan kuat sehingga langkahku terhalang olehnya.


Lalu tepat di hadapan mataku, kini giliran Kak Levina-lah yang meregang nyawa setelah berupaya melindungi guild masternya.


Emosi yang menumpuk di relung hatiku melihat kematian Kak Levina tepat di hadapan mataku entah bagaimana memberikanku kekuatan hingga dapat terlepas dari cengkeraman boneka semut itu.


Namun kemudian, bisa kurasakan penghalang tak kasat mata tepat di hadapanku membuat langkahku sekali lagi terhenti.


[Bocah, jika kau tetap ingin hidup, maka diam saja di sini.]


Itu Kak Jenny.


“Kak Jenny, cepat panggil yang lain! Penjahat itu! Zerick Lampharge telah membunuh orang-orang!”


Namun Kak Jenny tidak menanggapi ucapanku.

__ADS_1


Dia hanya terus melangkah ke arah Zerick Lampharge.


“Kak Jenny?”


Tidak butuh waktu lama semuanya jelas.


Kak Jenny rupanya juga bagian dari mereka.


***


“Woi, Lone. Kamu membuang-buang waktu kita yang berharga. Kamu belum juga selesai melenyapkannya? Atau kamu kasihan padanya setelah lama bermain-main dengannya sebagai wakil di guildnya?”


“Omong kosong! Jika bukan karena bayangan hitam tadi yang muncul, aku sudah menghabisi semuanya dalam sekali serangan.”


“Bayangan hitam?”


“Iya, tampaknya ada bajingan lain di sini selain guild Lephirum yang tampaknya mengetahui rencana kita. Ck. Ini pasti karena kecerobohan si Luvien sialan itu!”


Terlihat sekilas ekspresi Jenny alias Jeanne sedikit terpelintir seolah dia baru menyadari apa yang baru saja terjadi pada Lone alias Zerick Lampharge.


“Oh, begitu. Ngomong-ngomong, kamu sudah memperoleh apa yang kita butuhkan?”


“Tentu saja. Akar mandrake ini sudah jatuh ke tangan kita. Tidak lama lagi, kita bisa membangkitkan kembali Tuan Anggara bersama kita.”


“Itu bagus. Kita cepat selesaikan saja yang ada di sini lalu pulang.”


Namun, Lone bisa segera menangkap keanehan dari gelagat Jeanne yang tiba-tiba terlihat terburu-buru itu seolah-olah menyembunyikan sesuatu.


“Kamu, benar-benar sudah menghabisi yang lainnya juga, bukan?”


“Tentu saja. Tak satu pun dari anggota guild Lephirum yang lolos dari seranganku.”


“Bagaimana dengan bocah itu?”


“Maksudmu Arnoria Rosechild, pewaris dari keluarga Rosechild itu? Tentu saja aku sudah habisi dia juga. Pastinya sebentar lagi keluarga Rosechild akan ditimpa kehebohan yang besar.”


“Baguslah kalau begitu. Itu berarti yang tersisa benar-benar hanya Guild Master seorang.”


“Heh, kau bahkan masih memanggilnya Guild Master. Benar juga, bagi kita sepuluh tahun adalah waktu yang singkat, tapi bahkan itu terasa lama jika hidup bersama di antara manusia.”


Jeanne menatap Lone dengan seksama.


Bisa terasa jelas terpancar aura membunuh dari Lone.


Tidak, itu nafsu makan.


Taringnya memanjang begitu mulai mencicipi darah Kina.


Dia adalah seorang vampir.


Namun sebelum Lone menghabisi nyawa Kina dengan menghisap darahnya,


“Dasar bajingan!”

__ADS_1


-Puak.


Arnoria Rosechild datang dan menghajarnya tepat di solar plexusnya.


__ADS_2