Pangeran Vampir Terjebak Menjadi Hunter

Pangeran Vampir Terjebak Menjadi Hunter
Chapter 39 – PERLINDUNGAN DI BALIK MAKNA SENIORITAS bag. 3


__ADS_3

Surat Tantangan


Dengan ini, saya Sarpian Mucahantas, mahasiswa tingkat 2 nomor urut S7, mengajukan surat tantangan kepada junior saya yang bernama Arnoria Rosechild, mahasiswa tingkat 1 nomor urut S2, dengan alasan telah melukai harga diri saya.


Pada rabu, 25 September 2019, yang bersangkutan telah menendang bokong saya di muka umum. Tidak hanya itu membuat saya terluka secara fisik berupa tak sanggup duduk dengan benar, tetapi itu juga menimbulkan luka psikis di pikiran saya karena telah dipermalukan oleh seorang junior yang seharusnya menghormati seniornya.


Saya mengklaim Arnoria Rosechild telah menggunakan kekuasaan keluarganya secara tidak layak di akademi yang suci dari kekuatan eksternal ini. Oleh karena itu, saya mengajukan surat tantangan ini semata-mata demi menegakkan kembali aturan dan jika saya menang, saya berharap Arnoria Rosechild dapat meminta maaf di depan umum kepada saya.


Tertanda


Sarpian Mucahantas


Demikianlah isi permohonan surat tantangan Sarpian Mucahantas yang disetujui oleh akademi.


Sarpian Mucahantas memanfaatkan celah pada aturan akademi demi bisa membalaskan dendamnya padaku.


Dia tak bisa menyentuhku secara langsung sejak aku adalah anak dari atasan orang tuanya.


Tetapi jika dia mengajukan surat tantangan yang secara resmi disetujui oleh pihak akademi, maka seberapa besarnya pun kekuasaan keluargaku, mereka tidak akan bisa turut campur dalam urusan internal akademi.


Sarpian Mucahantas bisa membalaskan dendamnya padaku secara aman.


Aku bisa paham apa yang dipikirkannya.


Sejak kondisi Kak Dahlia yang mengalami trauma mental sehingga tidak mungkin menjadi penerus keluarga, hanya akulah yang tersisa sebagai satu-satunya calon penerus berpotensi di keluarga.


Jika sampai Sarpian Mucahantas membuat aku cacat dalam duel ini atau bahkan membunuhku, itu pasti akan menimbulkan luka yang besar bagi keluarga Rosechild.


Keluarga cabang bisa seketika menjadi duri dalam daging dan dipastikan keluarga Rosechild akan segera tenggelam setelah mampu bertahan hanya selama kurang dari seabad.


Namun, aku juga tidak bisa menolak duel ini sejak ini telah disetujui oleh pihak akademi.


Bukannya aku tidak bisa mengatakan tidak pada duel ini, hanya saja jika aku melakukannya, itu juga akan melukai martabat keluarga Rosechild.


Aku seketika akan dinilai tidak layak sebagai penerus keluarga dan hal yang sama berupa kehancuran keluarga akan menjadi akhirnya.


Walaupun Sarpian Mucahantas terlihat pecicilan seperti itu, dia sejatinya adalah seorang swordsman yang sangat berbakat.


Dengan kemampuanku yang sekarang, aku jelas tidak bisa dibandingkan dengannya.


Jika diukur dari tingkat kemampuan, dia sebenarnya jauh lebih lemah daripada Arnoria Rosechild yang asli, dan sedikit lebih kuat dibandingkan dengan Alvin Hermes.


Bukan berarti aku tidak bisa menang melawannya.


Aku masih punya beberapa trik yang kusembunyikan dengan bantuan Anto di dunia bayangan, tetapi jelas bahwa kemampuan dasarku masih sangat kurang.


Sejauh ini aku bisa bertahan dengan baik berkat bantuan informasi ingatan Arno, tetapi ada batasan sampai di mana kamu bisa mempraktikan apa yang kamu ingat di otak kamu yang sebenarnya bukan berasal dari milik kamu sendiri.


Alasan yang paling fatal adalah karena perbedaan stat.

__ADS_1


Untuk menjadi seorang pengguna pedang besar seperti Arno yang asli, aku membutuhkan dexterity yang mumpuni.


Nyatanya, aku sangat kesulitan untuk meningkatkan dexterity-ku.


Akan tetapi, baik strength, agility, maupun vitality-ku tidaklah terlalu buruk.


Hanya ada satu solusi saat ini yang bisa kupikirkan.


Perubahan senjata.


Bagaimanapun aku memikirkannya, sampai kapanpun aku takkan cukup baik untuk meniru penggunaan senjata Arno.


Pasti ada yang akan curiga jika seorang Arnoria Rosechild tiba-tiba melakukan peralihan senjata, tetapi dengan sandiwara yang baik, kuharap aku bisa menutupi celahnya.


Lantas, senjata yang tercocok untukku, aku pikir itu sebuah pedang pendek ganda.


Yah, persis sama sewaktu aku menjadi Viar.


Aku tahu ini merupakan tindakan yang gegabah, terlebih dengan Lisanna yang mulai terlihat curiga padaku.


Namun semuanya bisa dipikirkan belakangan selama aku masih bisa hidup.


Semuanya akan percuma jika aku berakhir cacat, atau bahkan yang terburuk, aku bisa mati di tangan manusia rendahan itu.


Akan tetapi, hanya dengan mengganti senjata saja, itu tidak akan cukup untuk mengalahkan Sarpian Mucahantas yang telah memiliki pengalaman setahun lebih lama dariku di akademi ini.


“Yayang Arno!”


“Ah, kebetulan kamu ada di sini, Sana.”


“Hmm? Ada apa, Yayang Arno?”


“Bisakah kau melatihku agar bertambah kuat?”


“Ini tentang duel itu ya? Mengapa kamu tidak minta digantikan saja denganku, Sayang? Jika itu aku, aku pasti akan bisa menghajar senior kurang ajar itu. Aku bukannya ragu akan kemampuanmu, Sayang. Aku hanya tahu bahwa kamu belum sembuh benar dari traumamu sejak kejadian itu.”


Tepat seperti apa yang dikatakan oleh Lisanna.


Aku sebenarnya juga punya opsi untuk itu, tetapi mari kita simpan opsi tersebut di detik-detik terakhir.


Soalnya di mana aku akan menaruh harga diriku sebagai pangeran vampir jika masalah sesepele ini saja aku melarikan diri.


Menjadi lebih kuat jelas solusi yang lebih baik.


“Terima kasih atas perhatianmu, Sana. Tetapi aku akan tetap menghadapi ini dengan usahaku sendiri.”


“Baiklah jika Yayang Arno bersikeras.”


***

__ADS_1


Pelatihan spartan bersama Lisanna pun dimulai.


“Yayang Arno? Senjata itu kok mirip dengan yang digunakan Viar dulu?”


Sudah kuduga dia cepat tanggap.


“Itu… Setelah aku pertimbangkan, mungkin aku lebih berbakat dengan pedang pendek, makanya aku mengganti senjataku.”


“Tidak ada yang bisa mengalahkan seorang Arnoria Rosechild bersinar dalam menggunakan pedang platinumnya!”


Aku tidak tahu mengapa Lisanna tiba-tiba emosional.


Yang aku tahu, mungkin dia mengacu pada artifak pedang platinum Arno yang dia gunakan selama melindungiku di bencana dungeon break ujian kelulusan SMUT.


“Lisanna?”


Lisanna seketika tersadar dari emosinya yang tiba-tiba lantas menatapku dengan penuh perasaan bersalah.


Dia kemudian berlari untuk memelukku.


“Maafkan aku, Yayang Arno. Aku selama ini tidak mengerti penderitaanmu. Kamu pasti sangat menyayangi Viar sehingga kamu benar-benar menjaganya di hatimu.”


Aku bertambah bingung dengan maksud ucapan Lisanna, tetapi untuk sekarang, aku turut membalas pelukannya itu dengan erat.


“Tenang saja, Sana. Aku baik-baik saja.”


“Itu benar, Sayang. Tidak akan ada yang bisa terjadi. Jika sampai si bajingan itu berbuat macam-macam padamu di arena, maka aku akan segera turun tangan untuk menghentikannya meskipun itu akan melanggar peraturan akademi sekalipun.”


“Rasanya tidak perlu sampai seperti itu…”


Aku menghentikan ucapanku di tengah-tengah ketika kumelihat tatapan keseriusan Lisanna yang terpancar di kedua bola matanya.


Yah, tidak buruk juga jika memiliki pendukung yang kuat sebagai jaga-jaga.


Waktu pelatihan sedikit tertunda ketika Lisanna melihat perubahan senjataku, tetapi selanjutnya latihan berlangsung dengan lancar.


Aku tidak tahu bahwa apakah keputusan ini akan diterima oleh anggota keluarga Rosechild yang lain karena aku begitu saja melakukannya tanpa berdiskusi dengan mereka, tetapi untuk saat ini, aku hanya bisa maju.


Kakek dan Ayah, keduanya adalah pengguna pedang besar.


Demikianlah Arnoria Rosechild mewarisi kemampuan penggunaan pedang besarnya tanpa banyak protes dari keluarganya.


Pasti akan sulit bagi keluarga itu untuk menerima keputusan perubahan kepenggunaan senjata pedang besar ke pedang pendek dari seorang Arnoria Rosechild yang sangat tiba-tiba.


“Ukh.”


Aku kali ini sanggup bertahan lebih lama dari serangan Lisanna Annexia sejak aku bisa menghindarinya dengan agility-ku.


Tetapi tetap aku takkan mungkin sanggup menang jika aku hanya berlari saja tanpa sanggup melancarkan suatu ledakan serangan yang efektif satu kali pun.

__ADS_1


Dengan pedang besar saja aku tak sanggup memukulnya mundur, apa tah lagi jika itu dilakukan dengan pedang bermassa kecil yang hanya memiliki impak serangan minim.


Lantas apa yang harus kulakukan?


__ADS_2