
Perasaanku benar-benar terasa ampas.
Apa yang selama ini membuat hatiku was-was rupanya terbukti benar adanya.
The VI, organisasi kejahatan yang membawa lambang yang sama dengan mantan kerajaanku seribu tahun silam yang selama ini aku cari-cari rupanya benar-benar adalah orang-orang dari mantan kerajaanku tersebut.
Apa yang jauh lebih tak kuduga adalah bahwa adik yang paling kusayangi, adik yang berasal dari ingatanku seribu tahun silam, rupanya adalah juga bagian dari organisasi kejahatan itu.
“Mengapa semuanya menjadi tragedi?”
Tanpa sadar, air mata jatuh membasahi pipiku.
Setelah kupikir aku telah cukup dewasa setelah menjalani kehidupan selama seribu tahun ini, rupanya aku masihlah bocah yang cengeng.
“Oi, apa sekarang kau gemetaran, bocah, setelah tahu sebentar lagi kau akan mati, hah?!”
Hawa membunuh Lone yang kuat menusuk ke segala penjuru kulitku.
Namun, bukanlah hal itu yang membuat hatiku sakit.
Kenyataan bahwa pembunuh sahabat terbaikku rupanya adalah orang-orang berharga dari kenangan masa laluku terasa jauh lebih menyakitkan melebihi apapun.
Kebersamaanku dengan Arno hanyalah dalam waktu singkat.
Bahkan belum genap kebersamaan kami selama tiga tahun.
Bocah itu mesti meregang nyawa karena memilih untuk menyelamatkanku, menggantikanku dengan dirinya untuk ditelan dalam gelapnya abyss.
Sampai sekarang aku masih tak paham akan keputusannya itu.
Mengapa ada seseorang yang bisa terlahir dengan sikap altruisme seburuk dirinya yang bahkan rela mengorbankan nyawanya sendiri hanya untuk sekadar menyelamatkan seorang teman yang belum dikenalnya genap selama tiga tahun.
Tapi satu hal yang pasti.
Arno bukanlah sahabat yang buruk.
Tidak, dia adalah sahabatku yang terbaik.
Melebihi kenanganku selama seribu tahun ini, Arno-lah sahabat terbaikku.
Tetapi mengapa sahabatku itu harus terbunuh sia-sia?!
Dan itu dilakukan pula oleh keluarga masa lalu yang sangat aku cintai!
Apakah dengan turut mati di tangan keluarga masa lalu yang aku sangat cintai itu akan menjadi penebusan dosaku yang terbaik atas segala kesalahan yang telah aku perbuat kepada Arno?
“Heh.”
“Hah, bocah, kau baru saja tersenyum?! Kau meremehkanku rupanya! Baiklah, akan segera kuakhiri hidupmu yang tak berharga itu. Akan kukoyak-koyak tiap isi perutmu lalu kupelintir ususmu keluar untuk menjadi bagian dari pupuk para monster pohon di dalam dungeon ini!”
Aku lelah.
__ADS_1
Aku selama ini bertahan seribu tahun lamanya di dalam gelapnya dungeon dengan satu harapan yakni suatu saat dapat membalaskan rasa sakit hatiku kepada seluruh umat manusia yang telah meruntuhkan kastilku.
Tapi sebenarnya apa rasa kebencian itu?
Di antara umat manusia, juga ada orang-orang yang baik hati seperti Arno, Arcia, Kak Dahlia, Lisanna, Julian, Abel, Jeremy Rudd, Otto, Alvin Hermes, Dillya Toxice, Rohana Macbell, Rutiliana, Kak Vivian, Kak Kina, Nenek Litana, Profesor Fritz, dan bahkan mungkin akan lebih banyak lagi di luar sana jika aku diberikan waktu lebih untuk mengenal lebih dekat umat manusia.
Aku tak dapat memungkiri bahwa itu hangat, keberadaanku berbaur bersama umat manusia ini.
Ah, tanpa sadar, semua amarahku terleburkan begitu saja oleh seorang bocah bernama Arnoria Rosechild.
Akan lebih baik jika organisasi kejahatan itu adalah bagian dari manusia yang akan menunjukkan kepadaku sekali lagi sisi gelap diri kemanusiaan.
Tetapi siapa yang sangka, itu sebaliknya.
Mereka tak ubahnya seperti diriku yang masih tak lekang dari ingatan kejayaan ras kami seribu tahun silam.
Bisa kurasakan aliran angin yang begitu kuat, pertanda serangan Lone semakin dekat mengarah padaku.
-Prak.
“Oi, bocah, kau menghindarinya rupanya. Akan lebih baik bagimu padahal jika terkena serangan telak itu saja sehingga kamu tak perlu merasakan rasa sakit yang lebih parah.”
Lantas apakah aku harus menyerah di tempat ini?
Tentu saja jawabannya tidak!
Arnoria Rosechild telah memilih mengorbankan dirinya sendiri untuk menyelamatkan seseorang yang rupanya memiliki hubungan kekeluargaan yang dekat dengan sang penyebab kematiannya.
Aku takkan pernah menyia-nyiakan pengorbanannya itu.
Setidaknya, dengan nyawa yang diselamatkannya ini, aku ingin melihat sampai akhir jalan yang kutempuh tersebut.
Kini aku paham tentang perasaan apa yang kurasakan.
Telah lama dendamku kepada umat manusia itu hilang.
Tidak, sedari awal bukanlah kemusnahan umat manusia yang kuinginkan.
Aku hanyalah ingin diterima menjadi bagian dari kehidupan mereka.
Yang kuinginkan hanyalah kedamaian antarras tanpa prasangka sedikit pun.
Itulah sebabnya aku harus menghentikan Lone beserta anggota Sunda Castle yang lain di tempat ini.
Jadi, apa yang mungkin dikatakan Lone sebelumnya tentangku yang merupakan pangeran sampah tidak berguna bagi Sunda Castle adalah benar adanya.
Tapi memang mengapa dengan semua itu?!
Kejayaan kembali Sunda Castle dengan hancurnya umat manusia takkan memberikan cahaya harapan bagi masa depan siapa-siapa.
Untuk mewujudkan masa depan yang cerah, kedua ras harus hidup bersama secara berdampingan dengan melupakan segala dendam yang terjadi.
__ADS_1
Di kala itu aku baru sadar bahwa kehidupan yang aku bangun selama tiga tahun lebih di dunia manusia sebagai Viar dan Arno ini begitu berharga dan aku tak ingin lagi itu direnggut dariku.
Aku tahu bahwa apa yang orang-orang di sekelilingku cintai saat ini adalah bukan diriku yang sebenarnya.
Lantas mengapa?
Aku hanya harus membuat segalanya menjadi nyata, tidak hanya untuk diriku sendiri, tetapi juga demi Arno yang telah mewariskan tubuh ini padaku.
-Prak.
Sekali lagi aku menghindari serangan gesit dari Lone yang datang dengan sangat cepat itu, terima kasih berkat kombinasi skill ‘stealth’ Viar dan dukungan skill bayangan milik familiarku Anto.
Namun kutahu itu takkan bertahan lama sejak untuk bergerak saja aku kesusahan dengan adanya Kak Kina di pangkuanku.
“Dik Arno, lepaskan saja aku. Selamatkanlah dirimu sendiri.”
Kak Kina dengan nafas yang terengah-engah dalam keadaan sekaratnya bahkan masih berupaya memperingatiku.
Tapi apakah aku harus kabur sendirian lagi?
Sama seperti dulu aku kabur meninggalkan Ayah dan Kakak dibantai oleh para vampire hunter itu?
Atau sama seperti ketidakberdayaanku melihat Arno tertelan oleh abyss?
Itu tidak akan lagi terjadi!
Aku lelah melarikan diri!
Bahkan kekuatan yang telah kukumpulkan selama seribu tahun lamanya sewaktu berada di dalam dungeon sebagai boss monster dungeon kini sia-sia perihal Sistem mengunci segala kemampuanku itu.
Namun itu bukan alasan untuk menyerah!
Aku takkan lagi meninggalkan orang-orangku yang berharga!
“Tenang saja, Kak Kina. Serahkan yang di sini padaku. Kakak sebaiknya istirahat saja.”
Sayangnya, kepercayaan diriku itu tidak diiringi oleh kemampuan yang mumpuni.
Aku baru saja memberikan ucapan kosong kepada Kak Kina
Segera aku terpeleset dan cakar Lone tepat akan mengarah ke dadaku.
Namun keajaiban pun terjadi.
-Trang.
“Hei, Jeanne, apa yang baru saja kau lakukan sialan!”
Aku juga tidak tahu apa yang terjadi, tetapi wanita asing yang berada di sebelah Lone selama ini yang aku kenal sebagai Kak Jenny baru saja menangkis serangan Lone itu sehingga gagal mengenaiku.
Apakah dia baru saja melindungiku?
__ADS_1
Apakah charm di wajah Arno sebegitu kuatnya bahkan mampu menghipnotis musuh untuk mengkhianati rekannya?
Aku tidak tahu apa yang terjadi, tetapi yang jelas ini adalah peluang bagiku untuk segera melarikan diri dari tempat ini selama musuh sedang saling bertarung satu sama lain.